Dalam sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak, bidan memegang peran yang sangat strategis. Bidan hadir sejak fase kehamilan, persalinan, nifas, hingga kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga. Namun, masih sering muncul anggapan bahwa satu jenjang pendidikan bidan lebih “unggul” dibanding yang lain. Padahal, D3 Kebidanan dan S1 Kebidanan–Profesi Bidan sama-sama penting, dengan keunggulan dan peran yang saling melengkapi.

Perbedaan jenjang pendidikan bukan untuk dibandingkan secara hierarkis, melainkan untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dari hulu hingga hilir. Mari kita Simak penjelasan berikut:

D3 Kebidanan: Kuat di Pelayanan Klinis dan Lapangan

Program Diploma Tiga (D3) Kebidanan dirancang untuk mencetak bidan yang terampil secara praktik dan siap bekerja di layanan kesehatan dasar dalam waktu yang lebih singkat.

Keunggulan D3 Kebidanan:

  • Fokus pada keterampilan klinis: Mahasiswa D3 dibekali kemampuan praktik kebidanan yang intensif, terutama dalam pelayanan kebidanan dasar, meliputi pelayanan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir normal.
  • Siap terjun langsung ke lapangan: Lulusan D3 banyak berperan di puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan primer, terutama di daerah yang membutuhkan tenaga bidan terampil. 
  • Responsif terhadap kebutuhan layanan dasar: D3 menjadi tulang punggung pelayanan kebidanan sehari-hari yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

D3 Kebidanan sangat penting untuk memastikan akses layanan kebidanan tetap tersedia, merata, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

S1 Kebidanan–Profesi Bidan: Penguat Peran Edukasi, Kepemimpinan, dan Promosi Kesehatan

Sementara itu, S1 Kebidanan yang dilanjutkan dengan Profesi Bidan memiliki fokus yang lebih luas, tidak hanya pada keterampilan klinis, tetapi juga pada pengambilan keputusan berbasis ilmu, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat meskipun membutuhkan waktu studi lebih lama.

Keunggulan S1 Kebidanan–Profesi Bidan:

  • Kemampuan berpikir kritis dan berbasis evidence: Lulusan dibekali kemampuan menganalisis masalah kesehatan ibu dan anak secara komprehensif.  
  • Kuat dalam promosi dan edukasi kesehatan: Sangat berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, kesehatan mental ibu, dan perencanaan keluarga.
  • Peran kepemimpinan dan manajerial: S1 Kebidanan–Profesi Bidan dipersiapkan menjadi pimpinan Praktik Mandiri Bidan (PMB), pengelola pelayanan, penggerak tim, pendidik, konselor, dan agen perubahan di masyarakat.
  • Landasan untuk pengembangan karier: Membuka peluang lebih luas dalam dunia akademik, penelitian, kebijakan kesehatan, dan pengembangan layanan.

S1 Kebidanan–Profesi Bidan berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan, bukan hanya kuantitas, serta menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks.

Tidak Sama tapi Satu Kesatuan dan Berperan Saling Menguatkan

D3 dan S1 Kebidanan–Profesi Bidan tidak berdiri saling menggantikan, melainkan saling melengkapi:

  • D3 memastikan pelayanan kebidanan berjalan efektif di lini terdepan.
  • S1 Kebidanan–Profesi Bidan memastikan pelayanan tersebut berkembang secara ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan.

Keduanya dibutuhkan agar sistem kesehatan ibu dan anak dapat berjalan secara berkesinambungan, bermutu, dan terintegrasi dalam mendukung kebijakan nasional.

Menjadi Bidan: Pilihan Profesi, Pilihan Pengabdian.

Apapun jalur pendidikan yang dipilih, menjadi bidan pada hakikatnya adalah memilih profesi dengan tanggung jawab besar. Seorang bidan hadir menjaga kehidupan sejak awal, mendampingi perempuan dalam setiap fase penting, sekaligus berkontribusi dalam membangun generasi masa depan.

Bagi yang ingin berkontribusi lebih luas dalam edukasi, promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, melanjutkan pendidikan ke S1 Kebidanan dan Profesi Bidan menjadi langkah strategis.
Bagi yang ingin fokus pada pelayanan langsung dan praktik kebidanan, D3 Kebidanan dapat menjadi fondasi yang sangat berharga.

Karena pada akhirnya, setiap Bidan di jenjang apa pun memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan Perempuan, ibu, bayi, dan masa depan bangsa Indonesia.

Universitas Alma Ata memahami bahwa tantangan kesehatan saat ini membutuhkan Bidan yang terampil secara klinis serta didukung pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam promosi kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat.

Baik memulai dari D3 Kebidanan, atau S1 Kebidanan–Profesi Bidan, keduanya adalah pilihan bermakna untuk masa depan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Mari menjadi bagian dari bidan profesional yang berilmu, berempati, dan berdampak luas bersama Universitas Alma Ata.

REFERENSI

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan. Available at: https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://peraturan.bpk.go.id/Download/94989/UU%2520Nomor%25204%2520Tahun%25202019.pdf&ved=2ahUKEwjh1OeG1uaRAxXnUGcHHRAMDsAQFnoECBoQAQ&usg=AOvVaw1KPpyV9TPKFKjcNpjY5vs6

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/320/2020. Available at: https://repositori-ditjen-nakes.kemkes.go.id/294/2/Buku%20digital%20Standar%20Profesi%20Bidan.pdf