by Admin Kebidanan | Oct 2, 2026 | Tak Berkategori
S1 Profesi Bidan – Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang remaja, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekolah. Tekanan akademik, hubungan pertemanan, pengaruh media sosial, tuntutan keluarga, hingga ketidakpastian mengenai masa depan menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Mental bertajuk “From Darkness to Daylight: Surviving Academic Stress Without Losing Your Mind” pada Jumat, 18 September 2026, pukul 09.30–12.00 WIB, bertempat di SMK IC Islamic Centre Brebes. Kegiatan ini menghadirkan Citra Diumi Irawan (Mahasiswa S1 Kebidanan, 2023) sebagai pemateri dengan fokus pembahasan mengenai kesehatan mental, stres akademik, dan strategi coping yang sehat.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep kesehatan mental, berbagai faktor pemicu stres yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta tanda-tanda ketika seseorang mulai mengalami tekanan psikologis. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan strategi coping yang sehat dan tidak sehat dalam menghadapi permasalahan.
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, permainan edukatif Health Detective, serta praktik teknik relaksasi dan pernapasan sederhana. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak untuk lebih mengenali kondisi diri, memahami respons terhadap stres, dan menerapkan strategi pengelolaan stres yang lebih adaptif.
Edukasi juga menekankan bahwa rokok dan vape bukan merupakan solusi dalam menghadapi tekanan atau stres. Remaja perlu dibekali pemahaman untuk memilih mekanisme coping yang aman, sehat, dan konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, mengembangkan kemampuan mengenali dan mengelola stres akademik, serta membangun kebiasaan positif dalam menjaga kesejahteraan psikologis.
Kegiatan ini membawa pesan bahwa merasa lelah dan tertekan merupakan hal yang dapat dialami setiap orang. Namun, remaja perlu memahami bahwa mereka tidak harus menghadapi berbagai tantangan tersebut sendirian. Mengenali kondisi diri, mengelola stres, dan memilih strategi coping yang sehat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental.
Kenali Kondisimu, Kelola Stresmu, Pilih Coping yang Sehat. Your Mental Health Matters, Too.
by Admin Kebidanan | Oct 2, 2026 | Artikel D3
Penulis: Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb
Di lini masa media sosial belakangan ini, tren “Vagus Nerve Hacks” atau teknik merangsang Saraf Vagus sedang meledak di kalangan health enthusiast dan Gen Z. Mulai dari merendam wajah di air es (ice facial), pernapasan box breathing, hingga teknik pemijatan telinga bagian dalam mendadak viral karena diklaim ampuh meredakan kecemasan instan.
Namun, di luar manfaat mentalnya, ada satu fakta medis besar yang sangat jarang dibahas oleh media utama: Saraf Vagus adalah “saklar utama” yang mengontrol peradangan organ reproduksi perempuan.
Bagi remaja putri dan perempuan muda yang kerap tersiksa oleh nyeri haid hebat (dysmenorrhea), perut kembung ekstrem saat PMS, hingga gejala Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), memahami kerja Saraf Vagus bisa menjadi kunci jawaban yang selama ini terlewatkan.
Hubungan Saraf Vagus dan Sistem Reproduksi
Saraf Vagus (Vagus Nerve) adalah saraf kranial terpanjang dalam tubuh yang membentang dari batang otak hingga ke organ-organ di dalam rongga dada dan perut, termasuk usus, rahim, dan ovarium. Saraf ini bertindak sebagai komandan utama sistem saraf parasimpatis, sistem yang bertugas untuk “rest, digest, and heal” (istirahat, mencerna, dan memulihkan).
Ketika seorang perempuan mengalami stres kronis, kurang tidur, atau kelelahan emosional, fungsi Saraf Vagus akan menurun (low vagal tone). Akibatnya:
- Sirkulasi Darah ke Rahim Terhambat
Otot-otot rahim menjadi tegang dan kekurangan oksigen (hipoksia lokal), memicu kram menstruasi yang jauh lebih menyiksa.
- Peradangan Kronis pada Ovarium
Low vagal tone gagal menekan produksi sitokin inflamasi, yang memperparah pembengkakan jaringan dan mengganggu pematangan sel telur pada penderita PCOS.
- Pencernaan Lambat saat Menstruasi
Mengingat Saraf Vagus juga mengontrol usus, penurunannya menyebabkan kembung parah, mual, dan diare yang sering menyertai hari pertama haid.
Cara Sederhana Merangsang Saraf Vagus di Rumah
Mengaktifkan Saraf Vagus tidak memerlukan alat mahal. Beberapa teknik alami yang terbukti secara ilmiah dapat dicoba antara lain:
- Pijat Area Concha Telinga
Mengurut lembut lekukan bagian dalam daun telinga yang dilewati oleh cabang Saraf Vagus selama 2–3 menit.
- Mendengung atau Bernyanyi (Humming)
Getaran di pita suara saat mendengung atau bernyanyi secara aktif menstimulasi Saraf Vagus di area leher.
- Pola Nafas 4-7-8
Menarik napas selama 4 detik, menahan 7 detik, dan menghembuskan perlahan lewat mulut selama 8 detik untuk mengaktifkan mode pemulihan tubuh.
Berkembangnya tren kesehatan berbasis sains seperti stimulasi Saraf Vagus membuktikan bahwa penanganan masalah kesehatan reproduksi modern tidak bisa lagi dilakukan secara parsial.
Di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata (UAA) https://kebidanan.almaata.ac.id/d3-kebidanan kami berkomitmen untuk selalu berada di garis depan perkembangan ilmu kesehatan. Mahasiswa D3 Kebidanan UAA dibekali dengan kurikulum holistik. Sebagai prodi yang telah Terakreditasi UNGGUL dan dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan kebidanan terbaik di Yogyakarta, UAA terus melahirkan lulusan yang cerdas, inovatif, peka terhadap tren kesehatan global, serta siap menjadi mitra terpercaya bagi perempuan Indonesia di era modern.
Kesimpulan
Nyeri haid dan gangguan hormon bukanlah takdir yang harus diterima begitu saja setiap bulan. Dengan memahami dan merawat kerja Saraf Vagus, Anda sedang memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari dalam.
Ingin mempelajari sains kesehatan perempuan secara mendalam dan menjadi tenaga medis yang unggul serta adaptif? Mari bergabung bersama D3 Kebidanan Universitas Alma Ata. Kuliah 3 tahun yang penuh makna, siap kerja, dan siap berdampak nyata bagi masyarakat.
Referensi Ilmiah:
- Bonaz, B., et al. (2024). The Vagus Nerve at the Interface of the Microbiota-Gut-Brain Axis and Reproductive Inflammation. Frontiers in Neuroscience.
- Tracey, K. J. (2023). The Inflammatory Reflex and Volitional Control of the Vagus Nerve. Nature Reviews Immunology.
- Journal of Obstetric, Gynecologic, & Neonatal Nursing. Parasympathetic Activation in Managing Primary Dysmenorrhea and Pelvic Pain.
by Admin Kebidanan | Oct 1, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan Alma Ata — Masa remaja merupakan salah satu periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini, kebutuhan energi dan zat gizi perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan fisik serta menjaga kesehatan remaja. Pemenuhan gizi yang baik juga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai masalah gizi, termasuk Kekurangan Energi Kronik (KEK).
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya pemenuhan gizi, telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Remaja di MA NU 03 Brebes pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan Wahyu Nasyatul Aisyah, mahasiswa Kebidanan 2023, sebagai pemateri.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian KEK, faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya KEK, serta pentingnya memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi selama masa remaja. Peserta juga diajak untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pencegahan KEK dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi, serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan tubuh. Pengetahuan mengenai gizi yang tepat diharapkan dapat membantu remaja membuat pilihan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami pentingnya pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan sehat secara berkelanjutan. Upaya menjaga kesehatan sejak remaja menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pertumbuhan dan kehidupan yang lebih sehat di masa mendatang.
Kenali • Pahami • Cegah • Tumbuh Sehat
Dengan membangun kebiasaan makan dan pola hidup sehat sejak remaja, pencegahan masalah gizi dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
by Admin Kebidanan | Sep 30, 2026 | Artikel D3
Penulis: Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes.
Yogyakarta, 30 September 2026 – Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata melaksanakan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA) pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dan tridharma perguruan tinggi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sebagai program studi yang telah meraih predikat Terakreditasi Unggul, Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan. AIMA menjadi salah satu mekanisme evaluasi dalam penerapan siklus PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.
Tiga Aspek Utama Menjadi Fokus Audit
Pelaksanaan AIMA mencakup tiga kelompok utama, yaitu layanan kemahasiswaan dan alumni, layanan akademik, serta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada aspek layanan akademik, auditor melakukan penelaahan terhadap kesesuaian perencanaan, pelaksanaan, dan proses pembelajaran dengan standar yang telah ditetapkan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi penyelenggaraan pembelajaran sekaligus memastikan proses akademik berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Audit juga mencakup layanan bagi mahasiswa dan alumni. Penelaahan terhadap aspek tersebut menjadi bagian dari upaya program studi untuk memastikan layanan pendukung pendidikan berjalan secara terarah dan mendukung keberlangsungan hubungan antara program studi dengan lulusan.
Sementara itu, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa turut menjadi bagian dari proses audit. Aspek tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi sebagai bagian integral dari penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Proses Evaluasi Bersama Auditor Internal
Kegiatan audit diikuti oleh Ketua Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata, Dyah Pradnya Paramita, SST., M.Kes., bersama jajaran dosen dan pengelola administrasi program studi.
Proses audit dipandu oleh auditor internal Universitas Alma Ata, yaitu:
- Eliza Jayanti Lestari, MM
- An-nisa Apriani, S.Pd., M.Pd.
Penelaahan dilakukan melalui pemeriksaan dokumen dan klarifikasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Proses tersebut memberikan ruang bagi program studi untuk melihat kembali kesesuaian antara standar yang telah ditetapkan dengan pelaksanaannya di tingkat program studi.
AIMA sebagai Bagian dari Budaya Mutu
Ketua Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata, Dyah Pradnya Paramita, SST., M.Kes., menyampaikan bahwa predikat Terakreditasi Unggul perlu diiringi dengan upaya menjaga dan meningkatkan mutu secara konsisten.
“Predikat Terakreditasi Unggul bukan menjadi akhir dari proses peningkatan mutu. AIMA menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan standar yang telah ditetapkan, baik dalam layanan kemahasiswaan dan alumni, proses akademik, maupun kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil audit nantinya akan menjadi bahan bagi program studi untuk menentukan tindak lanjut dan penguatan mutu ke depan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan AIMA, program studi tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap pemenuhan standar, tetapi juga membangun kebiasaan untuk melakukan evaluasi secara berkala. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya mutu yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Menjaga Mutu, Mendorong Peningkatan Berkelanjutan
Pelaksanaan AIMA menjadi salah satu bentuk komitmen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Evaluasi terhadap layanan mahasiswa dan alumni, proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan kegiatan di tingkat program studi.
Hasil audit yang diperoleh selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai dengan siklus PPEPP. Dengan demikian, proses penjaminan mutu tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi berlanjut pada upaya pengendalian dan peningkatan kualitas secara berkesinambungan.
Bagi Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata, Terakreditasi Unggul merupakan capaian yang perlu dijaga melalui proses mutu yang terus berjalan. Pelaksanaan AIMA menjadi salah satu langkah untuk memastikan komitmen tersebut diwujudkan melalui evaluasi dan peningkatan yang dilakukan secara konsisten.
by Admin Kebidanan | Sep 29, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan – Segenap keluarga besar S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pencapaian dan keberhasilan Ibu Fatimatasari, M.Keb., Bd. dan Ibu Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn.
Pencapaian ini merupakan buah dari dedikasi, proses, serta komitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik dalam bidang pendidikan dan pelayanan kebidanan.
Keberhasilan yang diraih menjadi bagian dari perjalanan akademik yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya dalam membangun budaya berprestasi dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu kebidanan.
A milestone achieved, a journey to inspire.
Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal untuk terus melahirkan karya, menghadirkan inspirasi, serta memberikan kontribusi yang bermakna bagi kemajuan pendidikan kebidanan dan institusi.
Congratulations on this well-deserved achievement!
Segenap keluarga besar S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FKIK Universitas Alma Ata turut bangga dan mendoakan agar pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, profesi, dan almamater.
Universitas Alma Ata — Berprestasi, Menginspirasi, dan Berkontribusi.
#UniversitasAlmaAta #FKIKAlmaAta #S1Kebidanan #PendidikanProfesiBidan #KebidananAlmaAta #DosenAlmaAta #PrestasiDosen #AlmaAtaBerprestasi #ProudToBeAlmaAta