SLEMAN – Dalam upaya mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga sehat secara fisik dan mental, Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata (UAA) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dan edukasi di SMA Negeri 1 Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 ini mengangkat tema krusial mengenai “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, kegiatan ini menargetkan para guru sebagai garda terdepan pendidikan di sekolah.
Hadir sebagai narasumber utama, Fatimah, S.SiT., M.Kes, didampingi oleh dosen anggota Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb, serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa D3 Kebidanan UAA. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk transfer ilmu, tetapi juga sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan meresmikan peran SMA N 1 Ngaglik sebagai mitra strategis Prodi D3 Kebidanan FKIK UAA.
Diskusi Hangat Seputar Dinamika Remaja Gen Z
Sesi pemaparan materi berlangsung sangat interaktif. Para guru SMA N 1 Ngaglik menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi tidak hanya berfokus pada teori “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, tetapi berkembang menjadi dialog solutif mengenai tantangan nyata yang dihadapi para pendidik di era digital.
Banyak guru yang aktif bertanya mengenai kebiasaan-kebiasaan remaja (Gen Z) saat ini yang seringkali berdampak pada kesehatan reproduksi dan mental mereka. Isu-isu seperti pola tidur, gizi remaja, hingga manajemen stres menjadi topik hangat yang dibedah bersama para pakar kebidanan UAA.
Menariknya, sesi tanya jawab juga menyentuh aspek kesehatan para guru itu sendiri. Menyadari bahwa untuk mendidik siswa yang hebat diperlukan guru yang prima, para peserta juga berkonsultasi mengenai cara menjaga kesehatan di tengah padatnya aktivitas mengajar.
Ibu Fatimah, S.SiT., M.Kes, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran guru sebagai role model. “Kesehatan remaja di sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang suportif. Guru yang memahami kesehatan fisik dan psikis remaja akan lebih mudah mengarahkan siswa untuk mengadopsi kebiasaan-kebiasaan hebat tersebut,” ujarnya.

Komitmen Kemitraan Berkelanjutan
Kehadiran tim dosen dan mahasiswa D3 Kebidanan UAA ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Sebagai mitra, SMA N 1 Ngaglik dan Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata Yogyakarta berkomitmen untuk terus bersinergi dalam program-program edukasi kesehatan di masa mendatang.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberdayakan masyarakat sekolah demi terciptanya generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing global.