YOGYAKARTA – Dalam upaya memastikan lulusannya selalu unggul, adaptif, dan relevan dengan dinamika industri kesehatan, Program Studi DIII Kebidanan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata (UAA) sukses menggelar workshop Pengembangan Kurikulum Link and Match dengan Dunia Kerja pada Senin, 25 Mei 2026 lalu.
Agenda strategis ini menghadirkan berbagai stakeholder utama, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), guna membedah kebutuhan riil di lapangan serta merumuskan profil lulusan bidan DIII yang berdaya saing tinggi. Melalui penyelarasan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, melainkan kesiapan mental dan skill yang kokoh demi meminimalisasi kesenjangan kompetensi di dunia kerja.
Menjawab Kebutuhan Lapangan dan Peluang ASN
Dalam diskusi mutu kurikulum tersebut, terungkap data bahwa serapan pasar untuk lulusan DIII Kebidanan masih sangat tinggi, khususnya di tingkat faskes primer seperti Puskesmas. Pada perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaru, formasi untuk kualifikasi DIII terbukti masih dibuka lebar dan sangat dibutuhkan.
Untuk itu, kurikulum DIII Kebidanan UAA dirancang khusus agar mahasiswa mahir dalam melakukan analisis permasalahan kebidanan di lapangan. Level DIII Kebidanan berada pada ranah pelaksanaan, kurikulum baru ini tetap mempertahankan serta memperkuat materi kolaborasi antarprofesi agar koordinasi rujukan medis berjalan mulus.
Fokus pada Prioritas Masalah Kesehatan Lokal dan Solusi KIA
Workshop ini juga memotret tantangan kesehatan riil di wilayah Kabupaten Bantul, di mana jumlah kehamilan risiko tinggi (resti) terpantau masih tinggi. Ditambah lagi adanya kendala rujukan, seperti ketidakselarasan regulasi manual rujukan Dinkes dengan sistem pembiayaan BPJS yang kerap memicu masalah Angka Kematian Ibu (AKI).
Menjawab tantangan intervensi promotif-preventif pemerintah yang dinilai masih minim akibat rendahnya budaya baca masyarakat, UAA mengambil langkah konkret. Kurikulum UAA akan memperkuat pemanfaatan Buku KIA sebagai media edukasi terbaik. Ke depannya, akan ada sesi kuliah khusus yang membedah tuntas satu buku KIA secara holistik. Langkah ini memastikan mahasiswa sudah matang secara materi dan tidak bingung mencari sumber lain saat terjun langsung melakukan intervensi di lapangan.
Memperkuat Kekhasan Lulusan: Ahli Public Speaking dan Komunikasi
Salah satu poin penting yang dievaluasi dalam pertemuan ini adalah titik lemah keterampilan komunikasi (KIE) yang sering ditemui pada lulusan baru. Mengatasi hal tersebut, Prodi DIII Kebidanan UAA menetapkan Kekhasan Lulusan yang adaptif dan fleksibel dengan keunggulan pada aspek public speaking. Mahasiswa akan dilatih secara intensif untuk melakukan penyuluhan medis yang persuasif, baik secara personal maupun kepada komunitas.
Terkait deteksi dini yang terkendala fasilitas, kurikulum akan mengarahkan mahasiswa untuk fokus menguasai seluruh kewenangan klinis aslinya tanpa perlu ditambah beban kompetensi di luar ranah DIII. Guna mematangkan keahlian tersebut, program Magang Mandiri mahasiswa akan ditempatkan di faskes-faskes yang padat pasien. Selain itu, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, mahasiswa akan diwajibkan menjalani magang komparatif guna membandingkan analisis masalah kebidanan secara langsung di tiga tatanan: Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), Puskesmas, dan Rumah Sakit.
Menolak Penurunan Daya Saing lewat Jiwa Entrepreneur
Ketua Prodi DIII Kebidanan UAA menegaskan bahwa inovasi kurikulum ini merupakan tameng utama agar daya saing lulusan tidak tergerus zaman. Melalui pengayaan aspek kemandirian, kreativitas, dan jiwa midwifery entrepreneurship (seperti pengelolaan mom and baby spa atau pelayanan kebidanan holistik), mahasiswa dirangsang untuk tidak sekadar mencari kerja, melainkan jeli melihat peluang inovatif di masyarakat.
Mari bersama-sama kita nantikan lahirnya bidan-bidan profesional, islami, kompeten, dan berdaya saing global dari rahim FKIK Universitas Alma Ata yang siap mengabdi demi keselamatan ibu dan anak Indonesia.
Bagi Anda siswi SMA/SMK yang ingin memiliki karier cemerlang, kuliah singkat 3 tahun langsung siap kerja, mari bergabung bersama Prodi DIII Kebidanan Universitas Alma Ata (Terakreditasi UNGGUL). Jalur pendaftaran reguler maupun beasiswa masih dibuka!
Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Jabatan, Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), serta Pemaparan Program Kerja (Proker) Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMABI) pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memastikan keberlanjutan organisasi mahasiswa yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen, pengurus HIMABI periode sebelumnya (2024/2025), serta pengurus baru (2025/2206) yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Dalam kegiatan ini, pengurus lama menyampaikan laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk akuntabilitas atas program kerja yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi bahan refleksi dan evaluasi bersama. Prosesi serah terima jabatan berlangsung dengan khidmat, menandai dimulainya kepengurusan baru HIMABI yang diharapkan mampu membawa inovasi, semangat kolaborasi, serta kontribusi nyata bagi mahasiswa dan lingkungan akademik. Selain itu, pemaparan program kerja ke depan menjadi langkah strategis dalam merancang kegiatan yang lebih berdampak dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa kebidanan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata berharap dapat terus mendorong terciptanya organisasi mahasiswa yang aktif, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu mencetak calon bidan profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal bersama FORSIMA (Forum Silaturahmi Orang Tua dan Wali Mahasiswa) pada Jumat, 3 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan antara pihak kampus dengan orang tua dan wali mahasiswa pasca Hari Raya Idulfitri.
Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan pembukaan oleh Ibu Dr. Restu Pangestuti, S.ST., M.KM selaku pemandu acara. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sdr. Nurkhoifatul Amirah, disertai pembacaan terjemahan oleh Sdr. Annisa Rahmatika Ilahi.
Selanjutnya, peserta mengikuti rangkaian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Alma Ata yang dipandu oleh operator. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dan pesan Halal Bihalal dari Rektor Universitas Alma Ata. Pada sesi berikutnya, Ketua Jurusan Sekolah Kebidanan, Ibu Dr. Siti Nurunniyah, S.ST., M.Kes, menyampaikan sambutan sekaligus ikrar syawalan. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya kerja sama antara pihak kampus dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa. Sambutan juga diberikan oleh perwakilan orang tua mahasiswa, Bapak Drs. H. Junaidi, M.Kes, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video dari tim admisi yang menampilkan profil serta kegiatan mahasiswa. Setelah itu, acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan penutupan oleh MC.
Melalui kegiatan ini, diharapkan komunikasi antara pihak kampus, mahasiswa, serta orang tua dan wali dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung proses pendidikan di lingkungan Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata.
SLEMAN – Dalam upaya mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga sehat secara fisik dan mental, Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata (UAA) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dan edukasi di SMA Negeri 1 Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 ini mengangkat tema krusial mengenai “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, kegiatan ini menargetkan para guru sebagai garda terdepan pendidikan di sekolah.
Hadir sebagai narasumber utama, Fatimah, S.SiT., M.Kes, didampingi oleh dosen anggota Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb, serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa D3 Kebidanan UAA. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk transfer ilmu, tetapi juga sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan meresmikan peran SMA N 1 Ngaglik sebagai mitra strategis Prodi D3 Kebidanan FKIK UAA.
Diskusi Hangat Seputar Dinamika Remaja Gen Z
Sesi pemaparan materi berlangsung sangat interaktif. Para guru SMA N 1 Ngaglik menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi tidak hanya berfokus pada teori “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, tetapi berkembang menjadi dialog solutif mengenai tantangan nyata yang dihadapi para pendidik di era digital.
Banyak guru yang aktif bertanya mengenai kebiasaan-kebiasaan remaja (Gen Z) saat ini yang seringkali berdampak pada kesehatan reproduksi dan mental mereka. Isu-isu seperti pola tidur, gizi remaja, hingga manajemen stres menjadi topik hangat yang dibedah bersama para pakar kebidanan UAA.
Menariknya, sesi tanya jawab juga menyentuh aspek kesehatan para guru itu sendiri. Menyadari bahwa untuk mendidik siswa yang hebat diperlukan guru yang prima, para peserta juga berkonsultasi mengenai cara menjaga kesehatan di tengah padatnya aktivitas mengajar.
Ibu Fatimah, S.SiT., M.Kes, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran guru sebagai role model. “Kesehatan remaja di sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang suportif. Guru yang memahami kesehatan fisik dan psikis remaja akan lebih mudah mengarahkan siswa untuk mengadopsi kebiasaan-kebiasaan hebat tersebut,” ujarnya.
Komitmen Kemitraan Berkelanjutan
Kehadiran tim dosen dan mahasiswa D3 Kebidanan UAA ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Sebagai mitra, SMA N 1 Ngaglik dan Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata Yogyakarta berkomitmen untuk terus bersinergi dalam program-program edukasi kesehatan di masa mendatang.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberdayakan masyarakat sekolah demi terciptanya generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing global.
YOGYAKARTA – Program Studi Diploma Tiga Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, sukses menyelenggarakan Sharing Session pada Mata Kuliah Konsep Kebidanan bertajuk “Pengembangan Karir Bidan di Rumah Sakit”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (25/11/2025) ini menghadirkan praktisi rumah sakit, Elvira Vita Auliana, A.Md.Keb, sebagai narasumber utama.
Dosen penanggungjawab Mata Kuliah Konsep Kebidanan, Bdn. Nelli Yendena, M.Keb, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori akademik dengan realita lapangan. “Mahasiswa perlu memahami bahwa peran bidan di rumah sakit sangat dinamis. Melalui sesi ini, kami ingin membuka wawasan mereka tentang integrasi filosofi kebidanan dalam praktik klinis serta dampaknya terhadap sistem karir,” ungkap Nelli.
Dalam paparannya, Elvira menekankan bahwa karir bidan di rumah sakit memiliki jenjang fungsional yang terstruktur, mulai dari Bidan Pelaksana, Pengelola, Pendidik (Preceptor), hingga Bidan Peneliti. Ia juga menjabarkan tiga pilar wewenang bidan—Mandiri, Kolaborasi, dan Rujukan—yang menjadi fondasi pelayanan di berbagai unit seperti IGD, Poli Obsgyn, VK, hingga Perinatal/NICU.
Poin menarik yang diangkat adalah integrasi idealisme profesi dengan kesejahteraan. Elvira menjelaskan bahwa penerapan Falsafah Women-Centered Care kini menjadi indikator penilaian kinerja. Artinya, bidan yang mampu memberikan asuhan humanis dan beretika tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga berpeluang mendapatkan remunerasi dan promosi jabatan yang lebih baik.
“Kompetensi teknis (hard skill) itu mutlak, namun soft skill dan etika adalah kunci menaiki tangga karir. Rumah sakit membutuhkan bidan yang mampu memanusiakan pasien dalam kondisi apapun,” tegas Elvira di hadapan mahasiswa.
Menanggapi antusiasme mahasiswa, Ketua Program Studi DIII Kebidanan FKIK UAA, Dyah Pradnya Paramita, SST., M.Kes, menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan komitmen prodi untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap kerja.
“Pemahaman mendalam mengenai struktur karir, wewenang, dan etika profesi ini sangat krusial. Harapannya, lulusan D3 Kebidanan UAA tidak canggung dan siap berkompetisi merebut peluang strategis di tatanan pelayanan kesehatan rujukan,” ujar Dyah Pradnya menutup kegiatan.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai strategi pertolongan pertama pada kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Melalui diskusi ini, para mahasiswa D3 Kebidanan dapat memperdalam pemahaman pada keterampilan dasar sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi situasi darurat pada kasus nyata di lapangan. Interaksi yang terjadi tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meneguhkan kesiapan mereka sebagai calon bidan untuk memberikan asuhan kebidanan yang cepat, tepat, dan aman pada ibu dan bayi dalam kondisi gawat darurat.
Keterangan Foto:
Foto Utama: Foto bersama Narasumber (Elvira Vita Auliana), Kaprodi (Dyah Pradnya), PJ MK (Nelli Yendena), dan mahasiswa.
Foto Pendukung: Suasana pemaparan materi mengenai jenjang karir dan wewenang bidan.
YOGYAKARTA – Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, sukses merampungkan kegiatan Praktik Kebidanan II (PK II) Periode 2025. Kegiatan yang berlangsung selama lima minggu ini resmi berakhir pada 15 November 2025 lalu, mencetak pengalaman klinis berharga bagi para calon bidan masa depan.
Sebanyak 16 mahasiswa Semester V diterjunkan langsung ke lahan praktik yang tersebar di dua lokasi strategis, yaitu RSUD Wonosari dan RSUD Merah Putih Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum inti dengan beban studi 5 SKS yang dirancang untuk mematangkan kompetensi mahasiswa sebelum lulus.
Fokus pada Kegawatdaruratan dan Kemandirian
Praktik Kebidanan II tahun ini menitikberatkan pada aspek krusial dalam dunia kebidanan, yakni pertolongan kegawatdaruratan maternal neonatal, pelayanan Keluarga Berencana (KB), serta gangguan kesehatan reproduksi.
Sebelum mahasiswa diterjunkan ke lahan praktik, mahasiswa dibekali dengan pembekalan Praktik PK II. Pembekalan praktik diantaranya terkait tujuan dan peraturan selama praktik sesuai yang tertulis dalam buku panduan Praktik PK II. Mahasiswa juga dibekali terkait keselamatan mahasiswa selama menjalankan praktik lahan. Kaprodi DIII Kebidanan, Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes., menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk kemandirian dan kepercayaan diri mahasiswa. “Mahasiswa diharapkan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga siap berkolaborasi antar profesi dan mampu melakukan sistem rujukan dengan tepat di tatanan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Selama praktik, mahasiswa dibimbing langsung oleh tim dosen supervisor, untuk RSUD Wonosari dan untuk RSUD Merah Putih, serta para instruktur klinis (CI) berpengalaman di lahan praktik.
Implementasi Budaya “3A” dan Profesionalisme
Tidak hanya mengasah skill medis, peserta PK II juga diwajibkan menjunjung tinggi etika profesi melalui penerapan gesture 3A (salam, senyum, sikap hormat – atau implementasi keramahan pada pasien). Mahasiswa diwajibkan meletakkan tangan kanan di dada kiri sedikit membungkuk saat berinteraksi, sebagai simbol penghormatan dan pelayanan sepenuh hati kepada pasien maupun tenaga medis lainnya.
Seluruh mahasiswa juga telah melewati serangkaian kegiatan mulai dari pre-conference, penyusunan laporan asuhan kebidanan (Askeb), hingga seminar kasus kelompok yang dipresentasikan di hadapan pembimbing.
Uji Kompetensi Melalui Presentasi Kasus
Salah satu agenda puncak dalam PK II ini adalah kegiatan Presentasi Kasus. Dalam sesi ini, mahasiswa ditantang untuk mengangkat satu kasus pasien (asuhan kebidanan) yang mereka tangani selama dinas, khususnya kasus-kasus patologis atau kegawatdaruratan yang kompleks.
Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis asuhan mereka di hadapan Dosen Pembimbing dan Clinical Instructor (CI) rumah sakit. Kegiatan ini bukan sekadar pelaporan, melainkan ajang untuk menguji kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan clinical reasoning mahasiswa. Mereka harus mampu mempertanggungjawabkan diagnosa yang ditegakkan serta rencana asuhan yang diberikan berdasarkan teori terbaru (Evidence Based Midwifery) dan kolaborasi antar profesi.
Diskusi hangat terjadi saat sesi tanya jawab, di mana mahasiswa mendapatkan masukan berharga terkait penanganan kasus nyata di lapangan yang seringkali dinamis dan membutuhkan keputusan cepat.
Tahap Akhir: Evaluasi dan Responsi
Setelah penarikan mahasiswa dari lahan praktik pada 15 November 2025, kegiatan berlanjut ke tahap evaluasi akhir. Sesuai jadwal, pada minggu ini (17–21 November 2025), mahasiswa menjalani sesi responsi, rekapan asuhan kebidanan, dan evaluasi menyeluruh di kampus Universitas Alma Ata.
Evaluasi ini mencakup penilaian aspek kognitif, psikomotor, dan afektif, bahwa penilaian dilakukan oleh pembimbing lahan dan dosen supervisor dari sikap dan keterampilan mahasiswa selama di rumah sakit. Hal ini menegaskan komitmen UAA untuk tidak hanya meluluskan bidan yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki attitude dan keterampilan klinis yang unggul.
Dengan selesainya PK II ini, Universitas Alma Ata kembali membuktikan komitmennya dalam mewujudkan visi tahun 2035 untuk menghasilkan ahli madya kebidanan yang unggul, berdaya saing global, dan berakhlak mulia.
Foto 1. Orientasi PK II oleh Dosen Supervisi dan Bagian Diklat RS
Foto 2. Presentasi Kasus oleh Mahasiswa D3 Kebidanan