Penulis: Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes | Dosen D3 Kebidanan Universitas Alma Ata
Pernah gak sih, pas alarm bunyi pagi-pagi, rasanya pengen banget lanjut tidur dan bolos sekolah gara-gara perut melilit pas hari pertama haid? Atau mungkin kamu pernah melihat teman sekelasmu sampai pucat dan harus dijemput orang tuanya karena sakit perut yang tak tertahankan?
Kalau jawabannya “iya”, kamu tidak sendirian! Banyak remaja putri menganggap nyeri haid adalah “takdir” bulanan yang harus diterima pasrah. Padahal, nyeri haid itu ada penjelasannya secara medis, lho.
Istilah medis untuk nyeri haid adalah Dysmenorrhea. Kapan nyeri haid dibilang wajar, dan kapan harus mulai waspada? Yuk, kita bedah faktanya!
Kenapa Bisa Sakit Banget? (Penjelasan Ilmiah)
Secara fisiologis, saat haid, dinding rahim kamu sedang meluruh. Penelitian menunjukkan bahwa rasa nyeri ini dipicu oleh peningkatan produksi zat kimia alami tubuh bernama hormon Prostaglandin.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kadar prostaglandin yang terlalu tinggi menyebabkan otot rahim berkontraksi (meremas) sangat kuat hingga menekan pembuluh darah di sekitarnya. Tekanan ini menghambat suplai oksigen ke jaringan rahim (iskemia), dan inilah yang mengirimkan sinyal rasa sakit kram hebat ke otak kamu (ACOG, 2022).
Jadi, sakitnya itu nyata karena proses biologis yang intens, bukan sekadar “baper” atau drama!
Cek Tanda “Red Flag” Ini!
Nyeri haid dikatakan dalam kondisi wajar kalau hanya menyebabkan rasa tidak nyaman dan kamu masih bisa melakukan aktifitas di hari ke-1 atau ke-2. Kondisi ini disebut Dysmenorrhea Primer. Tapi, kamu Wajib Waspada apabila nyeri haidmu punya tanda-tanda berikut:
- Mengganggu Aktivitas Total: Kamu sampai tidak bisa bangun dari kasur, absen sekolah, atau tidak bisa beraktivitas sama sekali.
- Obat Pereda Nyeri Tidak Mempan: Sudah minum obat anti-nyeri, tapi sakitnya tidak berkurang.
- Disertai Gejala Lain yang Parah: Seperti pingsan, muntah hebat, atau diare berlebihan.
- Durasi Panjang: Nyerinya bertahan lebih dari 3 hari berturut-turut dengan intensitas yang sama.
Jika kamu mengalami hal di atas, maka bisa jadi nyeri haidmu tergolong pada Dysmenorrhea Sekunder (nyeri yang disebabkan oleh gangguan klinis, seperti kista ovarium atau endometriosis). Oleh karena itu Jangan didiamkan, ya!
Gak Melulu Harus Minum Obat Coba 4 cara Ampuh Ini!
Kalau nyerimu masih tergolong wajar (Dysmenorrhea Primer), kamu bisa coba cara alami ini untuk meredakan sebelum memutuskan minum obat:
- Kompres Hangat (The Magic of Heat): Tempelkan botol berisi air hangat atau heating pad di perut bagian bawah. Panas akan melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) dan membuat otot rahim lebih rileks. Rasanya seperti dipeluk dari dalam!
- Olahraga Ringan, Jangan Mager: Rebahan seharian justru membuat aliran darah tidak lancar. Coba jalan santai atau stretching yoga ringan (posisi child’s pose). Gerakan ini memicu tubuh memproduksi Endorfin (anti-nyeri alami buatan tubuhmu sendiri).
- Stop Kopi & Boba: Kafein dalam kopi dan teh memiliki sifat vasokonstriksi (menyempitkan pembuluh darah), yang bisa bikin kram makin parah. Ganti dengan air putih hangat atau teh chamomile agar tubuh terhidrasi dan kram berkurang.
- Posisi Tidur Meringkuk (Fetal Position): Tidur menyamping dengan kaki ditekuk ke arah dada bisa mengurangi ketegangan pada otot perut. Ini adalah posisi paling nyaman saat tamu bulanan datang.
Bidan: Bukan Cuma Soal Melahirkan
Banyak orang mengira tugas Bidan hanya membantu ibu melahirkan bayi. Itu mitos besar!
Faktanya, seorang Bidan adalah ahli kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya (women’s health cycle). Mulai dari remaja (pubertas), calon pengantin, ibu hamil, hingga lansia (menopause).
Memahami kenapa perut kamu sakit, bagaimana menyeimbangkan hormon agar wajah bebas jerawat, hingga mendeteksi kelainan reproduksi sejak dini adalah hal-hal yang dipelajari mahasiswa Kebidanan. Di jurusan ini, kita belajar bahwa setiap keluhan wanita itu valid dan ada solusi ilmiahnya berdasarkan Evidence Based Midwifery.
Kesimpulan: Ingin Paham Lebih dalam Tentang Rahasia Tubuh Wanita?
Daripada cuma bingung dan termakan mitos kesehatan di medsos, lebih baik kamu pelajari ilmunya langsung dari ahlinya di Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja. Bayangkan serunya bisa jadi tempat curhat kesehatan yang terpercaya buat teman, keluarga, dan masyarakat!.
Referensi:
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2022). Dysmenorrhea: Painful periods. Washington, DC: ACOG.
- Burnett, M., & Lemyre, M. (2017). No. 345-Primary dysmenorrhea consensus guideline. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 39(7), 585–595.
- Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pentingnya tablet tambah darah dan manajemen kesehatan menstruasi bagi remaja putri. Jakarta: Kemenkes RI.
- Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu kandungan (Ed. ke-3). Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.