Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata Yogyakarta
Kita dikepung oleh produk yang terlihat seperti makanan, namun secara struktur kimiawi sangat jauh dari aslinya. Inilah Ultra-Processed Food (UPF) atau Makanan Ultra-Proses. Istilah yang dipopulerkan oleh sistem klasifikasi NOVA ini merujuk pada formulasi industri yang mengandung sedikit sekali bahan pangan utuh dan sarat dengan zat aditif (pewarna, perasa, pengemulsi).
Konsumsi UPF bukan lagi sekadar isu diet, melainkan krisis kesehatan global. Berikut adalah paparan ilmiah mengenai risiko dan strategi pencegahannya.
1. Mengapa UPF Berbahaya?
Studi internasional dalam kurun waktu 2023-2024 telah mengubah pandangan kita dari sekadar “kurangi gula/garam” menjadi “hindari pemrosesan industri”.
- Dampak Sistemik pada Tubuh:
Sebuah tinjauan payung (umbrella review) yang masif diterbitkan di The BMJ (British Medical Journal) pada tahun 2024 menganalisis data dari hampir 10 juta orang. Hasilnya mengejutkan: konsumsi UPF yang tinggi secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko pada 32 parameter kesehatan, termasuk kematian akibat penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, kecemasan (anxiety), dan gangguan tidur.
- Mekanisme “Hyper-palatability”:
UPF dirancang secara ilmiah untuk menjadi hyper-palatable (sangat lezat hingga membuat ketagihan). Kombinasi lemak, gula, dan natrium yang presisi ini memintas sinyal kenyang alami tubuh, membuat kita makan berlebihan tanpa sadar.
2. Cara Mengidentifikasi UPF
Langkah pertama pencegahan adalah mengenali musuh. Tidak semua makanan kemasan adalah UPF. Gunakan Klasifikasi NOVA:
- Grup 1 (Tidak/Minim Proses): Telur, susu murni, buah potong, beras.
- Grup 3 (Processed): Keju, roti segar buatan toko roti, buah kaleng (hanya dengan gula/garam).
- Grup 4 (Ultra-Processed): Minuman bersoda, sereal sarapan manis, nugget ayam instan, roti kemasan yang awet berbulan-bulan.
Tips Cepat: Jika ada bahan di label yang tidak Anda temukan di dapur rumah (seperti high-fructose corn syrup, hydrogenated oils, hydrolyzed protein, atau kode warna/pengawet), itu hampir pasti UPF.
Kesimpulan
Mencegah konsumsi UPF adalah investasi jangka panjang untuk mencegah penyakit kronis. Tubuh manusia berevolusi untuk mencerna bahan pangan utuh, bukan campuran bahan kimia industri. Mulailah dengan langkah kecil: baca label sebelum membeli dan kembali ke dapur.
Artikel kesehatan yang menarik lainya bisa diakses di website Prodi
D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul
Referensi Kunci (Jurnal Terbaru):
- Lane, M. M., et al. (2024). Ultra-processed food exposure and adverse health outcomes: umbrella review of epidemiological meta-analyses. The BMJ. https://www.bmj.com/content/384/bmj-2023-077310
- Cordova, R., et al. (2023). Consumption of ultra-processed foods and risk of multimorbidity of cancer and cardiometabolic diseases. The Lancet Regional Health – Europe. https://www.thelancet.com/journals/lanepe/article/PIIS2666-7762(23)00190-4/fulltext
- Monteiro, C. A., et al. (2019). Updated discussions 2023). Ultra-processed foods: what they are and how to identify them. Public Health Nutrition. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10260459/