Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan
Pernah merasa capek padahal tidak melakukan aktivitas fisik yang berat? Atau merasa “ramai” di media sosial, tetapi tetap merasa sendirian? Jika iya, kamu tidak sendirian. Inilah gambaran remaja di era sekarang, hidup di dunia yang serba cepat, penuh tuntutan, dan nyaris tanpa jeda.
Remaja masa kini tidak hanya dituntut untuk pintar di sekolah, tetapi juga harus terlihat keren, aktif, produktif, dan selalu “update”. Tanpa disadari, hal ini bisa menjadi beban tersendiri.
Dunia Remaja yang Tidak Lagi Sederhana
Dulu, pergaulan remaja terjadi di sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar. Sekarang, pergaulan berpindah ke layar ponsel. Satu unggahan bisa menentukan rasa percaya diri, satu komentar bisa mempengaruhi suasana hati seharian.
Remaja saat ini menghadapi :
- Tekanan untuk selalu terlihat bahagia
- Standar hidup yang tidak realistis di media sosial
- Persaingan akademik yang semakin ketat
- Ekspektasi keluarga dan lingkungan
- Ketakutan akan kegagalan dan masa depan
Semua ini terjadi di usia ketika remaja masih belajar memahami emosi dan jati diri.
Pergaulan: Antara Teman, Tren, dan Tekanan
Teman sebaya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan remaja. Di satu sisi, teman bisa menjadi sumber dukungan. Namun disisi lain, tekanan untuk “ikut-ikutan” sering membuat remaja melakukan hal yang sebenarnya tidak mereka inginkan.
Mulai dari cara berpakaian, gaya bicara, kebiasaan nongkrong, hingga penggunaan media sosial, semuanya bisa menjadi ajang pembuktian diri. Tanpa disadari, remaja bisa kehilangan batasan dan nilai diri hanya demi diterima.
Remaja Butuh Dipahami, Bukan Hanya Dinilai
Banyak remaja terlihat baik-baik saja, padahal sedang berjuang dalam diam. Tidak semua masalah bisa diungkapkan lewat kata-kata. Ada yang memilih diam karena takut tidak dipahami, ada pula yang takut dianggap lemah.
Di sinilah peran lingkungan menjadi sangat penting. Remaja membutuhkan :
- Ruang aman untuk bercerita
- Dukungan tanpa menghakimi
- Contoh nyata, bukan sekadar nasihat
- Kepercayaan bahwa mereka mampu bertumbuh
Menjadi Remaja di Era Sekarang: Apa yang Bisa Dilakukan?
Menjadi remaja di zaman ini memang tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil untuk dijalani dengan sehat dan bermakna. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Belajar mengenali dan menerima diri sendiri
- Mengurangi kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain
- Memilih pergaulan yang saling mendukung
- Berani berkata “tidak” pada hal yang merugikan diri
- Mencari bantuan ketika merasa lelah atau kewalahan
Ingat, tidak semua hal harus kamu selesaikan sendiri.
Remaja Tidak Harus Sempurna
Menjadi remaja bukan tentang siapa yang paling cepat berhasil, paling populer, atau paling terlihat sukses. Ini adalah tentang proses bertumbuh, belajar dari kesalahan, dan menemukan arah hidup sedikit demi sedikit.
Kamu boleh lelah. Kamu boleh bingung. Kamu boleh gagal. Tapi jangan berhenti menjadi dirimu sendiri.
Artikel kesehatan yang menarik lainya bisa diakses di website Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang salah satu kampus terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul.
Daftar Pustaka
Ali, M., & Asrori, M. (2019). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Arnett, J. J. (2018). Adolescence and emerging adulthood (6th ed.). New York: Pearson Education.
Hurlock, E. B. (2017). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W. (2019). Life-span development: Perkembangan masa hidup (Edisi 13). Jakarta: Erlangga.
Steinberg, L. (2017). Adolescence (11th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Panduan penguatan karakter dan kesejahteraan peserta didik. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Kurikulum Merdeka: Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek.
World Health Organization. (2020). Adolescent mental health. Geneva: WHO.
Yusuf, S. (2018). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.