Penulis: Dosen Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata
Apa Itu Campak?
Campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penyakit ini sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Virus dapat bertahan di udara hingga dua jam, sehingga risiko penularan sangat tinggi, terutama pada anak yang belum diimunisasi.
Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Tahun 2025
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak dan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium, dengan 69 kematian. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan kasus suspek lebih dari 100%.
Beberapa wilayah di Indonesia bahkan melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Peningkatan ini dikaitkan dengan cakupan imunisasi yang belum merata serta adanya anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap. Data ini menjadi pengingat bahwa campak bukan penyakit ringan dan masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak di Indonesia.
Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai
Gejala penyakit campak biasanya muncul 7–14 hari setelah penderita terpapar virus. Gejala penyakit campak meliputi:
- Demam tinggi
- Batuk, pilek, dan mata merah berair
- Bintik putih di dalam mulut (bintik Koplik)
- Ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh
Anak yang mengalami gejala tersebut perlu segera diperiksa ke fasilitas kesehatan.
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Campak dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada balita dan anak dengan daya tahan tubuh lemah, seperti:
- Pneumonia
- Diare berat dan dehidrasi
- Infeksi telinga
- Ensefalitis (radang otak)
- Kematian pada kasus berat
Jadwal Vaksinasi Campak (MMR)
Meskipun dapat menyebabkan kematian, sebetulnya penularan penyakit campak dapat dicegah melalui imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Imunisasi ini diberikan 2x, yaitu pada saat anak berusia 12-15 bulan, selanjutnya diberikan kembali pada usia 4-6 tahun. Pemberian imunisasi secara lengkap dapat memberikan perlindungan hingga 97% terhadap campak.
Di Indonesia, imunisasi campak masuk dalam program imunisasi nasional sesuai jadwal dari Kementerian Kesehatan. Oleh karenanya masyarakat dapat memperoleh imunisasi ini secara gratis di tempat pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas.
Kesimpulan
Campak adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian pada anak. Penularan penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi. Lonjakan penyakit campak di Indonesia pada tahun 2025 menjadi peringatan penting bahwa imunisasi tidak boleh diabaikan. Pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Temukan artikel menarik lainnya terkait kesehatan ibu dan anak di Website Prodi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Alma Ata. Prodi D3 Kebidanan Terbaik di Jogja dan Terakreditasi UGGUL.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Surveilans Campak Nasional 2025.
- World Health Organization. Measles Fact Sheet (2023).
- Centers for Disease Control and Prevention. Measles (Rubeola) (2024).
- Patel MK, et al. Progress Toward Regional Measles Elimination. MMWR (2019).
- Moss WJ. Measles. The Lancet (2017).