Penulis: Dosen Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata

Tahukah Anda bahwa beberapa penyakit menular mematikan yang pernah menjadi mimpi buruk di masa lalu, kini masih mengancam anak-anak kita? Belakangan ini, kita sering mendengar berita mengenai munculnya kembali Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit seperti campak, difteri, pertusis (batuk rejan), hingga polio di beberapa daerah di Indonesia. Ironisnya, berbagai penyakit berbahaya yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius, cacat permanen, hingga kematian ini sesungguhnya sangat mudah dicegah—yaitu melalui imunisasi. Penurunan cakupan imunisasi di suatu wilayah sering kali menjadi celah masuknya wabah penyakit tersebut. Oleh karena itu, melengkapi jadwal imunisasi anak bukan hanya sekadar kewajiban administratif, melainkan pemenuhan hak anak untuk tumbuh sehat dan terlindungi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Apa Itu Imunisasi dan Mengapa Sangat Penting?

Imunisasi bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh anak untuk menghasilkan respons protektif (antibodi) terhadap bakteri atau virus tertentu, tanpa anak tersebut harus jatuh sakit dan menderita terlebih dahulu. Dengan cakupan imunisasi yang luas, merata, dan tepat waktu di lingkungan masyarakat, kita tidak hanya melindungi anak yang divaksinasi. Kita juga sedang membangun perlindungan bagi masyarakat umum melalui apa yang disebut dengan herd immunity (kekebalan kelompok)—yaitu kondisi ketika sebagian besar populasi sudah kebal, sehingga rantai penularan penyakit melambat atau bahkan terhenti sepenuhnya. Program imunisasi yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu, dan rumah sakit telah terbukti secara ilmiah menurunkan angka kesakitan dan kematian anak di seluruh Indonesia.

Jadwal Imunisasi Anak Indonesia

Program imunisasi dibagi menjadi imunisasi dasar (diberikan sejak bayi baru lahir hingga balita) dan imunisasi lanjutan (diberikan pada usia anak sekolah atau remaja). Berikut adalah jadwal lengkap berdasarkan rekomendasi terbaru dari Kementerian Kesehatan RI:

1. Imunisasi Dasar (0–18 Bulan) Jadwal ini mencakup imunisasi yang ditanggung pemerintah dan sangat dianjurkan agar sistem imun anak kuat menghadapi penyakit serius sejak dini.

Tabel Jadwal Imunisasi Dasar pada Bayi dan Balita

Jenis VaksinUsia Anak
0 bulan(Saat lahir)2 bulan3 bulan4 bulan9 bulan12–24 bulan18 Bulan
Hepatitis B (HB-0)      
BCG      
Polio (OPV)      
DPT-HB-Hib 1.      
Polio 1, PCV 1, Rotavirus 1                                           
DPT-HB-Hib 2, Polio 2, Rotavirus 2.      
DPT-HB-Hib 3, Polio 3, IPV 1, PCV 2, Rotavirus 3.      
Campak-Rubella 1 (MR 1)      
IPV 2      
PCV 3      
DPT-HB-Hib 4 dan Campak-Rubella 2      

2. Imunisasi Lanjutan (Usia Sekolah & Remaja) Selain imunisasi dasar saat bayi, anak juga perlu mendapatkan imunisasi lanjutan dan booster (penguat) ketika memasuki usia sekolah, di antaranya:

  1. Vaksin DT/Td dan Campak-Rubella tambahan, yang biasanya diberikan serentak melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di institusi pendidikan.
  2. Vaksin HPV untuk anak perempuan usia 11–12 tahun (kelas 5 dan 6 SD) sebagai langkah krusial pencegahan kanker serviks di masa depan.

Prinsip Pemberian dan Mengejar Jadwal yang Terlewat

Imunisasi harus diberikan tepat waktu sesuai usianya karena masing-masing vaksin memiliki periode optimal untuk memicu respons imun yang paling kuat. Namun, jika anak Anda terlambat atau terlewat jadwalnya karena sakit atau hal lain, jangan panik. Imunisasi kejar (catch-up immunization) sangat bisa dilakukan dengan tetap mengikuti interval yang aman antar dosis. Tenaga kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit akan dengan senang hati membantu Anda menyusun dan menyesuaikan jadwal baru.

Kesimpulan

Melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal pemerintah adalah investasi kesehatan jangka panjang yang paling berharga. Langkah ini sangat krusial untuk mengurangi risiko penyakit mematikan dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Bagi orang tua dan pengasuh, pastikan Anda selalu melakukan pencatatan di Buku KIA dan berkonsultasilah dengan bidan atau dokter di fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan hak imunisasi si kecil terpenuhi. Dapatkan informasi kesehatan lainnya di website Prodi D3 Kebidanan, Universitas Alma Ata. Prodi Kebidanan terbaik di Jogja dan terakreditasi UNGGUL.

Daftar Pustaka:

  1. World Health Organization. (2022). Immunization agenda 2030: A global strategy to leave no one behind. Geneva: WHO. https://www.who.int 
  2. World Health Organization. (2023). Routine immunization schedule and vaccine-preventable diseases. Geneva: WHO.
  3. UNICEF Indonesia. (2023). Immunization and vaccine-preventable diseases in children. https://www.unicef.org/indonesia
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2023). Jadwal imunisasi anak Indonesia rekomendasi IDAI 2023. Jakarta: IDAI.