BREBES_ Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pilar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata (UAA) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Isti Chana Zuliyati, S.ST., M.Keb. bersama Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Alma Ata Desa Kedunguter sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan terintegrasi. Kegiatan yang mengusung tema “Gen-Z Health Upgrade: Sosialisasi PTM dan Mental Health (Kenali Diabetes, Jaga Mental Health)” ini dilaksanakan di SMK N 1 Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada Kamis, 11 September 2026. Program ini dirancang interaktif guna merespons tantangan kesehatan fisik dan psikologis yang kian kompleks di kalangan remaja generasi z. Program ini merupakan bagian dari program Penyuluhan Kesehatan Remaja CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin melakukan aktivitas fisik, Diet sehat dengan gizi seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress), sebagai strategi nasional dalam pengendalian PTM.
Dukungan Penuh dari Pihak Mitra Sekolah
Acara dibuka secara resmi di aula sekolah dengan penerapan protokol kegiatan yang hangat. Mewakili Kepala SMK N 1 Bulakamba yang sedang menghadiri agenda kedinasan lain, Ibu Fatimah selaku Guru Pendamping Palang Merah Remaja (PMR) menyambut baik inisiatif strategis dari Universitas Alma Ata ini selain karena kegiatan yang diberikan, juga karena ini pertama kalinya Universitas Alma Ata hadir langsung di SMK N 1 Bulakamba.
“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Ibu Isti Chana Zuliyati selaku DPL dan seluruh adik-adik mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata. Isu Penyakit Tidak Menular (PTM) dan kesehatan mental ini sangat dekat dengan keseharian siswa, namun sering kali terabaikan. Kehadiran tim pengabdian masyarakat ini memberikan pemahaman baru yang sangat dibutuhkan, terutama bagi anggota PMR yang nantinya akan menjadi motor edukasi sebaya di sekolah,” ujar Ibu Fatimah dalam sambutannya.
Pemaparan Materi Komprehensif: Menjaga Fisik dan Mental Remaja
Berbeda dari penyuluhan konvensional, materi pada kegiatan ini dikemas secara holistik dan terintegrasi dalam satu sesi komprehensif. Isti Chana Zuliyati, S.ST., M.Keb. bersama mahasiswa mengupas tuntas kaitan erat antara Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Diabetes Melitus tipe 2 dan kesehatan mental (mental health). Remaja diajak menyadari bahwa gaya hidup modern—mulai dari tingginya konsumsi minuman manis kekinian (es boba, es teh jumbo dan lainnya) hingga paparan media sosial yang memicu kecemasan akademik—dapat mengganggu keseimbangan fisik sekaligus psikologis mereka.
“Investasi kesehatan jangka panjang harus dimulai sejak dini. Melalui Gen-Z Health Upgrade ini, kami ingin menanamkan kesadaran preventif agar para siswa mampu membatasi asupan gula harian demi mencegah diabetes, sekaligus memiliki regulasi emosi yang baik dalam mengelola stres, karena secara nyata siswa SMK N 1 Bulakamba ini memiliki aktivitas yang cukup padat ada kegiatan pembelajarab di Sekolah, di Lapangan dan juga mempersiapkan Ujian Akhir kelulusan karena sudah kelas XII.
Untuk mendukung pemaparan teori tersebut, kegiatan tidak hanya dikemas dalam bentuk penyampaian materi secara ceramah tetapi ada juga diskusi kasus dan presentasi.
Penyegaran Lewat UAA Health Stretching
Usai menerima pemaparan materi yang padat ilmu, suasana aula dicarikan lewat sesi ice breaking yang energik bertajuk “UAA Health Stretching”. Dipandu oleh para mahasiswa KKNT, seluruh peserta diajak melakukan gerakan peregangan ringan yang dikombinasikan dengan musik ritmis. Ice breaking khas Universitas Alma Ata ini tidak hanya berhasil mengusir rasa penat dan kantuk, tetapi juga mempraktikkan langsung pentingnya tetap aktif bergerak di sela-sela aktivitas belajar harian, serta siswa kembali fokus sebelum kegiatan berikutnya.
Bedah Kasus Berbasis Kelompok dan Apresiasi Reward
Memasuki inti bagian interaktif, suasana belajar kelompok yang dinamis mulai terbangun. Sebanyak 140 siswa yang hadir secara sistematis terbagi ke dalam 8 kelompok kerja. Guna menjamin jalannya diskusi yang terarah dan mendalam, setiap kelompok didampingi oleh 1 mahasiswa KKN yang bertindak sebagai fasilitator.
Dalam sesi diskusi kelompok ini, para siswa diminta membedah sebuah studi kasus nyata seputar dilema gaya hidup remaja, ancaman diabetes, hingga tekanan mental di era digital. Pendekatan rekan sebaya (peer-to-peer approach) ini sukses memicu daya kritis dan empati para siswa.
Setelah berdiskusi, perwakilan masing-masing kelompok melakukan presentasi singkat di atas panggung untuk memaparkan solusi kreatif yang mereka rumuskan. Berdasarkan hasil penilaian objektif dari tim penilai terhadap penguasaan materi dan kualitas solusi yang dipresentasikan, dipilih 3 kelompok terbaik yang berhak mendapatkan reward khusus sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
Kontribusi Nyata Mahasiswa KKNT dan Keberlanjutan Program
Bagi institusi Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata, kegiatan PkM kolaboratif ini tidak sekadar pemenuhan output akademik mahasiswa di lapangan. Ini merupakan bentuk nyata hilirisasi ilmu pengetahuan dan peran aktif akademisi dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di sektor kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes.
Melalui program ini, diharapkan para siswa SMK N 1 Bulakamba mampu bertindak sebagai health ambassador yang mandiri, membawa pengaruh positif bagi lingkungan keluarga, serta turut andil dalam mencetak generasi muda Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkualitas secara holistik menuju Indonesia Emas.