Dosen Prodi Kebidanan FKIK Alma Ata Raih Penghargaan dan Apresiasi Institusi

Dosen Prodi Kebidanan FKIK Alma Ata Raih Penghargaan dan Apresiasi Institusi

Yogyakarta — Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata kembali memberikan apresiasi kepada insan terbaik yang telah menunjukkan dedikasi, inspirasi, dan kontribusi dalam mendukung kemajuan institusi serta memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa.

Apresiasi tersebut diberikan kepada dosen Program Studi Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata yang telah menorehkan prestasi melalui penghargaan Mujahidah Alma Ata XV dan Tenaga Pendidik Terbaik 2025.

Pada ajang Mujahidah Alma Ata XV, penghargaan diberikan kepada Ibu Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes.Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam menjalankan peran sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Alma Ata.

Sementara itu, penghargaan Tenaga Pendidik Terbaik 2025 diraih oleh Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb.Penghargaan tersebut menjadi wujud apresiasi atas komitmen dalam menjalankan tugas pendidikan serta kontribusi dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan mahasiswa.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan karya, inovasi, dan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.

Penghargaan bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas pencapaian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa dedikasi dan kontribusi yang dilakukan dengan penuh komitmen dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik.

Selamat dan sukses kepada Ibu Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes. dan Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb. Semoga penghargaan yang diraih menjadi bagian dari perjalanan untuk terus menginspirasi, berprestasi, dan menghasilkan karya-karya terbaik di masa mendatang.

Dedikasi, inspirasi, dan prestasi untuk terus melangkah bersama Alma Ata. 💙

Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja SMK NU 05 Kaliwungu Selatan sebagai Bagian dari Kegiatan MCHP dalam KKNT

Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja SMK NU 05 Kaliwungu Selatan sebagai Bagian dari Kegiatan MCHP dalam KKNT

Masa remaja merupakan periode penting dalam kehidupan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada tahap ini, remaja membutuhkan informasi yang tepat dan sesuai dengan tahap perkembangannya agar mampu memahami perubahan yang terjadi pada dirinya serta menjaga kesehatan secara bertanggung jawab. Salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian adalah kesehatan reproduksi.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Maternal and Child Health Promotion (MCHP) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 12 Magelung Universitas Alma Ata, mahasiswa S1 Kebidanan Fitri Azizaturrahmahmelaksanakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa kelas XII SMK NU 05 Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, pada 8 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan kompetensi mahasiswa dalam melakukan promosi kesehatan melalui pemberian edukasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kelompok sasaran, khususnya remaja.

Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja

Dalam kegiatan MCHP tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi remaja dengan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta.

Materi yang diberikan meliputi perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, kebersihan dan perawatan organ reproduksi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta upaya menjaga diri dalam lingkungan pergaulan.

Selain aspek fisik, siswa juga diberikan pemahaman bahwa kesehatan reproduksi berkaitan dengan kemampuan remaja untuk mengenali dan menghargai dirinya, memahami batasan pribadi, menjaga perilaku, serta mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

Pemberian informasi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan yang benar sehingga mampu menghadapi berbagai perubahan selama masa remaja dengan lebih percaya diri dan bijak.

MCHP Dikemas secara Interaktif

Sebagai bagian dari strategi promosi kesehatan, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara satu arah. Mahasiswa mengembangkan proses edukasi yang interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pemahaman mengenai berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.

Pendekatan komunikasi dua arah membuat siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi selama penyampaian materi maupun diskusi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga dapat mengidentifikasi kebutuhan informasi peserta dan memberikan klarifikasi terhadap berbagai pemahaman yang masih kurang tepat mengenai kesehatan reproduksi.

Mahasiswa mengajak siswa untuk mulai menerapkan perilaku sederhana yang dapat mendukung kesehatan diri, seperti menjaga kebersihan tubuh dan organ reproduksi, menggunakan pakaian yang bersih, menerapkan pola hidup sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjaga diri dalam lingkungan sosial.

Penerapan Peran Mahasiswa Kebidanan dalam Promosi Kesehatan

Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk penerapan peran mahasiswa S1 Kebidanan dalam bidang promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan MCHP, mahasiswa tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi kesehatan, tetapi juga belajar menyesuaikan metode komunikasi dengan karakteristik kelompok sasaran.

Remaja sebagai kelompok sasaran membutuhkan pendekatan edukasi yang komunikatif, tidak menghakimi, dan memberikan ruang untuk bertanya serta berdiskusi. Oleh karena itu, kemampuan mahasiswa dalam membangun komunikasi yang efektif menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan promosi kesehatan.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran di lingkungan akademik ke dalam situasi nyata di masyarakat.

Mendorong Kesadaran Remaja untuk Menjaga Kesehatan

Pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi melalui kegiatan MCHP diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak masa remaja.

Pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih mengenali kondisi dirinya, menjaga kebersihan dan kesehatan, membangun kebiasaan hidup sehat, serta mempertimbangkan berbagai konsekuensi sebelum mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang memperkuat keterampilan dalam melakukan promosi kesehatan, komunikasi edukatif, dan pemberdayaan kelompok sasaran sebagai bagian dari kompetensi calon bidan.

Melalui kegiatan MCHP dalam KKNT 12 Magelung, diharapkan siswa kelas XII SMK NU 05 Kaliwungu Selatan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi dan mampu menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan pada kelompok remaja di masyarakat.

Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata Perkuat Kurikulum 2026 melalui Review Bersama AIPKIND Regional DIY

Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata Perkuat Kurikulum 2026 melalui Review Bersama AIPKIND Regional DIY

Yogyakarta — Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum 2026pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Dr. Heni Puji Wahyuningsih, S.Si.T., M.Keb., selaku Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) dan Ketua AIPKIND Regional DIY, sebagai reviewer kurikulum. Kegiatan diikuti oleh dosen Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata sebagai bagian dari proses penyempurnaan kurikulum yang akan diterapkan pada tahun akademik mendatang.

Review Kurikulum 2026 merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan kurikulum Program Studi Kebidanan. Kegiatan ini bertujuan memperoleh masukan dari pihak eksternal yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang pendidikan serta praktik kebidanan, sehingga kurikulum yang disusun dapat semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan kompetensi profesi bidan.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Heni Puji Wahyuningsih, S.Si.T., M.Keb. memberikan berbagai masukan dan rekomendasi terhadap rancangan Kurikulum 2026. Review dilakukan secara menyeluruh dengan membahas keterkaitan antara visi dan misi program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), bahan kajian, struktur kurikulum, mata kuliah, bobot SKS, proses pembelajaran, serta sistem asesmen.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam review adalah penguatan penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas dan sistematis antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, metode pembelajaran, dan asesmen. Dengan demikian, setiap mata kuliah dapat memberikan kontribusi yang terukur terhadap pencapaian kompetensi lulusan.

Ketua AIPKIND Regional DIY juga memberikan arahan agar pengembangan kurikulum tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga memastikan keterkaitan dengan kebutuhan kompetensi lulusan dan perkembangan praktik kebidanan. Hal tersebut menjadi bahan penting bagi Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata dalam melakukan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan internal maupun eksternal. Kurikulum 2026 diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan kebidanan yang relevan dan bermutu serta mendukung terbentuknya lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan kebidanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Farewell Party Prodi Kebidanan: Merangkai Kenangan, Melangkah Menuju Masa Depan

Farewell Party Prodi Kebidanan: Merangkai Kenangan, Melangkah Menuju Masa Depan

Yogyakarta, Jumat, 14 Agustus 2026 — Program Studi Kebidanan Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Farewell Party sebagai momen kebersamaan sekaligus perpisahan bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan perjalanan, mengenang berbagai cerita, serta mempererat kebersamaan sebelum para mahasiswa melangkah menuju tahap perjalanan berikutnya.

Farewell Party diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jenjang, yaitu mahasiswa D3 Kebidanan angkatan 2023, mahasiswa S1 Kebidanan angkatan 2022, serta mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan angkatan 2025. Kegiatan ini juga semakin hangat dengan kehadiran dan pendampingan dari Ketua Jurusan Kebidana, Kaprodi, serta seluruh dosen Kebidanan yang turut menjadi bagian dari perjalanan akademik para mahasiswa.

Mengusung suasana penuh keakraban dan kebahagiaan, kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas menarik, seperti games, ramah tamah, dan Berbagi Kenangan dan Kesan. Tawa, cerita, dan interaksi yang tercipta menjadi momen berharga yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan keluarga besar Prodi Kebidanan Alma Ata.

Lebih dari sekadar acara perpisahan, Farewell Party menjadi kesempatan untuk mengapresiasi perjalanan dan proses yang telah dilalui bersama. Bagi mahasiswa tingkat akhir, momen ini menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan, tantangan, dan kebersamaan selama menempuh pendidikan merupakan bagian penting dari perjalanan menuju profesionalisme sebagai tenaga kebidanan.

Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan cerita indah yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersama. Semoga setelah menyelesaikan pendidikan, seluruh mahasiswa dapat melangkah dengan penuh percaya diri, membawa ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Sebuah akhir untuk kenangan indah, sekaligus awal untuk langkah yang lebih baik. 🤍✨

Perkuat Kompetensi Klinis, Mahasiswa S1 Kebidanan Alma Ata Disiapkan Hadapi Kegawatdaruratan

Perkuat Kompetensi Klinis, Mahasiswa S1 Kebidanan Alma Ata Disiapkan Hadapi Kegawatdaruratan

Yogyakarta, 7 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata angkatan 2022 mengikuti Pelatihan KKMN (Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal) yang diselenggarakan bersama Sieka Medika pada 3–7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terukur.

Pelatihan KKMN dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini. Tidak hanya memahami tanda dan gejala bahaya, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan penanganan awal, menentukan prioritas tindakan, mengambil keputusan klinis secara cepat dan tepat, serta memahami prinsip sistem rujukan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan.

Kegawatdaruratan maternal dan neonatal merupakan kondisi yang membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan karena perubahan kondisi pasien dapat terjadi dengan cepat. Dalam situasi tersebut, kemampuan untuk mengenali tanda bahaya dan memberikan pertolongan awal secara tepat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi yang lebih berat.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Proses pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan klinis, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kerja sama dalam memberikan pelayanan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan kesiapan profesional mahasiswa sebelum memasuki dunia pelayanan kebidanan. Seorang bidan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif, tetapi juga harus mampu bertindak tanggap ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

“Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan tidak hanya dibangun ketika seorang bidan sudah berada di tempat pelayanan. Kesiapan tersebut perlu dilatih sejak masa pendidikan melalui pembelajaran, simulasi, dan pengalaman praktik yang terarah,” ungkap salah satu pendamping kegiatan.

Pelatihan KKMN bersama Sieka Medika juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya koordinasi dan komunikasi dalam penanganan kegawatdaruratan. Dalam kondisi darurat, keberhasilan pelayanan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemampuan tim dalam bekerja secara terkoordinasi serta memastikan pasien mendapatkan penanganan dan rujukan sesuai kebutuhan.

Bagi mahasiswa Program Sarjana Kebidanan angkatan 2022, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran yang memperkuat kesiapan menghadapi tantangan profesi di masa mendatang. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan pelayanan kebidanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.

Melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik, Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata terus berkomitmen mempersiapkan calon bidan yang kompeten, responsif, dan mampu memberikan pelayanan berbasis bukti (evidence-based midwifery).

Pelatihan KKMN bukan sekadar tentang belajar menghadapi kondisi darurat, tetapi juga tentang membangun kesiapan untuk hadir dan memberikan respons terbaik ketika ibu dan bayi membutuhkan pertolongan.

Learn. Train. Ready to Serve. 🩺🩷

Sister School S1 Kebidanan Alma Ata, Bekali Siswa SMAN 1 Ngemplak Membangun Hubungan Sehat pada Masa Remaja

Sister School S1 Kebidanan Alma Ata, Bekali Siswa SMAN 1 Ngemplak Membangun Hubungan Sehat pada Masa Remaja

Sleman, 17 Juli 2026 – Program Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Alma Ata kembali menyelenggarakan kegiatan Sister School di SMAN 1 Ngemplak sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui program dosen mengajar yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, sehingga mereka memiliki bekal dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Juli 2026 tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Ngemplak dengan mengangkat tema “Aku Suka Dia, Lalu Harus Bagaimana? Cara Sehat Mengungkapkan Cinta dan Ketertarikan.” Tema ini dipilih karena menjelang akhir masa remaja, peserta didik mulai dihadapkan pada dinamika hubungan sosial yang semakin kompleks. Ketertarikan terhadap lawan jenis maupun orang yang disukai merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, remaja berpotensi terpengaruh oleh informasi yang kurang sesuai, terutama melalui media sosial dan lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, edukasi mengenai hubungan yang sehat menjadi bekal penting agar remaja mampu membangun relasi yang positif, saling menghargai, dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan ini, dosen Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata, Fatimatasari, M.Keb., Bdn. dan Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn., mengajak peserta memahami bahwa rasa suka merupakan bagian yang wajar dari perkembangan emosional remaja. Namun, perasaan tersebut perlu disampaikan dengan cara yang sehat, menghargai diri sendiri maupun orang lain, serta tidak melanggar batasan pribadi. Materi yang diberikan mengulas berbagai topik penting, seperti perbedaan antara rasa kagum, suka, dan cinta, pentingnya komunikasi yang asertif, memahami konsep personal boundaries dan consent, serta mengenali ciri-ciri hubungan yang sehat maupun hubungan yang berisiko.

Agar suasana pembelajaran lebih menarik, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Peserta diajak menganalisis berbagai situasi yang sering terjadi dalam kehidupan remaja, seperti cara mengungkapkan perasaan dengan sopan, menyikapi penolakan secara dewasa, menghadapi tekanan dari teman sebaya (peer pressure), serta menjaga etika dan jejak digital ketika berkomunikasi melalui media sosial. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis sekaligus merefleksikan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal siswa mengenai hubungan sehat pada masa remaja. Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi, menyampaikan pendapat, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai dinamika hubungan pertemanan, ketertarikan, dan cara membangun komunikasi yang sehat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat berdasarkan rasa saling menghormati, komunikasi yang terbuka, dan tanggung jawab. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, edukasi ini juga diharapkan mampu membentuk keterampilan hidup (life skills) yang mendukung kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana, mengelola emosi, serta menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Kegiatan Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan sekolah, Universitas Alma Ata berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan remaja. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan secara positif.

Ke depan, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata akan terus mengembangkan berbagai kegiatan edukatif melalui Program Sister School dengan tema-tema yang relevan bagi remaja. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan sekolah, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus membentuk generasi muda yang lebih sehat, tangguh, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan di masa depan.

Referensi

McCormick, E. M., Qu, Y., & Telzer, E. H. (2024). Experience-dependent neurodevelopment of self-regulation in adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience, 65, 101338.

Willems, Y. E., Li, J. B., Bartels, M., & Finkenauer, C. (2024). Individual differences in adolescent self-control: The role of gene-environment interplay. Current Opinion in Psychology, 60, 101897.

Thulin, E. J., Kernsmith, P., Fleming, P. J., Heinze, J. E., Temple, J., & Smith-Darden, J. (2023). Coercive-sexting: Predicting adolescent initial exposure to electronic coercive sexual dating violence. Computers in Human Behavior, 141, 107641.

World Health Organization. (2024). Adolescent Health. Geneva: WHO.

United Nations Children’s Fund. (2024). Adolescent Development and Participation. New York: UNICEF.