by Admin Kebidanan | Oct 9, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Generasi muda yang sehat merupakan salah satu fondasi penting bagi terwujudnya masa depan yang berkualitas. Masa remaja menjadi periode yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan hidup sehat, karena berbagai pola perilaku yang terbentuk sejak dini dapat berpengaruh terhadap kesehatan di masa mendatang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk obesitas dan diabetes.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan, telah dilaksanakan kegiatan Edukasi Kesehatan dengan tema “Membangun Generasi Muda Bebas PTM: Cegah Obesitas dan Diabetes” pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di MAS Asy-Syafi’iyah Jatibarang, Brebes. Kegiatan ini menghadirkan Anggi Wiranti Wahyu Nengsi sebagai pemateri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai Penyakit Tidak Menular serta pentingnya melakukan pencegahan sejak usia remaja. Pembahasan difokuskan pada obesitas dan diabetes, termasuk faktor risiko yang berkaitan dengan pola hidup sehari-hari serta pentingnya membangun kebiasaan sehat sejak dini.
Peserta diajak memahami bahwa pencegahan PTM dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari kebiasaan dan gaya hidup yang berisiko merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan menurunkan risiko PTM.
Edukasi ini juga menekankan pentingnya kesadaran remaja terhadap kondisi kesehatan dirinya. Dengan mengenali faktor risiko dan memahami kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko obesitas maupun diabetes, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih sehat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai PTM, tetapi juga didorong untuk menjadi bagian dari generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungannya. Kebiasaan sehat yang dimulai sejak remaja diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung kualitas hidup dan produktivitas di masa depan.
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam membangun literasi kesehatan di kalangan remaja. Melalui informasi yang tepat dan pendekatan promotif-preventif, remaja diharapkan mampu mencegah, mengenali, dan mengendalikan faktor risiko PTM sejak dini.
Karena generasi yang sehat tidak dibentuk dalam satu hari. Ia tumbuh dari kesadaran, kebiasaan baik, dan pilihan sehat yang dimulai hari ini.
Mari tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kesehatan dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Bersama S1 & Profesi Bidan Alma Ata, wujudkan langkahmu menjadi bidan profesional yang kompeten dan berdampak. Informasi selengkapnya melalui PMB Alma Ata.
by Admin Kebidanan | Oct 8, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Masa remaja merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang, ketika individu mulai menghadapi berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja juga mulai dihadapkan pada berbagai pilihan dan pengaruh lingkungan yang dapat berdampak terhadap kesehatan serta masa depannya. Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perilaku seksual berisiko, hingga pernikahan dini menjadi beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian melalui edukasi yang tepat.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di MA NU 03 Sunan Katong, Kaliwungu Selatan, Kendal. Kegiatan ini menghadirkan Nur Khayatun Nufus sebagai pemateri dengan fokus pembahasan mengenai kesehatan reproduksi remaja, pencegahan perilaku seksual berisiko, serta edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali perubahan yang terjadi selama masa remaja dan menjaga kesehatan reproduksi secara bertanggung jawab. Edukasi juga membahas berbagai bentuk perilaku seksual berisiko yang perlu dihindari serta faktor lingkungan dan sosial yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan pada masa remaja.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pernikahan dini, termasuk berbagai konsekuensi yang perlu dipertimbangkan dari aspek kesehatan, pendidikan, psikologis, sosial, dan kesiapan dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Melalui edukasi tersebut, remaja didorong untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar yang dapat memengaruhi perjalanan pendidikan dan masa depan mereka.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat memahami berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan remaja. Peserta diajak untuk membangun kesadaran bahwa menjaga diri merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi remaja untuk memahami bahwa memiliki pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi merupakan bagian dari proses mengenali dan menghargai diri sendiri. Dengan bekal informasi yang tepat, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan secara lebih bijak, membangun pergaulan yang sehat, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan masa depan mereka.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Universitas Alma Ata turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menjaga kesehatan, melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
Karena masa depan yang baik tidak hanya dibangun dari mimpi, tetapi juga dari keputusan-keputusan bijak yang dibuat sejak hari ini. Dari edukasi hari ini, lahir generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan dan masa depan. Mari menjadi bagian dari perjalanan untuk menghadirkan tenaga kesehatan yang edukatif, kompeten, dan berdampak bagi masyarakat bersama S1 & Profesi Bidan Alma Ata. Belajar kebidanan, tumbuh menjadi profesional, dan hadir untuk memberikan perubahan.
Yuk, mulai langkahmu bersama PMB Alma Ata dan wujudkan masa depanmu sebagai bidan profesional.
by Admin Kebidanan | Oct 6, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan — Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata mengikuti rangkaian KKN Internasional Universitas Alma Ata 2026 melalui kunjungan akademik ke Universitas Malaya (University of Malaya), Malaysia pada 1 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti oleh Hikmatul Latifa dan Aprilia Dwi ini menjadi bagian dari pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Kegiatan diawali dengan campus tour, di mana mahasiswa melihat secara langsung lingkungan kampus, ruang kelas, dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai lingkungan pendidikan dan proses pembelajaran di luar negeri sekaligus memperluas perspektif mahasiswa terhadap perkembangan pendidikan tinggi.
Selanjutnya, mahasiswa mengikuti sesi pengenalan Universitas Malaya yang mencakup sejarah dan perkembangan universitas, profil pimpinan, program studi, serta dosen dan tenaga pengajar. Bagi mahasiswa S1 Kebidanan Alma Ata, sesi ini menjadi kesempatan untuk mengenal sistem pendidikan tinggi dan perkembangan keilmuan dari perspektif internasional.
Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dalam lingkungan internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta mengenal budaya akademik yang berbeda. Hal tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa S1 Kebidanan untuk mengembangkan wawasan global dan beradaptasi dengan perkembangan profesi kebidanan.
Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai peluang melanjutkan studi ke jenjang magister (S2), termasuk program dan persyaratan yang perlu dipersiapkan. Informasi tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam merencanakan studi lanjut dan pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan S1 Kebidanan.
Bagi Hikmatul Latifa dan Aprilia Dwi, kunjungan ini menjadi bagian dari pengalaman KKN Internasional yang memperkaya pemahaman mengenai pendidikan tinggi, pengembangan kompetensi, serta peluang studi dan jejaring akademik di tingkat internasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Melalui KKN Internasional 2026, mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Alma Ata memperoleh pengalaman pembelajaran lintas negara yang dapat mendukung kesiapan akademik, profesional, dan pengembangan karier di masa mendatang. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Alma Ata dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa serta mendorong lahirnya lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan siap berkontribusi dalam pengembangan profesi kebidanan.
Mari bertumbuh dalam pengalaman belajar yang lebih luas, membuka wawasan global, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kompetensi dan jejaring untuk menjadi bidan profesional yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional bersama S1 Profesi Bidan Alma Ata. Segera Daftarkan Dirimu melalui PMB Alma Ata
by Admin Kebidanan | Oct 2, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan – Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang remaja, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekolah. Tekanan akademik, hubungan pertemanan, pengaruh media sosial, tuntutan keluarga, hingga ketidakpastian mengenai masa depan menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Mental bertajuk “From Darkness to Daylight: Surviving Academic Stress Without Losing Your Mind” pada Jumat, 18 September 2026, pukul 09.30–12.00 WIB, bertempat di SMK IC Islamic Centre Brebes. Kegiatan ini menghadirkan Citra Diumi Irawan (Mahasiswa S1 Kebidanan, 2023) sebagai pemateri dengan fokus pembahasan mengenai kesehatan mental, stres akademik, dan strategi coping yang sehat.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep kesehatan mental, berbagai faktor pemicu stres yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta tanda-tanda ketika seseorang mulai mengalami tekanan psikologis. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan strategi coping yang sehat dan tidak sehat dalam menghadapi permasalahan.
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, permainan edukatif Health Detective, serta praktik teknik relaksasi dan pernapasan sederhana. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak untuk lebih mengenali kondisi diri, memahami respons terhadap stres, dan menerapkan strategi pengelolaan stres yang lebih adaptif.
Edukasi juga menekankan bahwa rokok dan vape bukan merupakan solusi dalam menghadapi tekanan atau stres. Remaja perlu dibekali pemahaman untuk memilih mekanisme coping yang aman, sehat, dan konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, mengembangkan kemampuan mengenali dan mengelola stres akademik, serta membangun kebiasaan positif dalam menjaga kesejahteraan psikologis.
Kegiatan ini membawa pesan bahwa merasa lelah dan tertekan merupakan hal yang dapat dialami setiap orang. Namun, remaja perlu memahami bahwa mereka tidak harus menghadapi berbagai tantangan tersebut sendirian. Mengenali kondisi diri, mengelola stres, dan memilih strategi coping yang sehat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental.
Kenali Kondisimu, Kelola Stresmu, Pilih Coping yang Sehat. Your Mental Health Matters, Too.
by Admin Kebidanan | Oct 1, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan Alma Ata — Masa remaja merupakan salah satu periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini, kebutuhan energi dan zat gizi perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan fisik serta menjaga kesehatan remaja. Pemenuhan gizi yang baik juga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai masalah gizi, termasuk Kekurangan Energi Kronik (KEK).
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya pemenuhan gizi, telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Remaja di MA NU 03 Brebes pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan Wahyu Nasyatul Aisyah, mahasiswa Kebidanan 2023, sebagai pemateri.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian KEK, faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya KEK, serta pentingnya memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi selama masa remaja. Peserta juga diajak untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pencegahan KEK dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi, serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan tubuh. Pengetahuan mengenai gizi yang tepat diharapkan dapat membantu remaja membuat pilihan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami pentingnya pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan sehat secara berkelanjutan. Upaya menjaga kesehatan sejak remaja menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pertumbuhan dan kehidupan yang lebih sehat di masa mendatang.
Kenali • Pahami • Cegah • Tumbuh Sehat
Dengan membangun kebiasaan makan dan pola hidup sehat sejak remaja, pencegahan masalah gizi dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
by Admin Kebidanan | Sep 29, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan – Segenap keluarga besar S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pencapaian dan keberhasilan Ibu Fatimatasari, M.Keb., Bd. dan Ibu Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn.
Pencapaian ini merupakan buah dari dedikasi, proses, serta komitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik dalam bidang pendidikan dan pelayanan kebidanan.
Keberhasilan yang diraih menjadi bagian dari perjalanan akademik yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya dalam membangun budaya berprestasi dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu kebidanan.
A milestone achieved, a journey to inspire.
Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal untuk terus melahirkan karya, menghadirkan inspirasi, serta memberikan kontribusi yang bermakna bagi kemajuan pendidikan kebidanan dan institusi.
Congratulations on this well-deserved achievement!
Segenap keluarga besar S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FKIK Universitas Alma Ata turut bangga dan mendoakan agar pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, profesi, dan almamater.
Universitas Alma Ata — Berprestasi, Menginspirasi, dan Berkontribusi.
#UniversitasAlmaAta #FKIKAlmaAta #S1Kebidanan #PendidikanProfesiBidan #KebidananAlmaAta #DosenAlmaAta #PrestasiDosen #AlmaAtaBerprestasi #ProudToBeAlmaAta