Penulis: Dosen Jurusan D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

Ibu Sundari Mulyaningsih, S.SiT., M.Kes.

Merawat kulit kini menjadi bagian dari keseharian banyak remaja. Berbagai produk pembersih wajah, pelembab, dan tabir surya semakin mudah ditemukan. Namun, apakah kamu sudah memahami bahwa kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan?

Paparan sinar matahari, khususnya radiasi ultraviolet (UV), juga perlu diperhatikan. Aktivitas di sekolah, olahraga di lapangan, bersepeda, atau bepergian pada siang hari dapat membuat kulit terpapar sinar UV.

Sinar matahari memiliki manfaat bagi tubuh, tetapi paparan berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, mempercepat penuaan kulit, dan meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka panjang. Karena itu, melindungi kulit bukan sekadar urusan penampilan, melainkan bagian dari menjaga kesehatan.

Apa yang Membuat Sinar UV Perlu Diwaspadai?

Radiasi ultraviolet tidak selalu dapat dirasakan secara langsung. Cuaca yang mendung juga tidak berarti paparan UV sepenuhnya hilang.

WHO menjelaskan bahwa paparan UV berlebihan dapat merusak kulit dan mata. Anak-anak serta remaja perlu mendapatkan perlindungan karena paparan berlebihan sejak usia muda dapat meningkatkan risiko dampak kesehatan di kemudian hari.

Beberapa tanda akibat paparan matahari yang berlebihan antara lain kulit kemerahan, terasa panas, nyeri, atau mengelupas. Namun, kerusakan akibat UV juga dapat terjadi tanpa tanda langsung yang mudah dikenali.

Perlindungan Kulit Tidak Harus Rumit

Kamu tidak harus menghindari kegiatan di luar ruangan. Aktivitas luar ruangan tetap penting untuk kesehatan fisik dan kesejahteraan. Kuncinya adalah melindungi diri secara tepat.

Pertama, gunakan tabir surya. Pilih tabir surya berspektrum luas yang melindungi dari UVA dan UVB, dengan SPF minimal 30. Oleskan sesuai petunjuk produk sebelum beraktivitas di luar ruangan dan gunakan kembali secara berkala, terutama setelah berkeringat banyak, berenang, atau mengeringkan kulit dengan handuk.

Kedua, manfaatkan tempat teduh. Jika memungkinkan, kurangi paparan langsung ketika sinar matahari sedang kuat. Perhatikan indeks UV untuk mengetahui kapan perlindungan tambahan diperlukan.

Ketiga, gunakan pakaian pelindung. Topi bertepi lebar, pakaian yang menutupi kulit, dan kacamata dengan perlindungan UV dapat membantu mengurangi paparan.

Keempat, kenali kebutuhan kulit sendiri. Kulit setiap orang berbeda. Jika mengalami iritasi setelah menggunakan produk tertentu, hentikan pemakaian dan konsultasikan kepada tenaga kesehatan bila keluhan berlanjut.

Jangan Mudah Tergoda Tren Perawatan Kulit

Media sosial sering menampilkan rutinitas perawatan kulit yang panjang dengan banyak produk. Padahal, semakin banyak produk yang digunakan tidak selalu berarti kulit semakin sehat.

Remaja sebaiknya memprioritaskan perawatan dasar, yaitu membersihkan kulit dengan lembut, menggunakan pelembab bila diperlukan, dan melindungi kulit dari sinar matahari. Hindari mencoba produk dengan kandungan tidak jelas atau mengikuti tren perawatan ekstrem tanpa memahami resikonya.

Kulit berjerawat, pori-pori yang terlihat, atau warna kulit yang tidak sepenuhnya merata bukan alasan untuk merasa rendah diri. Jika jerawat terasa nyeri, meninggalkan bekas, atau mengganggu kepercayaan diri, mintalah saran dari tenaga kesehatan yang kompeten.

Kulit Sehat Bukan Berarti Harus Putih

Salah satu kesalahpahaman yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa kulit sehat harus putih atau bebas dari semua noda. Warna kulit alami setiap orang berbeda dan tidak menentukan nilai diri seseorang.

Tujuan perawatan kulit adalah menjaga fungsi kulit, mengurangi risiko kerusakan, dan menangani masalah yang memang memerlukan perhatian. Hindari produk pemutih yang tidak jelas kandungannya atau menjanjikan hasil instan.

Rawat kulit untuk kesehatan, bukan untuk memenuhi standar kecantikan orang lain. Jadilah remaja yang percaya diri dengan kulitnya dan cerdas dalam memilih perawatan.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. (2022). Ultraviolet Radiation. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ultraviolet-radiation
  2. World Health Organization. (2024). Radiation: Protecting against Skin Cancer. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/radiation-protecting-against-skin-cancer