Penulis: Dr. Restu Pangestuti, S.ST., MKM | Dosen D3 Kebidanan Universitas Alma Ata
Melihat anak tampak lebih pendek dibandingkan teman-teman sebayanya seringkali menimbulkan kecemasan bagi orang tua. Sebelum terjebak dalam kekhawatiran berlebihan, penting untuk memahami bahwa terdapat dua penyebab umum yang relatif normal terkait tinggi badan anak, yaitu Familial Short Stature (Pendek karena Faktor Genetik) dan Constitutional Growth Delay (Late Bloomer).
Mengenal Familial Short Stature: Warisan dari Orang Tua
Familial Short Stature (FSS) adalah kondisi dimana anak memiliki tubuh pendek karena diturunkan secara genetik dari orang tuanya. Ini adalah variasi normal, bukan suatu penyakit. Anak dengan FSS dilahirkan dengan “blueprint” genetik untuk bertubuh pendek.
Ciri-Cirinya:
· Orang tua yang juga pendek: Salah satu atau kedua orang tua memiliki tinggi badan di bawah rata-rata.
· Pola pertumbuhan yang konsisten: Tinggi badan anak selalu mengikuti kurva pertumbuhan yang sama (misalnya, konsisten di persentil ke-5 atau 10) sejak kecil.
· Kecepatan tumbuh normal: Laju pertumbuhannya stabil, sekitar 4-6 cm per tahun setelah usia 4 tahun.
· Usia tulang normal: Hasil rontgen tulang pergelangan tangan (usia tulang) menunjukkan angka yang sesuai dengan usia kronologisnya.
· Perkembangan pubertas normal: Anak memasuki masa pubertas pada waktu yang biasa.
Prognosis:
Anak akan tumbuh menjadi dewasa dengan tinggi badan yang pendek, namun sesuai dengan potensi genetiknya yang diwarisi dari orang tua. Prediksi tinggi badan akhirnya dapat diestimasi berdasarkan rata-rata tinggi orang tua.
Mengenal Constitutional Growth Delay: Si “Pemetik Manis” di Akhir Waktu
Anak dengan Constitutional Growth Delay (CGD) atau sering disebut “Late Bloomer” mengalami keterlambatan dalam “jam biologis” pertumbuhannya. Mereka seperti mesin yang menyala lebih lambat, tetapi akan tetap mencapai kecepatan penuh di kemudian hari.
Ciri-Cirinya:
· Riwayat keluarga “late bloomer”: Seringkali ada pola serupa dalam keluarga, seperti ayah atau ibu yang baru mengalami lonjakan tumbuh (growth spurt) di sekolah menengah atas.
· Laju pertumbuhan yang melambat di masa kecil: Anak mungkin berada di persentil yang lebih rendah, tetapi kecepatan pertumbuhannya tetap stabil.
· Usia tulang yang tertinggal: Ini adalah tanda kunci. Usia tulang anak lebih muda (bisa tertinggal 1-2 tahun) dari usia sebenarnya. Ini menunjukkan bahwa ia masih memiliki lebih banyak waktu untuk tumbuh.
· Pubertas yang terlambat: Anak (terutama laki-laki) mungkin belum menunjukkan tanda-tanda pubertas ketika teman-temannya sudah mengalaminya.
Prognosis:
Sangat baik. Meski terlihat lebih pendek dan lebih muda di usia SD dan SMP, anak akan mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan di akhir masa remaja (sekitar usia 16-18 tahun untuk laki-laki) dan akhirnya mencapai tinggi badan dewasa yang normal sesuai dengan potensi genetik keluarganya.
Meski sama-sama menyebabkan tubuh pendek, kedua kondisi ini memiliki perbedaan mendasar:
| Ciri-Ciri | Familial Short Stature (Gen) | Constitutional Growth Delay (Late Bloomer) |
| Pola Keluarga | Orang tua pendek | Orang tua atau keluarga mengalami pubertas terlambat |
| Grafik Pertumbuhan | Konsisten di garis persentil bawah | Perlahan mengikuti kurva, mungkin turun lalu naik |
| Usia Tulang | Sesuai dengan usia sebenarnya | Lebih muda dari usia sebenarnya |
| Pubertas | Muncul pada waktu normal | Terlambat |
| Tinggi Badan Akhir | Pendek, sesuai orang tua | Normal, sesuai potensi genetik setelah “mengejar” |
Kapan Harus Waspada dan Konsultasi ke Dokter?
Tidak semua tubuh pendek adalah normal. Orang tua perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter anak (bisa ke konsultan tumbuh kembang atau endokrin) jika menemukan tanda-tanda berbahaya berikut:
1. Pertumbuhan yang sangat melambat: Kurang dari 4 cm per tahun setelah usia 4 tahun.
2. Jatuh dari kurva pertumbuhan: Tinggi badan yang sebelumnya di persentil 50, turun drastis ke persentil 10, misalnya.
3. Tinggi badan jauh di bawah potensi genetik: Berdasarkan perhitungan rata-rata tinggi orang tua.
4. Adanya gejala penyakit lain: Gangguan pencernaan (sering diare, sakit perut), mudah lelah, wajah yang tampak sangat muda, atau keterlambatan perkembangan lainnya.
5. Perbedaan yang mencolok antara tinggi dan berat badan.
Tanda-tanda ini dapat mengindikasikan masalah medis serius seperti kekurangan gizi kronis (stunting), defisiensi hormon pertumbuhan, gangguan tiroid, atau penyakit kronis lainnya yang memerlukan diagnosis dan penanganan segera.
Kesimpulan
Kesimpulannya, pemahaman mendalam mengenai perbedaan Late Bloomer dan Pendek Familial sangat krusial untuk mencegah kecemasan orang tua dan memastikan intervensi yang tepat. Kemampuan analisis grafik pertumbuhan dan deteksi dini seperti ini merupakan kompetensi inti yang dipelajari di Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja. Dengan bekal ilmu tersebut, tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi yang akurat, memastikan setiap anak tumbuh optimal sesuai potensi genetiknya.
Referensi
1. American Academy of Pediatrics. (2021). Physical development: What’s normal? What’s not? HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/gradeschool/puberty/Pages/Physical-Development-Whats-Normal-Whats-Not.aspx
2. Cohen, P., Rogol, A. D., Deal, C. L., Saenger, P., Reiter, E. O., Ross, J. L., Chernausek, S. D., Savage, M. O., & Wit, J. M. (2008). Consensus statement on the diagnosis and treatment of children with idiopathic short stature: A summary of the Growth Hormone Research Society, the Lawson Wilkins Pediatric Endocrine Society, and the European Society for Paediatric Endocrinology Workshop. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 93(11), 4210-4217. https://doi.org/10.1210/jc.2008-0509
3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2019). Memantau pertumbuhan anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memantau-pertumbuhan-anak
4. Kliegman, R. M., St. Geme, J. W., Blum, N. J., Shah, S. S., Tasker, R. C., & Wilson, K. M. (2020). Nelson textbook of pediatrics (21st ed.). Elsevier.
5. Mayo Clinic. (2022). Short stature in children. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/short-stature/symptoms-causes/syc-20377917
6. National Institute of Child Health and Human Development. (2021). Growth chart training. https://www.cdc.gov/nccdphp/dnpao/growthcharts/training/overview/index.html
7. Stanford Children’s Health. (2023). Constitutional growth delay. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=constitutional-growth-delay-90-P019728. World Health Organization. (2020). WHO child growth standards. https://www.who.int/tools/child-growth-standards