Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata
Kejang pada anak, terutama Kejang Demam (Febrile Seizures), adalah salah satu kejadian paling menakutkan bagi orang tua. Statistik menunjukkan bahwa 2-5% anak di bawah usia 5 tahun pernah mengalami kejang demam.
Namun, tahukah Anda bahwa perlindungan terhadap risiko ini dapat dimulai sejak hari pertama kelahiran? Riset medis terbaru menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) bukan sekadar nutrisi, melainkan “cairan hidup” yang bekerja sebagai perisai neurologis dan imunologis bagi bayi.
Berikut adalah penjelasan ilmiah mengapa ASI Eksklusif adalah langkah preventif terbaik untuk mencegah kejang.
Mekanisme Perlindungan: Bagaimana ASI Mencegah Kejang?
Kejang demam biasanya dipicu oleh infeksi (virus atau bakteri) yang menyebabkan suhu tubuh anak melonjak drastis. Di sinilah ASI bekerja melalui dua jalur utama:
A. Jalur Pencegahan Infeksi (Imunologis)
ASI mengandung antibodi spesifik (terutama IgA sekretorik), laktoferin, dan sel darah putih hidup yang tidak dapat ditiru oleh susu formula manapun.
1) Cara Kerja: Komponen ini membentuk lapisan pelindung pada usus dan saluran napas bayi.
2) Hasil: Bayi ASI memiliki risiko jauh lebih rendah terkena infeksi saluran pernapasan dan pencernaan (penyebab utama demam tinggi). Jika bayi tidak demam tinggi, maka risiko kejang demam otomatis menurun drastis.
B. Jalur Neuroproteksi (Perlindungan Saraf)
ASI kaya akan nutrisi spesifik untuk otak seperti Long-chain polyunsaturated fatty acids (LCPUFA/DHA) dan zat anti-inflamasi.
1. Fakta Riset: Otak bayi yang mendapat ASI berkembang dengan struktur mielin (selubung saraf) yang lebih baik. Zat anti-inflamasi dalam ASI juga membantu meredam peradangan di otak yang bisa memicu kejang saat anak sakit.
2. Efek “Dose-Response” (Makin Lama, Makin Baik): Sebuah studi meta-analisis yang dipublikasikan di European Journal of Pediatrics meninjau berbagai penelitian dan menemukan korelasi yang konsisten: durasi menyusui berbanding terbalik dengan risiko kejang. Anak yang mendapat ASI Eksklusif (6 bulan) memiliki perlindungan lebih tinggi dibanding yang hanya mendapat ASI parsial atau susu formula
3. Penurunan Risiko Hingga 50%: Penelitian yang diterbitkan dalam Pediatrics (Jurnal resmi American Academy of Pediatrics) menyoroti bahwa ASI eksklusif dapat menurunkan risiko kejang demam hingga 30-50% selama tahun pertama kehidupan. Studi ini menekankan bahwa ASI mencegah infeksi virus umum (seperti Influenza dan HHV-6) yang sering menjadi biang kerok kejang demam.
4. Kaitan dengan Epilepsi: Riset lain dalam Nutritional Neuroscience juga mulai melihat hubungan jangka panjang. Meskipun epilepsi memiliki faktor genetik, ASI diduga memodulasi ekspresi gen dan perkembangan saraf sehingga ambang batas kejang (seizure threshold) anak menjadi lebih tinggi (lebih tahan terhadap pemicu kejang) dibandingkan anak yang tidak mendapat ASI.
C. Mengapa Susu Formula Tidak Bisa Menggantikannya?
Meskipun susu formula modern telah ditambahkan DHA, mereka tidak memiliki komponen bioaktif dan sel hidup.
- Susu formula bersifat statis (komposisinya tetap).
- ASI bersifat dinamis (berubah sesuai kebutuhan bayi dan membentuk respons imun saat bayi terpapar kuman).
Kekurangan faktor imun inilah yang membuat bayi dengan susu formula lebih rentan mengalami demam tinggi yang berujung pada kejang.
Kesimpulan
Memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkannya hingga 2 tahun bukan hanya soal ikatan emosional atau berat badan. Ini adalah intervensi medis dini yang paling murah dan efektif untuk melindungi sistem saraf anak.
Dengan memberikan ASI, Anda sedang membangun “tembok benteng” yang melindungi anak dari infeksi pemicu demam, sekaligus mematangkan struktur otak mereka agar tidak mudah mengalami korsleting (kejang).
Artikel kesehatan yang menarik lainya bisa diakses di website Prodi
D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul
Referensi
1. Maria Carolina Rocha Muniz, 2024. The protective effect of breastfeeding on febrile seizures: a systematic review with meta-analysis. European Journal of Pediatrics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38456990/
2. Joan Younger Meek and Lawrence NoblePolicy Statement: Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics.. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35921640/
3. Steven Karceski, MD, and Helene Quinn, NP. 2023. Breastfeeding and Mothers With Epilepsy. Neourology.