Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa di SMA N 1 Bambanglipuro saat siswa-siswi mengikuti kegiatan Penguatan Literasi Kesehatan Mental. Kegiatan ini menjadi momen belajar bersama yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, empati, serta semangat saling mendukung di lingkungan sekolah. Di tengah tuntutan akademik, dinamika pergaulan, dan proses pencarian jati diri pada masa remaja, kesehatan mental menjadi aspek penting yang sering kali belum banyak dibicarakan secara terbuka. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program Sister School, yaitu kerja sama antar institusi pendidikan dalam berbagi praktik baik, penguatan kapasitas siswa, serta pengembangan lingkungan belajar yang lebih sehat dan suportif. Melalui program Sister School, kolaborasi tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis siswa sebagai fondasi penting dalam proses belajar. Penguatan literasi kesehatan mental ini menjadi salah satu bentuk nyata berbagi praktik baik, yang diharapkan dapat menginspirasi dan memperluas budaya sekolah yang peduli, inklusif, serta ramah terhadap kebutuhan emosional remaja.
Pada pelaksanaan Selasa, 20 Januari 2026, Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb hadir sebagai pemateri dalam kegiatan yang dirancang secara interaktif, sehingga siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan refleksi.” Beberapa hal yang dipelajari bersama meliputi:
- Pengertian kesehatan mental dalam kehidupan remaja
- Tanda-tanda stres, kelelahan emosional, dan tekanan psikologis
- Cara sederhana menjaga keseimbangan diri di tengah aktivitas sekolah
- Pentingnya mencari bantuan dan berbicara kepada orang yang dipercaya
Dari edukasi kesehatan yang disampaikan para siswa mulai menyadari bahwa perasaan cemas, lelah, atau tertekan adalah hal yang manusiawi. Yang terpenting bukan menghindari perasaan tersebut, tetapi mengetahui cara mengelolanya dengan sehat. Ruang diskusi yang terbuka juga membantu mengurangi stigma terhadap isu kesehatan mental.
Selain fokus pada diri sendiri, siswa juga diajak memahami peran mereka sebagai teman sebaya. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya dibentuk oleh aturan, tetapi juga oleh sikap sehari-hari antar siswa. Dalam sesi ini, siswa belajar untuk:
- Menjadi pendengar yang baik bagi teman
- Menghargai perbedaan kondisi emosional setiap individu
- Menghindari candaan atau komentar yang meremehkan perasaan orang lain
- Menciptakan budaya saling mendukung di kelas
Dengan adanya kolaborasi ini, semangat belajar, berbagi, dan tumbuh bersama tidak hanya dirasakan oleh siswa SMA N 1 Bambanglipuro, tetapi juga menjadi nilai yang terus berkembang dalam jejaring sekolah yang terlibat dalam program Sister School. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk bertumbuh sebagai individu yang sehat secara emosional. Pengetahuan yang diperoleh, keberanian untuk berbagi, dan dukungan dari teman sebaya menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan.