by Admin Kebidanan | Aug 11, 2026 | Berita
Yogyakarta, 7 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata angkatan 2022 mengikuti Pelatihan KKMN (Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal) yang diselenggarakan bersama Sieka Medika pada 3–7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terukur.
Pelatihan KKMN dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini. Tidak hanya memahami tanda dan gejala bahaya, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan penanganan awal, menentukan prioritas tindakan, mengambil keputusan klinis secara cepat dan tepat, serta memahami prinsip sistem rujukan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan.
Kegawatdaruratan maternal dan neonatal merupakan kondisi yang membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan karena perubahan kondisi pasien dapat terjadi dengan cepat. Dalam situasi tersebut, kemampuan untuk mengenali tanda bahaya dan memberikan pertolongan awal secara tepat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi yang lebih berat.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Proses pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan klinis, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kerja sama dalam memberikan pelayanan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan kesiapan profesional mahasiswa sebelum memasuki dunia pelayanan kebidanan. Seorang bidan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif, tetapi juga harus mampu bertindak tanggap ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
“Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan tidak hanya dibangun ketika seorang bidan sudah berada di tempat pelayanan. Kesiapan tersebut perlu dilatih sejak masa pendidikan melalui pembelajaran, simulasi, dan pengalaman praktik yang terarah,” ungkap salah satu pendamping kegiatan.
Pelatihan KKMN bersama Sieka Medika juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya koordinasi dan komunikasi dalam penanganan kegawatdaruratan. Dalam kondisi darurat, keberhasilan pelayanan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemampuan tim dalam bekerja secara terkoordinasi serta memastikan pasien mendapatkan penanganan dan rujukan sesuai kebutuhan.
Bagi mahasiswa Program Sarjana Kebidanan angkatan 2022, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran yang memperkuat kesiapan menghadapi tantangan profesi di masa mendatang. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan pelayanan kebidanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik, Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata terus berkomitmen mempersiapkan calon bidan yang kompeten, responsif, dan mampu memberikan pelayanan berbasis bukti (evidence-based midwifery).
Pelatihan KKMN bukan sekadar tentang belajar menghadapi kondisi darurat, tetapi juga tentang membangun kesiapan untuk hadir dan memberikan respons terbaik ketika ibu dan bayi membutuhkan pertolongan.
Learn. Train. Ready to Serve. 🩺🩷
by Admin Kebidanan | Aug 4, 2026 | Berita
Sleman, 17 Juli 2026 – Program Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Alma Ata kembali menyelenggarakan kegiatan Sister School di SMAN 1 Ngemplak sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui program dosen mengajar yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, sehingga mereka memiliki bekal dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Juli 2026 tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Ngemplak dengan mengangkat tema “Aku Suka Dia, Lalu Harus Bagaimana? Cara Sehat Mengungkapkan Cinta dan Ketertarikan.” Tema ini dipilih karena menjelang akhir masa remaja, peserta didik mulai dihadapkan pada dinamika hubungan sosial yang semakin kompleks. Ketertarikan terhadap lawan jenis maupun orang yang disukai merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, remaja berpotensi terpengaruh oleh informasi yang kurang sesuai, terutama melalui media sosial dan lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, edukasi mengenai hubungan yang sehat menjadi bekal penting agar remaja mampu membangun relasi yang positif, saling menghargai, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan ini, dosen Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata, Fatimatasari, M.Keb., Bdn. dan Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn., mengajak peserta memahami bahwa rasa suka merupakan bagian yang wajar dari perkembangan emosional remaja. Namun, perasaan tersebut perlu disampaikan dengan cara yang sehat, menghargai diri sendiri maupun orang lain, serta tidak melanggar batasan pribadi. Materi yang diberikan mengulas berbagai topik penting, seperti perbedaan antara rasa kagum, suka, dan cinta, pentingnya komunikasi yang asertif, memahami konsep personal boundaries dan consent, serta mengenali ciri-ciri hubungan yang sehat maupun hubungan yang berisiko.
Agar suasana pembelajaran lebih menarik, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Peserta diajak menganalisis berbagai situasi yang sering terjadi dalam kehidupan remaja, seperti cara mengungkapkan perasaan dengan sopan, menyikapi penolakan secara dewasa, menghadapi tekanan dari teman sebaya (peer pressure), serta menjaga etika dan jejak digital ketika berkomunikasi melalui media sosial. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis sekaligus merefleksikan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal siswa mengenai hubungan sehat pada masa remaja. Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi, menyampaikan pendapat, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai dinamika hubungan pertemanan, ketertarikan, dan cara membangun komunikasi yang sehat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat berdasarkan rasa saling menghormati, komunikasi yang terbuka, dan tanggung jawab. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, edukasi ini juga diharapkan mampu membentuk keterampilan hidup (life skills) yang mendukung kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana, mengelola emosi, serta menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Kegiatan Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan sekolah, Universitas Alma Ata berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan remaja. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan secara positif.
Ke depan, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata akan terus mengembangkan berbagai kegiatan edukatif melalui Program Sister School dengan tema-tema yang relevan bagi remaja. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan sekolah, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus membentuk generasi muda yang lebih sehat, tangguh, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan di masa depan.
Referensi
McCormick, E. M., Qu, Y., & Telzer, E. H. (2024). Experience-dependent neurodevelopment of self-regulation in adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience, 65, 101338.
Willems, Y. E., Li, J. B., Bartels, M., & Finkenauer, C. (2024). Individual differences in adolescent self-control: The role of gene-environment interplay. Current Opinion in Psychology, 60, 101897.
Thulin, E. J., Kernsmith, P., Fleming, P. J., Heinze, J. E., Temple, J., & Smith-Darden, J. (2023). Coercive-sexting: Predicting adolescent initial exposure to electronic coercive sexual dating violence. Computers in Human Behavior, 141, 107641.
World Health Organization. (2024). Adolescent Health. Geneva: WHO.
United Nations Children’s Fund. (2024). Adolescent Development and Participation. New York: UNICEF.
by Admin Kebidanan | Jul 28, 2026 | Berita
Bantul, 14 Juli 2026 – Program Sarjana Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata kembali melaksanakan kegiatan Sister School di SMAN 1 Bambanglipuro sebagai bagian dari program dosen mengajar yang telah terjalin secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sinergi antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui edukasi yang aplikatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan menjadi lebih istimewa karena tidak hanya melibatkan dosen sebagai narasumber, tetapi juga mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata. Keterlibatan mahasiswa merupakan implementasi Project Mata Kuliah Maternal and Child Health Promotion in Youth Community (MCHP), yaitu mata kuliah yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program promosi kesehatan ibu dan anak di komunitas, termasuk pada kelompok remaja sebagai calon generasi produktif dan calon orang tua di masa mendatang.
Mengangkat tema “Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja”, kegiatan diikuti oleh siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Bambanglipuro. Tema ini dipilih karena masa remaja merupakan periode transisi yang sangat penting dalam siklus kehidupan. Pada fase ini terjadi perubahan yang signifikan, baik dari aspek fisik, psikologis, emosional, sosial, maupun perkembangan reproduksi. Perubahan tersebut sering kali menimbulkan berbagai pertanyaan maupun tantangan yang membutuhkan pendampingan dan edukasi yang tepat agar remaja mampu memahami dirinya, menjaga kesehatan, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, dosen bersama mahasiswa RPL memberikan edukasi mengenai konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan remaja, perubahan fisik selama masa pubertas, perkembangan psikososial, kesehatan reproduksi remaja, pentingnya menjaga kesehatan mental, pembentukan citra tubuh (body image) yang positif, pola hidup sehat, hingga pentingnya membangun keterampilan hidup (life skills) sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Mahasiswa RPL berperan aktif sebagai fasilitator dalam mendampingi diskusi, memandu aktivitas kelompok, sekaligus memberikan edukasi kepada peserta. Pendekatan pembelajaran partisipatif tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai permasalahan yang sering dihadapi selama masa remaja dalam suasana yang terbuka dan menyenangkan.
Selain memperoleh materi mengenai pertumbuhan dan perkembangan remaja, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini, membangun hubungan pertemanan yang positif, mengelola emosi, meningkatkan rasa percaya diri, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk kesadaran bahwa kesehatan remaja tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kesehatan mental, lingkungan sosial, dan kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, seluruh peserta mengikuti pre-test sebelum kegiatan dimulai untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai pertumbuhan dan perkembangan remaja. Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah memperoleh materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, yang juga didukung oleh tingginya antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, keaktifan dalam diskusi kelompok, serta partisipasi siswa dalam berbagai aktivitas edukatif yang diberikan.
Bagi mahasiswa RPL, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang sangat bermakna karena memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata di masyarakat. Melalui Project Mata Kuliah Maternal and Child Health Promotion in Youth Community (MCHP), mahasiswa belajar menyusun media promosi kesehatan, merancang metode edukasi yang sesuai dengan karakteristik sasaran, melaksanakan penyuluhan kesehatan, melakukan evaluasi hasil pembelajaran, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon bidan yang profesional, komunikatif, serta mampu melaksanakan upaya promotif dan preventif di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.
Program Sister School sendiri merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga memperkuat proses pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman nyata di lapangan.
Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berbasis komunitas merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta kompetensi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ke depan, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan Sister School yang terintegrasi dengan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning). Melalui implementasi Project Mata Kuliah Maternal and Child Health Promotion in Youth Community (MCHP), diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang autentik sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja hingga kehidupan dewasa.
by Admin Kebidanan | Jul 21, 2026 | Berita
Bantul, 14 Juli 2026 – Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan) Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata kembali melaksanakan kegiatan Sister School di SMAN 1 Bambanglipuro sebagai bagian dari program dosen mengajar yang telah terjalin secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian program Dosen Mengajar yang sebelumnya telah diberikan kepada peserta didik, sebagai bentuk komitmen Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan remaja melalui kolaborasi dengan sekolah.
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan menyasar siswa-siswi kelas XI dengan mengangkat tema “Aku Suka Dia, Lalu Harus Bagaimana? Cara Sehat Mengungkapkan Cinta dan Ketertarikan.” Tema tersebut dipilih karena masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik fisik, psikologis, maupun sosial. Salah satu perubahan yang umum dialami adalah munculnya ketertarikan terhadap orang lain sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, remaja dihadapkan pada beragam informasi dan pengaruh mengenai hubungan romantis yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai kesehatan maupun perkembangan psikologis mereka. Kondisi ini menuntut adanya edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membekali remaja dengan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara sehat, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Melalui materi yang disampaikan, dosen Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata mengajak peserta memahami bahwa rasa suka merupakan bagian yang wajar dari perkembangan remaja. Namun, perasaan tersebut perlu diekspresikan secara positif dengan tetap menghormati diri sendiri maupun orang lain. Materi membahas berbagai aspek penting, mulai dari mengenali perbedaan antara rasa kagum, suka, dan cinta, memahami pentingnya komunikasi yang asertif, menghargai batasan pribadi (personal boundaries) dan persetujuan (consent), hingga mengenali karakteristik hubungan yang sehat dan hubungan yang tidak sehat. Selain penyampaian materi, siswa juga diajak berdiskusi mengenai berbagai situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara menyampaikan ketertarikan dengan sopan, menghadapi penolakan secara dewasa, menghindari tekanan dari teman sebaya (peer pressure), serta menjaga jejak digital ketika berinteraksi melalui media sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu peserta menghubungkan materi dengan pengalaman nyata sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal siswa. Setelah sesi edukasi, diskusi, dan tanya jawab selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi serta menyampaikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika hubungan pertemanan dan ketertarikan pada masa remaja.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berharap siswa tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, tetapi juga mampu membangun keterampilan hidup (life skills) yang mendukung pengambilan keputusan secara bijaksana. Kemampuan untuk berkomunikasi secara asertif, menghormati batasan diri dan orang lain, serta menjalin hubungan yang sehat menjadi bekal penting bagi remaja dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kegiatan Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi yang berkelanjutan antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang sehat, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang positif.
Ke depan, Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan remaja. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan dengan sekolah, diharapkan kegiatan Sister School dapat menjadi wadah pembelajaran yang memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mempersiapkan generasi muda yang lebih sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.
Referensi
McCormick, E. M., Qu, Y., & Telzer, E. H. (2024). Experience-dependent neurodevelopment of self-regulation in adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience, 65, 101338.
Willems, Y. E., Li, J. B., Bartels, M., & Finkenauer, C. (2024). Individual differences in adolescent self-control: The role of gene-environment interplay. Current Opinion in Psychology, 60, 101897.https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2024.101897
Thulin, E. J., Kernsmith, P., Fleming, P. J., Heinze, J. E., Temple, J., & Smith-Darden, J. (2023). Coercive-sexting: Predicting adolescent initial exposure to electronic coercive sexual dating violence. Computers in Human Behavior, 141, 107641. https://doi.org/10.1016/j.chb.2022.107641
World Health Organization. (2024). Adolescent health. Geneva: WHO.
United Nations Children’s Fund. (2024). Adolescent development and participation. New York: UNICEF.
by Admin Kebidanan | Jul 14, 2026 | Berita
Bantul, 14 Juli 2026 – Komitmen Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan remaja kembali diwujudkan melalui kegiatan Sister School bersama SMAN 1 Bambanglipuro. Kolaborasi yang telah terjalin secara berkelanjutan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter serta perilaku hidup sehat pada peserta didik.
Kepercayaan yang kembali diberikan oleh SMAN 1 Bambanglipuro kepada Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menjadi bukti kuat bahwa Program Sister School telah berkembang menjadi kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Melalui program ini, dosen secara konsisten hadir di lingkungan sekolah melalui kegiatan dosen mengajar, dengan menghadirkan berbagai materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik serta tantangan yang dihadapi remaja di era saat ini.
Pada tahun 2026, Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata kembali dipercaya untuk berpartisipasi dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Bambanglipuro. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi keberlanjutan Program Sister School yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan sejak awal kepada peserta didik, sehingga mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial selama menjalani masa remaja.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata dalam penyampaian materi edukasi kesehatan remaja yang dikemas secara interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Metode pembelajaran dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi, tanya jawab, serta berbagai aktivitas yang membantu peserta menghubungkan materi dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari implementasi Program Sister School, dosen menyampaikan materi edukasi kesehatan remaja yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik pada setiap jenjang kelas. Edukasi yang diberikan berfokus pada penguatan pemahaman remaja dalam mengenali perubahan fisik, psikologis, emosional, dan sosial yang terjadi selama masa remaja, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup (life skills) untuk membangun hubungan sosial yang sehat, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan kepada siswa kelas XI dan XII dirancang untuk meningkatkan self-awareness terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan remaja, memperkuat kemampuan komunikasi yang positif, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam berinteraksi dengan orang lain. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami bahwa kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, emosional, dan sosial yang menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan diri menuju masa dewasa.
Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal peserta. Setelah mengikuti sesi edukasi, siswa kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah memperoleh materi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi berlangsung, baik dalam diskusi maupun saat menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai isu-isu kesehatan remaja yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata. Mahasiswa terlibat aktif dalam mendampingi pelaksanaan kegiatan, membantu proses evaluasi pembelajaran, memfasilitasi diskusi kelompok, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas edukasi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memperkuat kompetensi mahasiswa dalam komunikasi, promosi kesehatan, kerja sama tim, serta profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan.
Pelaksanaan Program Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus memperkuat karakter peserta didik agar mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan di masa kini.
Ke depan, Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Sister School melalui berbagai inovasi kegiatan dosen mengajar yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan perkembangan remaja. Sinergi yang telah terjalin diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
by Admin Kebidanan | Jul 9, 2026 | Berita
Yogyakarta – Sebagai bentuk dukungan dan ikhtiar bersama dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Bidan Tahun 2026, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama yang diikuti oleh mahasiswa peserta UKOMNAS, dosen, dan sivitas akademika.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian persiapan yang dilakukan oleh Program Studi dalam mendampingi mahasiswa menjelang pelaksanaan uji kompetensi. Selain pembekalan akademik dan pendampingan intensif, aspek spiritual juga menjadi perhatian penting untuk membangun kesiapan mental, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memohon keberkahan dan kemudahan kepada Allah SWT.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar mahasiswa diberikan kesehatan, ketenangan hati, kemudahan dalam mengerjakan setiap tahapan ujian, serta memperoleh hasil terbaik sesuai dengan usaha dan proses belajar yang telah dijalani selama masa pendidikan profesi.
Uji Kompetensi Nasional merupakan tahapan akhir yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan sebagai salah satu syarat untuk membuktikan pencapaian kompetensi sebagai calon bidan profesional. Oleh karena itu, keberhasilan dalam menghadapi UKOMNAS tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga oleh kesiapan mental, emosional, dan spiritual.
Melalui kegiatan doa bersama ini, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti UKOMNAS dengan penuh keyakinan, ketenangan, dan semangat untuk memberikan performa terbaik. Kebersamaan antara mahasiswa dan dosen dalam memanjatkan doa juga mencerminkan komitmen Program Studi dalam mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan profesinya.
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dosen serta sivitas akademika yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada mahasiswa melalui kegiatan doa bersama ini. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi kekuatan, membawa keberkahan, serta mengantarkan seluruh peserta meraih kelulusan dengan hasil yang membanggakan.
Dengan semangat kebersamaan, ikhtiar yang maksimal, dan doa yang tulus, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata optimis para calon bidan mampu melewati Uji Kompetensi Nasional Tahun 2026 dengan baik dan siap memberikan pelayanan kebidanan yang profesional, kompeten, serta berorientasi pada keselamatan ibu, bayi, dan keluarga.