Program Sarjana & Pendidikan Profesi Bidan Alma Ata Berbangga atas Bertambahnya Doktor Baru

Program Sarjana & Pendidikan Profesi Bidan Alma Ata Berbangga atas Bertambahnya Doktor Baru

Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Dr. Erna Yovi Kurniawati, S.ST., M.Tr.Keb. atas keberhasilannya meraih gelar Doktor pada Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata dedikasi, kerja keras, dan komitmen beliau dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan dan kebidanan. Gelar doktor yang diraih tidak hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik beliau, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata.

Dengan capaian ini, Dr. Erna Yovi Kurniawati diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keilmuan yang dimiliki diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan kebidanan, pengembangan profesi bidan, serta kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan anak di Indonesia.

Prestasi ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Alma Ata dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan budaya akademik yang unggul. Bertambahnya dosen bergelar doktor menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta kolaborasi keilmuan di lingkungan Program Studi Kebidanan.

Segenap sivitas akademika Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata, turut mendoakan agar ilmu, pengalaman, dan prestasi yang telah diraih senantiasa membawa keberkahan, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, serta menginspirasi generasi akademisi dan tenaga kesehatan untuk terus berkarya demi kemajuan dunia kebidanan dan kesehatan Indonesia.

Selamat atas pencapaian yang membanggakan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kemudahan dalam mengemban amanah sebagai akademisi, peneliti, sekaligus pendidik yang terus berkontribusi bagi kemajuan ilmu kebidanan dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Selamat Hari Bidan Nasional 2026: Menyiapkan Bidan Masa Depan untuk Generasi Emas 2045

Selamat Hari Bidan Nasional 2026: Menyiapkan Bidan Masa Depan untuk Generasi Emas 2045

Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bidan Nasional 2026, Program Studi Kebidanan (Program D3 Kebidanan ,Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata mengajak seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan peran strategis bidan dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan, ibu, bayi, dan anak di Indonesia.

Hari Bidan Nasional bukan hanya menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para bidan yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menyiapkan generasi bidan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.

Belajar, Berlatih, dan Bertumbuh Menjadi Bidan Profesional

Sebagai mahasiswa kebidanan, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga pembentukan karakter, etika profesi, serta kemampuan kepemimpinan. Melalui berbagai kegiatan akademik, praktik laboratorium, praktik klinik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi bidan yang mampu memberikan pelayanan yang berpusat pada perempuan dan anak.

Di Universitas Alma Ata, mahasiswa kebidanan terus didorong untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini dan masa depan. Dengan semangat belajar yang tinggi, mereka dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Peran Bidan dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul dimulai sejak masa sebelum kehamilan, kehamilan, persalinan, hingga tumbuh kembang anak. Dalam setiap tahapan tersebut, bidan memiliki peran yang sangat penting sebagai pendidik, pendamping, advokat, sekaligus pemberi layanan kesehatan.

Melalui pelayanan yang berkualitas, bidan berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kesehatan reproduksi, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu, keberadaan bidan yang kompeten dan berintegritas menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

One Million More Midwives

Peringatan Hari Bidan Nasional tahun ini juga sejalan dengan semangat global “One Million More Midwives”, yaitu ajakan untuk memperkuat jumlah, kapasitas, dan kepemimpinan bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berbasis hak.

Semangat ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen kebidanan untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi bidan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap kesehatan perempuan dan anak.

Bersama Menjadi Bagian dari Perubahan

Hari ini kami belajar, berlatih, dan bertumbuh. Esok kami siap menjadi bidan yang kompeten, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan untuk mendampingi perempuan dan anak Indonesia.

Selamat Hari Bidan Nasional 2026.
Mari bersama mengawal kesehatan ibu dan anak menuju Generasi Emas 2045, serta menghadirkan pelayanan kebidanan yang berkualitas, humanis, dan berpusat pada perempuan dan keluarga.

#HariBidanNasional2026 #OneMillionMoreMidwives #KebidananAlmaAta #FKIKAlmaAta #BidanIndonesia #GenerasiEmas2045 #MahasiswaKebidanan #CalonBidanIndonesia #UniversitasAlmaAta 💙

Menutup Rangkaian Community Midwifery Practice, Mahasiswa Profesi Bidan Gelar MMD 3 di Girirejo

Menutup Rangkaian Community Midwifery Practice, Mahasiswa Profesi Bidan Gelar MMD 3 di Girirejo

Menutup Rangkaian Community Midwifery Practice, Mahasiswa Profesi Bidan Gelar MMD 3 di Girirejo

Girirejo, Imogiri, Bantul – 4 Juni 2026

Program Studi  Profesi Bidan Alma Ata kembali melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 3 dalam rangkaian Stase Community Midwifery Practice (CMP) di Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran praktik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan kebidanan secara langsung di tengah masyarakat.

Community Midwifery Practice (CMP) merupakan salah satu bentuk implementasi pendidikan profesi yang berorientasi pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan, merumuskan solusi, serta memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Pada pelaksanaan MMD 3, mahasiswa  Profesi Bidan Alma Ata berkolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di Kalurahan Girirejo. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan hasil identifikasi masalah kesehatan yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mendiskusikan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu, anak, dan keluarga di lingkungan masyarakat.

Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam berkomunikasi, bekerja sama, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah di lapangan.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan masyarakat, diharapkan mahasiswa mampu memahami peran strategis bidan sebagai tenaga kesehatan yang tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas kesehatan secara berkelanjutan.

Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan MMD 3 Stase Community Midwifery Practice di Kalurahan Girirejo. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mencetak bidan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing di masa depan.

Langkah Nyata Mahasiswi Profesi Bidan Alma Ata! Edukasi Keluarga Berencana untuk Kesehatan Ibu dan Keluarga di Payaman Utara dan Pajimatan, Imogiri Tuai Respons Positif

Langkah Nyata Mahasiswi Profesi Bidan Alma Ata! Edukasi Keluarga Berencana untuk Kesehatan Ibu dan Keluarga di Payaman Utara dan Pajimatan, Imogiri Tuai Respons Positif

Mahasiswi Profesi Bidan Alma Ata melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam program Community Midwifery Practice melalui penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Dusun Payaman Utara dan Pajimatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proker kegiatan Community Midwifery Practice yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan keluarga melalui edukasi langsung di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 01 Juni 2026 pukul 13.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh 30 ibu PKK dari kedua dusun tersebut.

Dalam suasana yang hangat dan partisipatif, kegiatan penyuluhan berjalan secara interaktif dengan melibatkan peserta secara aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Mahasiswi tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membangun komunikasi dua arah untuk memastikan pemahaman peserta benar-benar tercapai.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian Keluarga Berencana, manfaat program KB, berbagai jenis metode kontrasepsi, kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, efek samping penggunaan KB, mitos dan fakta seputar KB, serta pendampingan dalam pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan ibu.

Pemaparan materi disampaikan oleh Alan Karisma, mahasiswi Profesi Kebidanan Komunitas Universitas Alma Ata, dengan pendekatan edukatif dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, banyaknya pertanyaan yang diajukan, serta keterlibatan penuh hingga akhir kegiatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai pentingnya program Keluarga Berencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi ilmu kebidanan komunitas di lapangan.

Pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan setempat serta Puskesmas Imogiri 1 yang turut berperan dalam kelancaran kegiatan. Dukungan akademik juga diberikan oleh dosen pembimbing, yaitu Ibu Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn dan Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Keb, yang senantiasa memberikan arahan selama proses kegiatan berlangsung.

Kegiatan Community Midwifery Practice ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan simbol kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan ibu-ibu PKK mampu memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Keluarga Berencana serta dapat memilih metode kontrasepsi yang tepat sesuai kebutuhan, sehingga mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di masyarakat.

Kolaborasi Mahasiswa Profesi Bidan  Bersama Puskesmas Imogiri 1 Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Edukasi IVA

Kolaborasi Mahasiswa Profesi Bidan Bersama Puskesmas Imogiri 1 Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Edukasi IVA

Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan perempuan yang memerlukan perhatian serius, baik di Indonesia maupun dunia. Penyakit ini sering kali terlambat terdeteksi karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Padahal, kanker serviks dapat dicegah dan dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan rutin.

Sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks, Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama Puskesmas Imogiri 1 mengadakan kegiatan edukasi kesehatan dan motivasi pemeriksaan IVA bagi masyarakat pada Senin, 25 Mei 2026 di Musholla Al-Ikhlas.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 17.00-selesai tersebut diikuti oleh masyarakat dengan antusias. Edukasi diberikan secara langsung oleh tenaga kesehatan bersama tim kebidanan komunitas sebagai upaya meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan penjelasan mengenai kanker serviks, faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Salah satu fokus utama edukasi adalah pentingnya pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai metode deteksi dini kanker serviks yang sederhana, aman, cepat, dan efektif dilakukan bagi perempuan usia produktif.

Tim kesehatan menjelaskan bahwa pemeriksaan IVA merupakan salah satu metode skrining yang mudah dijangkau masyarakat dan dapat membantu menemukan perubahan pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker serviks. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

Selain memberikan edukasi kesehatan, tim juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar tidak takut atau malu melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin. Banyak perempuan masih merasa khawatir atau enggan melakukan pemeriksaan karena kurangnya informasi dan rasa takut terhadap hasil pemeriksaan. Oleh karena itu, edukasi yang diberikan juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa pemeriksaan kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan.

“Kanker serviks dapat dicegah apabila perempuan rutin melakukan deteksi dini. Pemeriksaan IVA adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi sejak awal,” ujar salah satu tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang bertujuan mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara langsung. Kolaborasi antara Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama Puskesmas Imogiri 1 diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala.

Masyarakat yang hadir juga tampak aktif mengikuti sesi edukasi dan diskusi. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai kesehatan reproduksi perempuan, pemeriksaan IVA, serta cara menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit reproduksi.

Tim Kebidanan Komunitas dan Puskesmas Imogiri 1 berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya deteksi dini kanker serviks serta lebih berani melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa depan.

Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Imogiri 1 sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Imogiri 1 sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama Puskesmas Imogiri 1 menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 bertempat di Musholla Al-Ikhlas.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 19.30-selesai ini menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang ditujukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya secara dini sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar. Warga hadir untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan serta mengikuti edukasi kesehatan yang diberikan oleh tim tenaga kesehatan dan mahasiswa kebidanan komunitas.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi kesehatan umum, serta konsultasi kesehatan sederhana terkait keluhan yang dialami masyarakat sehari-hari. Pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus yang saat ini semakin banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Materi edukasi meliputi pengaturan pola makan bergizi seimbang, pentingnya aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi gula dan garam berlebih, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Tim kesehatan menjelaskan bahwa banyak penyakit tidak menular sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga masyarakat perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi penyakit dapat diminimalkan.

Kolaborasi kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan langsung di lingkungan komunitas. Tim Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Imogiri 1 berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara rutin, serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

“Kegiatan cek kesehatan gratis ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sendiri. Harapannya, masyarakat dapat lebih aktif melakukan pencegahan penyakit sebelum muncul komplikasi yang lebih serius,” ujar salah satu tim pelaksana kegiatan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan. Masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat dan membantu meningkatkan wawasan kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dapat terus meningkat sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap upaya pencegahan penyakit sejak dini.