Menutup Rangkaian Community Midwifery Practice, Mahasiswa Profesi Bidan Gelar MMD 3 di Girirejo

Menutup Rangkaian Community Midwifery Practice, Mahasiswa Profesi Bidan Gelar MMD 3 di Girirejo

Menutup Rangkaian Community Midwifery Practice, Mahasiswa Profesi Bidan Gelar MMD 3 di Girirejo

Girirejo, Imogiri, Bantul – 4 Juni 2026

Program Studi  Profesi Bidan Alma Ata kembali melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 3 dalam rangkaian Stase Community Midwifery Practice (CMP) di Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran praktik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan kebidanan secara langsung di tengah masyarakat.

Community Midwifery Practice (CMP) merupakan salah satu bentuk implementasi pendidikan profesi yang berorientasi pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan, merumuskan solusi, serta memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Pada pelaksanaan MMD 3, mahasiswa  Profesi Bidan Alma Ata berkolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di Kalurahan Girirejo. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan hasil identifikasi masalah kesehatan yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mendiskusikan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu, anak, dan keluarga di lingkungan masyarakat.

Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam berkomunikasi, bekerja sama, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah di lapangan.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan masyarakat, diharapkan mahasiswa mampu memahami peran strategis bidan sebagai tenaga kesehatan yang tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas kesehatan secara berkelanjutan.

Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan MMD 3 Stase Community Midwifery Practice di Kalurahan Girirejo. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mencetak bidan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing di masa depan.

Langkah Nyata Mahasiswi Profesi Bidan Alma Ata! Edukasi Keluarga Berencana untuk Kesehatan Ibu dan Keluarga di Payaman Utara dan Pajimatan, Imogiri Tuai Respons Positif

Langkah Nyata Mahasiswi Profesi Bidan Alma Ata! Edukasi Keluarga Berencana untuk Kesehatan Ibu dan Keluarga di Payaman Utara dan Pajimatan, Imogiri Tuai Respons Positif

Mahasiswi Profesi Bidan Alma Ata melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam program Community Midwifery Practice melalui penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Dusun Payaman Utara dan Pajimatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proker kegiatan Community Midwifery Practice yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan keluarga melalui edukasi langsung di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 01 Juni 2026 pukul 13.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh 30 ibu PKK dari kedua dusun tersebut.

Dalam suasana yang hangat dan partisipatif, kegiatan penyuluhan berjalan secara interaktif dengan melibatkan peserta secara aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Mahasiswi tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membangun komunikasi dua arah untuk memastikan pemahaman peserta benar-benar tercapai.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian Keluarga Berencana, manfaat program KB, berbagai jenis metode kontrasepsi, kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, efek samping penggunaan KB, mitos dan fakta seputar KB, serta pendampingan dalam pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan ibu.

Pemaparan materi disampaikan oleh Alan Karisma, mahasiswi Profesi Kebidanan Komunitas Universitas Alma Ata, dengan pendekatan edukatif dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, banyaknya pertanyaan yang diajukan, serta keterlibatan penuh hingga akhir kegiatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai pentingnya program Keluarga Berencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi ilmu kebidanan komunitas di lapangan.

Pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan setempat serta Puskesmas Imogiri 1 yang turut berperan dalam kelancaran kegiatan. Dukungan akademik juga diberikan oleh dosen pembimbing, yaitu Ibu Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn dan Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Keb, yang senantiasa memberikan arahan selama proses kegiatan berlangsung.

Kegiatan Community Midwifery Practice ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan simbol kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan ibu-ibu PKK mampu memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Keluarga Berencana serta dapat memilih metode kontrasepsi yang tepat sesuai kebutuhan, sehingga mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di masyarakat.

Kolaborasi Mahasiswa Profesi Bidan  Bersama Puskesmas Imogiri 1 Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Edukasi IVA

Kolaborasi Mahasiswa Profesi Bidan Bersama Puskesmas Imogiri 1 Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Edukasi IVA

Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan perempuan yang memerlukan perhatian serius, baik di Indonesia maupun dunia. Penyakit ini sering kali terlambat terdeteksi karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Padahal, kanker serviks dapat dicegah dan dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan rutin.

Sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks, Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama Puskesmas Imogiri 1 mengadakan kegiatan edukasi kesehatan dan motivasi pemeriksaan IVA bagi masyarakat pada Senin, 25 Mei 2026 di Musholla Al-Ikhlas.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 17.00-selesai tersebut diikuti oleh masyarakat dengan antusias. Edukasi diberikan secara langsung oleh tenaga kesehatan bersama tim kebidanan komunitas sebagai upaya meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan penjelasan mengenai kanker serviks, faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Salah satu fokus utama edukasi adalah pentingnya pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai metode deteksi dini kanker serviks yang sederhana, aman, cepat, dan efektif dilakukan bagi perempuan usia produktif.

Tim kesehatan menjelaskan bahwa pemeriksaan IVA merupakan salah satu metode skrining yang mudah dijangkau masyarakat dan dapat membantu menemukan perubahan pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker serviks. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

Selain memberikan edukasi kesehatan, tim juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar tidak takut atau malu melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin. Banyak perempuan masih merasa khawatir atau enggan melakukan pemeriksaan karena kurangnya informasi dan rasa takut terhadap hasil pemeriksaan. Oleh karena itu, edukasi yang diberikan juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa pemeriksaan kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan.

“Kanker serviks dapat dicegah apabila perempuan rutin melakukan deteksi dini. Pemeriksaan IVA adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi sejak awal,” ujar salah satu tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang bertujuan mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara langsung. Kolaborasi antara Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama Puskesmas Imogiri 1 diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala.

Masyarakat yang hadir juga tampak aktif mengikuti sesi edukasi dan diskusi. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai kesehatan reproduksi perempuan, pemeriksaan IVA, serta cara menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit reproduksi.

Tim Kebidanan Komunitas dan Puskesmas Imogiri 1 berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya deteksi dini kanker serviks serta lebih berani melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa depan.

Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Imogiri 1 sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Imogiri 1 sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, Kolaborasi Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama Puskesmas Imogiri 1 menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 bertempat di Musholla Al-Ikhlas.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 19.30-selesai ini menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang ditujukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya secara dini sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar. Warga hadir untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan serta mengikuti edukasi kesehatan yang diberikan oleh tim tenaga kesehatan dan mahasiswa kebidanan komunitas.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi kesehatan umum, serta konsultasi kesehatan sederhana terkait keluhan yang dialami masyarakat sehari-hari. Pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus yang saat ini semakin banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Materi edukasi meliputi pengaturan pola makan bergizi seimbang, pentingnya aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi gula dan garam berlebih, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Tim kesehatan menjelaskan bahwa banyak penyakit tidak menular sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga masyarakat perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi penyakit dapat diminimalkan.

Kolaborasi kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan langsung di lingkungan komunitas. Tim Kebidanan Komunitas Dronco & Gejayan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Imogiri 1 berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara rutin, serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

“Kegiatan cek kesehatan gratis ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sendiri. Harapannya, masyarakat dapat lebih aktif melakukan pencegahan penyakit sebelum muncul komplikasi yang lebih serius,” ujar salah satu tim pelaksana kegiatan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan. Masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat dan membantu meningkatkan wawasan kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dapat terus meningkat sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Khansa Nabila Resmi Terpilih sebagai Ketua HIMABI 2026: Membawa Semangat Baru yang Progresif

Khansa Nabila Resmi Terpilih sebagai Ketua HIMABI 2026: Membawa Semangat Baru yang Progresif

Selamat dan Sukses atas Terpilihnya Ketua HIMABI Periode 2026

Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMABI) Universitas Alma Ata mengucapkan selamat dan sukses kepada Khansa Nabila Mahasiswa Prodi Sarjana Kebidanan (2024) atas terpilihnya sebagai Ketua HIMABI periode 2026. Kepercayaan yang telah diberikan ini menjadi amanah besar dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi menuju arah yang lebih baik.

Dengan mengusung visi untuk mewujudkan HIMABI yang religius, berakhlak mulia, progresif, kolaboratif, serta berjiwa sosial, diharapkan kepemimpinan baru ini mampu mencetak mahasiswa kebidanan yang profesional dan siap menghadapi era transformasi kesehatan. Visi tersebut menjadi landasan penting dalam membangun organisasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga berdampak nyata.

Sejalan dengan visi tersebut, berbagai misi strategis telah dirancang, mulai dari pelaksanaan program kerja yang inovatif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa, menciptakan ruang aspirasi yang terbuka, hingga memperkuat solidaritas antaranggota dan menjaga nama baik program studi kebidanan. Nilai-nilai keagamaan juga menjadi fondasi utama dalam setiap langkah organisasi.

Program kerja yang telah dipaparkan menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan mahasiswa, baik melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, peningkatan kompetensi melalui kompetisi dan webinar, hingga penguatan internal organisasi melalui kegiatan kebersamaan dan kolaborasi antarhimpunan. Tidak hanya itu, bidang kewirausahaan, media sosial, serta keagamaan juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan berintegritas.

Dengan strategi yang terstruktur, evaluasi berkala, serta keterlibatan aktif seluruh anggota, diharapkan seluruh program kerja dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.

Semoga di bawah kepemimpinan yang baru, HIMABI Universitas Alma Ata semakin solid, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa, institusi, maupun masyarakat luas.

Selamat mengemban amanah dan selamat berkarya.

Sitti Hadianti Lulus sebagai Terbaik Prodi pada Wisuda Periode April 2026

Sitti Hadianti Lulus sebagai Terbaik Prodi pada Wisuda Periode April 2026

Lulusan Terbaik S1 Kebidanan Universitas Alma Ata Wisuda Periode April 2026

Universitas Alma Ata kembali meluluskan mahasiswa terbaik dari Program Studi S1 Kebidanan pada wisuda periode April 2026. Salah satu lulusan terbaik, Sitti Hadianti Kunsi (Dhea), berhasil menyelesaikan pendidikan dengan capaian yang membanggakan melalui proses pembelajaran yang penuh tantangan dan bermakna.

Selama menempuh pendidikan, Dhea mengungkapkan bahwa pengalaman akademik yang diperoleh tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat kompetensi serta profesionalisme sebagai bidan. Pembelajaran yang diberikan, baik secara teori maupun praktik, dinilai sangat mendukung kesiapan dalam menghadapi dunia kerja.

“Proses pembelajaran yang saya lalui sangat menantang namun bermakna. Ilmu dan pengalaman yang saya peroleh benar-benar membantu saya menjadi lebih siap sebagai tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata terus berkembang dan konsisten dalam mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, serta siap menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri, serta memperkuat peran lulusan kebidanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.