Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Raih Juara III HIMABI Competition 2025

Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Raih Juara III HIMABI Competition 2025

Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata, Melbi Mutiara (Angkatan 2023), meraih Juara III pada Lomba Poster Tingkat Mahasiswa dalam ajang HIMABI Competition 2025.

Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan dilaksanakan sebagai wadah pengembangan kreativitas serta penyampaian gagasan ilmiah dalam bentuk media poster. Penilaian lomba mencakup aspek substansi keilmuan, ketepatan isi, kreativitas desain, serta kejelasan pesan yang disampaikan.

Berdasarkan hasil penjurian yang diumumkan oleh panitia HIMABI Competition 2025, Melbi Mutiara ditetapkan sebagai peraih Juara III setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Program Studi, Ibu Fatimatasari, M.Keb., Bdn menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkompetisi, dan aktif mengikuti berbagai kegiatan ilmiah maupun non-ilmiah.

Melbi Mutiara juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dan Ia berharap prestasi ini dapat menjadi langkah awal untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam bidang yang diminati.

Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Melbi Mutiara atas prestasi yang diraih. Terus berkarya, menginspirasi, dan membawa nama baik almamater di kancah yang lebih luas.

Dosen S1 Kebidanan Raih Kenaikan Jabatan Fungsional Lektor Tercepat

Dosen S1 Kebidanan Raih Kenaikan Jabatan Fungsional Lektor Tercepat

Universitas Alma Ata kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian dosennya. Ibu Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn, dosen Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata, resmi meraih kenaikan Jabatan Fungsional Lektor (Tercepat).

Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas dedikasi, konsistensi, dan komitmen beliau dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selama menjalankan perannya sebagai akademisi, Ibu Indah Wijayanti aktif berkontribusi dalam pengembangan mutu pembelajaran kebidanan, keterlibatan dalam kegiatan ilmiah, serta pendampingan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik.

Kenaikan jabatan fungsional ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Program Studi Kebidanan dan FKIK Universitas Alma Ata secara keseluruhan. Capaian tersebut menunjukkan kualitas sumber daya dosen yang unggul serta komitmen institusi dalam mendorong pengembangan karier akademik secara berkelanjutan.

Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan profesionalisme, produktivitas ilmiah, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kebidanan.

Universitas Alma Ata menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan selamat dan sukses kepada Ibu Indah Wijayanti atas capaian yang membanggakan ini. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk kontribusi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Belajar, Berbagi, dan Tumbuh Bersama: Penguatan Literasi Kesehatan Mental dalam Program Sister School di SMA N 1 Bambanglipuro

Belajar, Berbagi, dan Tumbuh Bersama: Penguatan Literasi Kesehatan Mental dalam Program Sister School di SMA N 1 Bambanglipuro


Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa di SMA N 1 Bambanglipuro saat siswa-siswi mengikuti kegiatan Penguatan Literasi Kesehatan Mental. Kegiatan ini menjadi momen belajar bersama yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, empati, serta semangat saling mendukung di lingkungan sekolah. Di tengah tuntutan akademik, dinamika pergaulan, dan proses pencarian jati diri pada masa remaja, kesehatan mental menjadi aspek penting yang sering kali belum banyak dibicarakan secara terbuka. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program Sister School, yaitu kerja sama antar institusi pendidikan dalam berbagi praktik baik, penguatan kapasitas siswa, serta pengembangan lingkungan belajar yang lebih sehat dan suportif. Melalui program Sister School, kolaborasi tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis siswa sebagai fondasi penting dalam proses belajar. Penguatan literasi kesehatan mental ini menjadi salah satu bentuk nyata berbagi praktik baik, yang diharapkan dapat menginspirasi dan memperluas budaya sekolah yang peduli, inklusif, serta ramah terhadap kebutuhan emosional remaja.

Pada pelaksanaan Selasa, 20 Januari 2026, Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb hadir sebagai pemateri dalam kegiatan yang dirancang secara interaktif, sehingga siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan refleksi.” Beberapa hal yang dipelajari bersama meliputi:

  • Pengertian kesehatan mental dalam kehidupan remaja
  • Tanda-tanda stres, kelelahan emosional, dan tekanan psikologis
  • Cara sederhana menjaga keseimbangan diri di tengah aktivitas sekolah
  • Pentingnya mencari bantuan dan berbicara kepada orang yang dipercaya

Dari edukasi kesehatan yang disampaikan para siswa mulai menyadari bahwa perasaan cemas, lelah, atau tertekan adalah hal yang manusiawi. Yang terpenting bukan menghindari perasaan tersebut, tetapi mengetahui cara mengelolanya dengan sehat. Ruang diskusi yang terbuka juga membantu mengurangi stigma terhadap isu kesehatan mental.

Selain fokus pada diri sendiri, siswa juga diajak memahami peran mereka sebagai teman sebaya. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya dibentuk oleh aturan, tetapi juga oleh sikap sehari-hari antar siswa. Dalam sesi ini, siswa belajar untuk:

  • Menjadi pendengar yang baik bagi teman
  • Menghargai perbedaan kondisi emosional setiap individu
  • Menghindari candaan atau komentar yang meremehkan perasaan orang lain
  • Menciptakan budaya saling mendukung di kelas

Dengan adanya kolaborasi ini, semangat belajar, berbagi, dan tumbuh bersama tidak hanya dirasakan oleh siswa SMA N 1 Bambanglipuro, tetapi juga menjadi nilai yang terus berkembang dalam jejaring sekolah yang terlibat dalam program Sister School. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk bertumbuh sebagai individu yang sehat secara emosional. Pengetahuan yang diperoleh, keberanian untuk berbagi, dan dukungan dari teman sebaya menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Mahasiswa S1 Kebidanan Alma Ata Raih Program Dukungan Pembiayaan UKT/SPP Kemendiktisaintek 2025

Mahasiswa S1 Kebidanan Alma Ata Raih Program Dukungan Pembiayaan UKT/SPP Kemendiktisaintek 2025

Yogyakarta — Program Studi Sarjana Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata kembali mencatatkan capaian membanggakan. Sejumlah mahasiswa terpilih sebagai Penerima Program Dukungan Pembiayaan UKT/SPP dari Kemendiktisaintek untuk Periode Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.

Adapun mahasiswa yang berhasil memperoleh program dukungan tersebut adalah Ilmi Hikmatul Mawadah (angkatan 2022)Nur Khayatun Nufus (angkatan 2023)Arbillah Ahdah Ramadhani (2024), Alifia Ni’matur Rohmah (angkatan 2024), dan Elis Sutriani (angkatan 2022). Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan tinggi secara konsisten dan bertanggung jawab.

Program Dukungan Pembiayaan UKT/SPP Kemendiktisaintek merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung keberlanjutan studi mahasiswa serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat semakin fokus dalam mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional selama masa studi.

Pimpinan Program Studi Sarjana Profesi Bidan FKIK Universitas Alma Ata menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa penerima program. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berprestasi, menjaga integritas akademik, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Alma Ata senantiasa berkomitmen untuk mendukung mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi diri, baik melalui program akademik maupun fasilitasi berbagai skema dukungan pendidikan. Diharapkan, para penerima program ini kelak dapat menjadi bidan profesional yang unggul, berkarakter, dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan ibu dan anak di Indonesia

Mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Alma Ata Jadi Pemateri Edukasi Kesehatan Mental di SMK Kesehatan Bantul

Mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Alma Ata Jadi Pemateri Edukasi Kesehatan Mental di SMK Kesehatan Bantul

Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pada 28 November 2025, salah satu mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Alma Ata angkatan 2022, Citra Diumi Irawan, berkesempatan menjadi pemateri dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di SMK Kesehatan Bantul.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMABI) dan Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMIKA) Universitas Alma Ata, sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran kesehatan remaja melalui edukasi berbasis kebutuhan aktual.

Pengabdian masyarakat tersebut diikuti oleh 83 siswa kelas X dan XI, yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan edukasi yang disampaikan secara interaktif dan komunikatif.

Pada kegiatan ini, Citra Diumi menyampaikan materi edukasi kesehatan mental di era bullying, dengan fokus pada tantangan kesehatan mental remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Materi yang disampaikan mencakup:

  • Gejala gangguan kesehatan mental pada remaja
  • Faktor penyebab, baik dari lingkungan pertemanan, keluarga, sekolah, maupun media digital
  • Upaya pencegahan, termasuk penguatan coping skill dan dukungan sosial, dan 
  • Tata laksana awal ketika menghadapi masalah kesehatan mental

Secara khusus, materi juga membahas fenomena cyberbullying, ketergantungan gawai, paparan konten negatif, serta tekanan sosial di media digital yang semakin sering dialami remaja saat ini.

Edukasi ini menjadi sangat relevan mengingat tren masalah kesehatan mental pada remaja terus meningkat. Selain itu, masalah kesehatan mental tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis jangka pendek, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang, termasuk terhadap kesehatan reproduksi di masa dewasa.

Stres kronis, kecemasan, dan gangguan mental yang tidak tertangani dengan baik pada masa remaja diketahui dapat memengaruhi keseimbangan hormonal, perilaku kesehatan, hingga kesiapan reproduksi di kemudian hari. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif sejak usia remaja menjadi sangat penting.

Sarana Pembelajaran dan Pemberdayaan Mahasiswa

Bagi mahasiswa, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari proses pembelajaran kontekstual untuk melatih keterampilan komunikasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu secara langsung sesuai kebutuhan sasaran.

Hal ini sejalan dengan keunggulan health promotion yang menjadi ciri khas Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata. Mahasiswa dibekali kompetensi untuk melakukan edukasi kesehatan di masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan masalah kesehatan yang berimplikasi pada kesehatan reproduksi perempuan sepanjang siklus hidup, mulai dari masa remaja, usia reproduktif, hingga menopause.

Melalui kegiatan seperti ini, Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Universitas Alma Ata terus berkomitmen mencetak calon bidan profesional yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan pemberdayaan masyarakat.

Bukan Cuma di Kelas! Dosen Berbagi Edukasi Positif Lewat Media Sosial

Bukan Cuma di Kelas! Dosen Berbagi Edukasi Positif Lewat Media Sosial

Peran dosen di era digital tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Perkembangan media sosial membuka ruang baru bagi dosen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui edukasi yang relevan, mudah dipahami, dan berbasis keilmuan. Media sosial menjadi sarana strategis untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif sekaligus membangun literasi publik secara luas. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata berinisiatif menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan remaja melalui siaran langsung (Live Talk/Live TikToksecara rutin setiap dua minggu sekali pada hari Jumat. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta menghadirkan edukasi yang kontekstual dan mudah diakses oleh remaja dan masyarakat luas.

Salah satu isu yang kini semakin mendapat perhatian adalah kesehatan mental remaja. Topik ini kerap dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang, prestasi akademik, relasi sosial, hingga masa depan remaja. Tantangan akademik, tekanan sosial, serta paparan informasi digital yang masif menjadikan remaja sebagai kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan mental. Sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Program Sarjana Profesi Bidan FKIK Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Live Talk bertajuk “Remaja & Kesehatan Mental: Apa yang Perlu Kita Pahami?” pada 26 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi publik yang membahas kesehatan mental remaja secara komprehensif, komunikatif, dan relevan dengan kondisi saat ini.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb, yang berbagi perspektif keilmuan serta pengalaman praktis terkait kesehatan mental remaja. Diskusi dipandu oleh Kak Khansa Nabila Putri (Mahasiswi Angkatan 2024) sebagai host, dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami oleh audiens.

Melalui kegiatan ini, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai edukator publik yang aktif menyebarkan informasi kesehatan yang valid dan bertanggung jawab melalui media sosial. Diharapkan, Live Talk ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental remaja serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih suportif bagi generasi muda.

Ke depan, Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi kesehatan yang bermakna, berbasis kebutuhan nyata remaja, serta selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan zaman.