Komitmen dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terus diwujudkan oleh Program Studi S1 Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata melalui kegiatan Dosen Mengajar yang merupakan bagian dari program Sister School di SMAN 1 Bambanglipuro. Kegiatan ini menyasar siswa kelas X dan XI dengan mengangkat topik yang sangat dekat dengan kehidupan remaja, yaitu kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki serta perilaku seks berisiko.
Suasana aula sekolah tampak hidup sejak awal kegiatan. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias, terlebih saat pemateri mengajak diskusi tentang perubahan yang terjadi pada masa remaja, cara menjaga kesehatan organ reproduksi, hingga bagaimana remaja dapat melindungi diri dari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan dan masa depan mereka.
Materi disampaikan oleh tim dosen S1 Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata yang terdiri dari Fatimatasari, M.Keb., Bd., Prasetya Lestari, S.ST., M.Kes., Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb., dan Isti Chana Zuliyati, S.ST., M.Keb. Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi lintas disiplin ilmu bersama dosen dari bidang kesehatan lainnya, yaitu Raden Jaka Sarwadhamana, S.Kep., Ns., M.P.H. dan Imam Akbar, S.Kep., Ns., M.Kep.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para pemateri tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membuka ruang aman bagi siswa untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Hal ini menjadi penting karena masih banyak remaja yang merasa ragu atau malu untuk membicarakan kesehatan reproduksi secara terbuka.
Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pemahaman bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya tentang organ tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan mental, perilaku hidup sehat, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Edukasi sejak dini diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam mencegah berbagai permasalahan kesehatan remaja di masa depan.
Program Sister School ini sekaligus memperkuat peran Universitas Alma Ata sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga aktif berkontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan lingkungan edukatif yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan remaja Indonesia.