Created by Prasetya Lestari, S.ST., M.Kes

Perempuan sangat identik dengan berbagai jenis hormon reproduksi. Banyak diantara perempuan mengalami gangguan hormonal salah satunya gangguan “Polycystic Ovary Syndrome” (PCOS). Di Indonesia terdapat 10-11% perempuan mengalami PCOS. PCOS ini menjadi salah satu gangguan hormon yang paling umum dialami perempuan usia subur, termasuk remaja. Sayangnya, banyak remaja putri yang tidak menyadarinya dan baru terdiagnosis bertahun-tahun kemudian. Yuk, kita kenalan lebih dalam dengan PCOS!

Apa Itu PCOS?

PCOS merupakan kondisi ketidakseimbangan hormon reproduksi. Tubuh perempuan memproduksi sedikit hormon androgen (hormon laki-laki), tetapi pada pengidap PCOS, kadar hormon androgen ini berlebihan. Akibatnya, proses ovulasi (pelepasan sel telur) menjadi terganggu. Sel telur yang seharusnya matang justru gagal dilepaskan dan membentuk kista-kista kecil (kantong cairan) di indung telur. Inilah yang menyebabkan tidak teratur.

Gejala “Red Flag” PCOS yang Wajib Kamu Tahu

Gejala PCOS pada setiap orang bisa berbeda-beda, akan tetapi ada tiga tanda utama yang sering muncul pada remaja:

1. Haid Tidak Teratur (Oligomenore/Amenore)

Ini adalah tanda paling khas. Bukan sekadar telat seminggu, tapi siklus haid yang sangat jarang (kurang dari 8 kali setahun) atau bahkan berhenti sama sekali selama berbulan-bulan.

2. Tanda Kelebihan Androgen (Hiperandrogenisme)

Kelebihan hormon laki-laki bisa memunculkan tanda fisik yang mengganggu penampilan, seperti:

  • Jerawat parah: Biasanya di area rahang, dagu, atau punggung yang susah sembuh.
  • Hirsutisme: Tumbuh rambut berlebih di area yang tidak biasa bagi wanita, seperti kumis tipis, dagu, dada, atau perut.
  • Rambut rontok: Rambut kepala menipis (kebotakan pola pria).

3. Masalah Berat Badan & Warna Kulit

Sebagian besar remaja dengan PCOS mengalami kesulitan menurunkan berat badan. Selain itu, perhatikan lipatan tubuh (leher, ketiak, selangkangan). Jika ada bercak kulit yang menggelap dan menebal (Acanthosis Nigricans), hal ini sebagai tanda tubuh mengalami resistensi insulin. Kondisi ini berkaitan erat dengan PCOS.

Mengapa Bisa Kena PCOS?

Penyebab pastinya belum diketahui 100%, tapi para ahli sepakat ada dua faktor utama:

  • Genetik (Keturunan): Keluarga dengan riwayat PCOS, beresiko lebih besar menurunkan PCOS pada keturunannya. 
  • Resistensi Insulin: Sekitar 70% pengidap PCOS mengalami ini. Tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif, sehingga kadar gula darah naik. Akibatnya, tubuh memproduksi lebih banyak insulin yang memicu ovarium memproduksi lebih banyak androgen.

“Bahaya Gak Sih Kalau Dibiarkan?”

PCOS bukan penyakit menular, tapi jika dibiarkan tanpa penanganan jangka panjang, ia bisa memicu masalah kesehatan serius di masa depan, seperti:

  • Diabetes Tipe 2 di usia muda.
  • Penyakit jantung dan hipertensi.
  • Gangguan kesuburan (susah hamil) saat dewasa nanti.
  • Kanker dinding rahim (endometrium) karena jarang haid (dinding rahim menebal terus menerus tanpa diluruhkan).

Apa yang Harus Dilakukan? (Don’t Panic!)

Kabar baiknya: PCOS bisa dikendalikan! Kuncinya adalah perubahan gaya hidup. Berikut langkah pertamanya:

  1. Konsultasi ke Dokter Kandungan (Sp.OG): Jangan self-diagnose. Dokter akan melakukan USG dan cek darah untuk memastikan.
  2. Ubah Pola Makan: Kurangi makanan manis, tepung-tepungan, dan junk food yang memicu lonjakan insulin. Perbanyak sayur dan protein.
  3. Olahraga Teratur: Tidak perlu berat, cukup jalan cepat atau senam 30 menit sehari untuk membantu menyeimbangkan hormon.
  4. Kelola Stres: Stres yang tinggi bisa memperburuk ketidakseimbangan hormon.

Ingat, Girls: Haid yang tidak teratur itu adalah cara tubuhmu berkomunikasi. Jangan diabaikan, ya! Semakin cepat dideteksi, semakin mudah gejalanya dikendalikan.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). (2022). Mengenal PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome). Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
  2. Mayo Clinic. (2022). Polycystic ovary syndrome (PCOS) – Symptoms and causes.
  3. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2022). Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
  4. Rosenfield, R. L. (2020). The Diagnosis of Polycystic Ovary Syndrome in Adolescents. Pediatrics, 136(6).