Writted by Arantika Meidya Pratiwi, S.ST., M.Kes
Menstruasi adalah tanda terakhir dari pubertas, umumnya terjadi antara 2-3 tahun sejak tanda pubertas yang pertama (terjadi antara usia 10-16 tahun). Mentruasi adalah luruhnya dinding rahim yang telah menebal karena sel telur yang tidak dibuahi. Siklus menstruasi secara umum adalah antara 21-35 hari sekali dan berlangsung selama 2-7 hari.
Bagaimana Proses Menstruasi terjadi ?
- Setiap bulan hormon estrogen dan progesterone akan menyiapkan rahim dengan membentuk jaringan pada dinding untuk tempat sel telur tumbuh jika dibuahi dengan sperma.
- Selain itu, hormon ini juga menyebabkan ovarium melepas sel telur.
- Jika sel telur tidak dibuahi, maka jaringan pada dinding rahim akan lepas dan luruh, jaringan yang berbentuk seperti darah ini akan keluar melalui vagina dan disebut dengan menstruasi.

Gambar 1 Siklus Menstruasi
Apakah yang dimaksud dengan manajemen kebersihan menstruasi?
Manajemen Kebersihan Menstruasi adalah pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Perempuan harus dapat menggunakan pembalut yang bersih, dapat diganti sesering mungkin selama periode menstruasi, dan memiliki akses untuk pembuangannya, serta dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga.

Gambar 2 Menggunakan, Membuang, dan Mengganti Pembalut (Sumber: Komik Menstruasi UNICEF)
Bagaimana cara menjaga kebersihan dan kesehatan selama menstruasi ?
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan selama mengalami menstruasi, beberapa hal berikut dapat dilakukan oleh remaja putri:
- Menggunakan pembalut untuk menampung darah yang keluar dari vagina.
- Pembalut sebaiknya diganti setiap 4-5 jam sekali (apapun jenis pembalut yang digunakan). Hal ini untuk menghindari perkembangbiakan kuman yang dapat menimbulkan penyakit pada vagina dan saluran kencing. Lakukan lebih sering jika menstruasi sedang banyak dan pembalut cepat penuh.
- Setelah digunakan, pembalut sekali pakai harus dibuang. Caranya lipat dan bungkus dengan kertas atau plastik kemudian buang ke dalam tempat sampah. Jika ketersediaan air mencukupi maka dapat dicuci terlebih dahulu kemudian dilipat, dibungkus dan dibuang.
- Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut.
- Jika rok atau celana terkena noda darah menstruasi, sebaiknya tetap tenang dan noda bisa ditutupi dengan tas atau membalik rok menghadap ke depan.
- Agar tidak tembus sebaiknya sering mengganti pembalut dan selalu membawa cadangan pembalut saat ke sekolah atau ketika bepergian.
Fakta atau Mitos ?
Remaja putri kerap dibingungkan oleh informasi-informasi terkait menstruasi yang tidak jelas kebenarannya. Berikut fakta dan mitos terkait menstruasi yang perlu diketahui:
- Mitos : Makan nanas atau minuman bersoda dapat memperlancar menstruasi. Fakta: darah menstruasi keluar karena adanya kontraksi pada Rahim, makan nanas atau minuman bersoda tidak berpengaruh pada kontraksi tersebut.
- Mitos: Ketika menstruasi sebaiknya tidak tidur di siang hari.
Fakta: istirahat yang cukup akan membantu tubuh lebih segar dan mengurangi lemas karena menstruasi.
- Mitos: menstruasi adalah darah kotor.
Fakta: darah menstruasi adalah bagian yang normal dari tubuh perempuan. Remaja yang sedang menstruasi tidak kotor dan tidak perlu dijauhi.
- Mitos: dilarang makan daging saat menstruasi karena membuat darah menstruasi menjadi amis.
Fakta: makan daging dan ikan baik bagi tubuh karena mengandung protein dan zat besi yang dibutuhkan untuk mengganti sel darah merah.
- Mitos: Ketika menstruasi tidak boleh mencuci rambut (keramas).
Fakta: Rambut dan kulit lebih berminyak Ketika menstruasi, mandi dan keramas justru dianjurkan untuk dilakukan.
- Mitos: Ketika menstruasi sebaiknya tidak olahraga.
Fakta: Olahraga ringan dan peregangan dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang dialami karena kram perut Ketika menstruasi.
Sumber:
Modul Kesehatan Reproduksi Remaja Luar Sekolah. Kementerian Kesehatan Masyarakat. 2021
International Technical Guidance on Sexuality Education. UNESCO. 2017
Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja, Tingkat SMP dan Sederajat, Kementerian Kesehatan, Kemendikbud dan Kementerian Agama, 2017
Pedoman Penyusunan Materi Edukasi bagi Mahasiswa, Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Pergaulan Sehat dengan Pendidikan Kecakapan Hidup, BKKBN, 2018