Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan
Selama ini, istilah “Posyandu” selalu identik dengan bayi dan balita. Namun, tahukah Anda bahwa masa remaja merupakan window of opportunity kedua setelah masa seribu hari pertama kehidupan? Prodi DIII Kebidanan UAA menyoroti pentingnya Posyandu Remaja (Posrem) sebagai garda terdepan dalam memantau kesehatan generasi Z dan Alpha.
Apa Itu Posyandu Remaja?
Posyandu Remaja adalah kegiatan berbasis kesehatan masyarakat yang dikhususkan untuk remaja usia 10–19 tahun. Berbeda dengan klinis formal, Posrem mengedepankan pendekatan sebaya, di mana remaja diajak aktif menjadi kader untuk membantu teman-temannya sendiri.
Manfaat Utama Posyandu Remaja
Kehadiran Posyandu Remaja memberikan dampak yang signifikan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Pemantauan Pertumbuhan dan Deteksi Dini Anemia
Banyak remaja perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka mengalami anemia. Di Posyandu, dilakukan pengecekan kadar Hemoglobin (Hb) dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Hal ini krusial untuk mencegah stunting di masa depan ketika mereka menjadi ibu.
2. Konseling Kesehatan Mental dan Gaya Hidup
Posyandu menyediakan ruang aman bagi remaja untuk mencurahkan kegelisahan mereka, mulai dari masalah tekanan belajar hingga perundungan (bullying). Konseling dilakukan dengan bahasa yang ringan dan mudah diterima.
3. Edukasi Kesehatan Reproduksi
Remaja diberikan informasi yang akurat mengenai perubahan tubuh dan kesehatan reproduksi untuk menghindari perilaku berisiko, seperti pernikahan dini atau seks bebas, yang sering kali dipicu oleh informasi hoaks dari internet.
Alur Pelayanan Posyandu Remaja
Posyandu Remaja biasanya menggunakan sistem 5 Meja yang terorganisir untuk memastikan setiap aspek kesehatan terpantau:
- Meja 1 : Pendaftaran (Pendataan identitas remaja)
- Meja 2 : Penimbangan dan Ukur (Mengukur BB, TB, Tekanan Darah, dan Lingkar Lengan Atas (LILA))
- Meja 3 : Pencatatan (Mendokumentasikan hasil pengukuran di Buku Pemantauan Kesehatan Remaja)
- Meja 4 : Pelayanan Kesehatan (Pemberian vitamin, TTD, atau pemeriksaan medis dasar)
- Meja 5 : KIE (Edukasi) (Sosialisasi atau penyuluhan kelompok mengenai isu kesehatan terkini)
Kesehatan bukan hanya tentang tidak adanya penyakit, tetapi tentang keseimbangan fisik, mental, dan sosial. Posyandu Remaja adalah tempat di mana keseimbangan itu mulai dibentuk. Remaja yang sehat secara fisik dan cerdas secara emosional adalah kunci keberhasilan pembangunan nasional.
Artikel kesehatan yang menarik lainya bisa diakses di website Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul.
Sumber Pustaka :
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posyandu Remaja. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
UNICEF. (2021). The State of the World’s Children 2021: On My Mind – Promoting, protecting and caring for children’s mental health. New York: UNICEF.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Standar Layanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga.