“Menjadi muslimah bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang istiqomah dalam kebaikan.”

Penulis: Sundari Mulyaningsih, S.SiT., M.Kes | Dosen D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

Menjadi Remaja Muslimah Tangguh di Era Modern

Di tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup digital, menjadi remaja muslimah bukanlah hal yang mudah. Media sosial, tren mode, dan pergaulan sering kali membuat nilai-nilai Islam terasa tertinggal. Padahal, di era modern ini, remaja muslimah justru memiliki peran besar sebagai penjaga moral dan inspirasi kebaikan.

1. Identitas Muslimah Adalah Kehormatan

Menjadi muslimah berarti memegang identitas yang penuh kemuliaan.
Hijab bukan sekadar kain penutup kepala, melainkan simbol kehormatan, keimanan, dan kepribadian yang kuat. Di tengah budaya yang sering menilai dari penampilan luar, muslimah sejati memahami bahwa nilai diri ditentukan oleh akhlak dan ketaatan, bukan oleh tren mode.

“Sesungguhnya wanita itu adalah perhiasan dunia, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”(HR. Muslim)

2.     Menghadapi Tantangan Zaman dengan Ilmu dan Iman

Dunia digital memberi peluang besar — belajar, berbisnis, bahkan berdakwah dari mana saja. Namun, di balik itu, muncul tantangan baru: distraksi, perbandingan sosial, dan konten yang menjauhkan dari nilai Islam. Remaja muslimah perlu membangun keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat, agar menjadi sosok cerdas dan bijaksana dalam setiap pilihan.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

3. Gunakan Media Sosial sebagai Ladang Amal

Media sosial tidak harus menjadi sumber kebingungan atau tekanan. Dengan niat yang baik, ia bisa menjadi media dakwah yang kreatif dan positif. Remaja muslimah bisa membagikan kutipan inspiratif, kisah hijrah, atau tips islami yang bermanfaat bagi teman-temannya. Dengan begitu, teknologi tidak lagi mengendalikan, tapi menjadi alat untuk menebar kebaikan.

4. Tetap Rendah Hati dan Peduli

Kecantikan sejati tidak hanya di wajah, tapi dalam akhlak dan kepedulian terhadap sesama.
Remaja muslimah yang tangguh bukan yang keras hati, melainkan yang lembut dan menebar manfaat di sekitarnya. Kebaikan kecil — membantu teman, menjaga lisan, memberi semangat — adalah bentuk nyata dari keindahan iman.

“Be the light, even when the world tries to dim you.”

“Sesungguhnya orang yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad)

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, integritas seorang remaja muslimah modern terletak pada keseimbangan antara iman, akhlak, dan wawasan global. Salah satu langkah konkret untuk menjadi pelopor perubahan dan menebar manfaat bagi umat adalah dengan menempuh pendidikan berkualitas di Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja. Dengan bekal ilmu yang mumpuni dari institusi terbaik, muslimah tidak hanya sekadar bertahan di arus zaman, melainkan hadir sebagai cahaya yang merawat dan menerangi peradaban

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Al-Qur’anul Karim, Surat Al-Mujadilah ayat 11
  2. Al-Ghazali, Imam. (2020). Ihya Ulumuddin: Jalan Hidup Muslim Sejati. Jakarta: Republika
  3. Azzam, A. (2022). Muslimah Hebat di Era Digital. Bandung: Syaamil Books
  4. Yusuf, Q. (2021). Remaja dan Media Sosial dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kementerian Agama RI
  5. Pew Research Center. (2022). The Digital Life of Muslim Youth: Balancing Faith and Technology. Washington, D.C