Penulis: Dosen Prodi Kebidanan

Bagi seorang bayi yang baru lahir, sentuhan adalah bahasa pertama yang mereka pahami. Jauh sebelum mereka mengerti kata-kata, pelukan dan usapan lembut dari orang tua adalah cara utama bayi merasakan cinta dan rasa aman. Salah satu bentuk stimulasi sentuhan yang telah dipraktikkan turun-temurun dan kini sangat didukung oleh ilmu medis modern adalah pijat bayi (baby massage).

Pijat bayi bukan sekadar tren perawatan kekinian atau sekadar rutinitas setelah mandi. Lebih dari itu, pijat bayi adalah terapi holistik yang membawa segudang manfaat bagi fisik maupun psikologis si kecil, sekaligus menjadi momen magis untuk mempererat ikatan batin (bonding).

Keajaiban di Balik Pijatan Lembut

Berdasarkan berbagai penelitian medis, pijat bayi yang dilakukan dengan teknik yang benar dapat memberikan manfaat luar biasa, antara lain:

  • Meningkatkan Kualitas Tidur: Pijatan lembut merangsang produksi hormon melatonin dan serotonin yang membuat bayi merasa lebih rileks, sehingga durasi dan kualitas tidurnya menjadi lebih baik.
  • Melancarkan Pencernaan: Usapan dengan pola tertentu di area perut (seperti gerakan I Love You atau ILU) sangat efektif membantu mengeluarkan gas yang terperangkap, melancarkan buang air besar, dan meredakan kolik.
  • Mendukung Kenaikan Berat Badan: Pijatan merangsang saraf vagus yang terhubung dengan saluran pencernaan, membuat penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal.
  • Menurunkan Hormon Stres: Sentuhan dari kulit ke kulit (skin-to-skin) terbukti menurunkan kadar kortisol (hormon stres) pada bayi yang sedang beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.

Tangan Siapa yang Paling Baik Memijat Bayi?

Di masyarakat Indonesia, masih sangat lazim menyerahkan urusan pijat bayi kepada paraji atau dukun pijat tradisional. Padahal, sosok yang paling ideal dan sangat dianjurkan untuk memijat bayi adalah orang tuanya sendiri (ibu atau ayah).

Pijat bayi secara medis bukanlah pijatan keras atau urutan yang memanipulasi tulang layaknya pijat orang dewasa, melainkan sekadar rabaan dan usapan lembut yang ritmis. Saat dipijat oleh orang tuanya, bayi akan merasa jauh lebih aman karena ia sudah mengenali aroma tubuh, suara, dan detak jantung ayah ibunya. Sentuhan langsung ini akan memicu ledakan hormon oksitosin (hormon cinta) pada orang tua maupun bayi yang sangat krusial untuk perkembangan emosional anak.

Aturan Aman Melakukan Pijat Bayi

Meskipun bermanfaat, ada panduan aman yang wajib diperhatikan oleh orang tua:

  1. Pilih Waktu yang Tepat: Hindari memijat bayi saat ia lapar, mengantuk berat, rewel, atau tepat setelah menyusu. Waktu terbaik adalah saat bayi sedang terjaga, tenang, dan kooperatif.
  2. Perhatikan Isyarat Bayi (Baby Cues): Jika di tengah pijatan bayi mulai menangis atau tubuhnya menegang, segera hentikan. Jangan pernah memaksakan pijatan.
  3. Gunakan Minyak yang Aman: Gunakan minyak alami murni tanpa pewangi tajam (seperti VCO, minyak zaitun, atau baby oil) untuk mencegah iritasi kulit dan memudahkan usapan.
  4. Hindari Area Sensitif: Hindari tekanan pada ubun-ubun, area tulang belakang secara langsung, dan pusar jika tali pusat belum puput (lepas).

Membangun Generasi Sehat dari Sentuhan Pertama

Pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir, termasuk teknik pijat bayi yang aman, merupakan keterampilan esensial yang dimiliki seorang bidan. Melalui ketrampilannya tersebut, bidan dapat berberan sebagai fasilitator dan educator dalam mengajarkan teknik pijat yang aman agar orang tua percaya diri dalam memijat anaknya.

Tertarik menjadi bidan professional sehingga kelak dapat berkontribusi dalam pembangunan generasi sehat? Pelajari ilmunya di Prodi D3 Kebidanan, Universitas Alma Ata. Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja dan terakreditasi UNGGUL.

Daftar Pustaka                                             

  1. Field, T. (2017). “Infant massage therapy research review”. Clinical Pediatrics, 56(1), 5-11.
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2021). Pentingnya Pijat Bayi dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: IDAI.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Kemenkes RI.
  4. Kulkarni, A., et al. (2022). “Massage and touch therapy in neonates: The current evidence”. Indian Pediatrics, 59(4), 307-314.