Penulis: Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata
Masa neonatal (0–28 hari) merupakan periode kritis dalam kehidupan bayi, ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Salah satu fenomena fisiologis yang sering terjadi adalah growth spurt, yaitu periode percepatan pertumbuhan dalam waktu singkat yang disertai peningkatan kebutuhan nutrisi dan perubahan perilaku bayi. Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization menegaskan bahwa dua tahun pertama kehidupan, terutama 6 bulan pertama, merupakan periode penting untuk pertumbuhan optimal, sehingga kecukupan nutrisi sangat krusial pada fase ini.
Growth spurt adalah periode percepatan pertumbuhan fisik bayi yang terjadi secara cepat dalam waktu singkat, meliputi peningkatan berat badan, panjang badan, dan perkembangan neurologis. Fenomena ini sering disertai dengan perubahan perilaku seperti peningkatan frekuensi menyusu (cluster feeding), yang merupakan respons fisiologis terhadap peningkatan kebutuhan energi bayi.
Growth spurt pada bayi baru lahir umumnya terjadi pada usia 7-10 hari, 2-3 minggu, dan 4-6 minggu. Literatur menunjukkan bahwa periode ini dapat bervariasi antar bayi, namun umumnya berlangsung beberapa hari dan berulang pada bulan-bulan awal kehidupan. Growth spurt dipengaruhi oleh beberapa mekanisme biologis, antara lain:
1. Peningkatan kebutuhan energi dan nutrisi
Pertumbuhan jaringan tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang lebih tinggi.
2. Peran hormon pertumbuhan
Hormon pertumbuhan meningkat, terutama saat bayi tidur.
3. Perkembangan otak dan sistem saraf
ASI mengandung faktor bioaktif seperti hormon dan faktor pertumbuhan yang mendukung maturasi sistem saraf.
4. Mekanisme supply-demand ASI
Peningkatan frekuensi menyusu merangsang produksi ASI sesuai kebutuhan bayi
Beberapa tanda yang umum ditemukan pada bayi yang mengalami growth spurt antara lain:
1. Menyusu lebih sering (cluster feeding)
Bayi dapat menyusu lebih sering dari biasanya, bahkan setiap 30–60 menit.
2. Perubahan pola tidur
Bayi bisa tidur lebih lama atau lebih sering terbangun.
3. Rewel atau iritabilitas meningkat
Bayi membutuhkan lebih banyak kenyamanan.
4. Peningkatan pertumbuhan fisik
Terjadi kenaikan berat badan dan ukuran tubuh dalam waktu singkat.
Rekomendasi World Health Organization dalam mensukseskan kesehatan anak penting untuk dilakukan inisiasi menyusu dini dalam 1 jam pertama kelahiran, ASI eksklusif selama 6 bulan, dan menyusui sesuai kebutuhan (on demand). Praktik menyusui sesuai permintaan sangat penting selama growth spurt karena membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan mendukung pertumbuhan optimal. Sementara American Academy of Pediatrics juga menegaskan bahwa ASI eksklusif dianjurkan selama ±6 bulan, menyusui dilanjutkan hingga ≥2 tahun, dan bayi perlu diberi ASI sesuai kebutuhan tanpa pembatasan jadwal. Selain itu, ASI mengandung komponen imunologis dan faktor pertumbuhan yang penting dalam mendukung perkembangan bayi selama fase growth spurt.
Pada masa growth spurt, ibu sering mengalami kekhawatiran terkait kecukupan ASI. Namun, peningkatan frekuensi menyusu merupakan mekanisme alami untuk meningkatkan produksi ASI (supply-demand mechanism). Edukasi yang tepat sangat penting untuk mencegah kesalahan persepsi seperti “ASI tidak cukup”, yang dapat berujung pada penghentian menyusui dini. Peran Tenaga Kesehatan yaitu memberikan pemahaman bahwa kondisi ini normal, mendukung pemberian ASI on demand atau tidak membatasi frekuensi menyusu, monitoring pertumbuhan bayi, mengurangi kecemasan dan kelelahan selama fase ini.
Growth spurt pada newborn adalah fenomena fisiologis yang penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan kebutuhan nutrisi, perubahan perilaku, dan percepatan pertumbuhan. Meskipun growth spurt merupakan kondisi fisiologis, evaluasi medis diperlukan jika:
· Bayi tidak mengalami kenaikan berat badan
· Frekuensi BAK menurun
· Bayi tampak lemas atau tidak aktif
· Bayi menolak menyusu
Pemahaman yang baik mengenai growth spurt akan membantu orang tua dan tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan optimal serta mencegah kesalahpahaman terkait kecukupan nutrisi bayi.
Di Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang merupakan salah satu Prodi Kebidanan Terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul mempelajari tentang keunikan bayi baru lahir dan asuhannya, sehingga Calon Bidan Siap menjadi Calon Ibu yang baik dan Mantu Idaman.
Referensi
1. World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding.
2. American Academy of Pediatrics. (2024). Breastfeeding and the use of human milk.
3. USDA WIC. (2024). Cluster feeding and growth spurts.
4. WebMD. (2024). Cluster feeding in newborns.
5. Pampers Medical Review Board. (2026). Cluster feeding: Signs and management.