Penulis: Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb

Dosen Prodi D3 Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata

Belakangan ini, istilah sleepmaxxing ramai dibahas di media sosial. Tren ini mengajak seseorang untuk mengoptimalkan kualitas tidur melalui berbagai cara, mulai dari menjaga jadwal tidur, mengurangi paparan cahaya biru sebelum tidur, hingga menciptakan lingkungan kamar yang nyaman.

Meski sebagian tips yang beredar hanya mengikuti tren, satu hal yang didukung oleh penelitian adalah bahwa tidur yang cukup memang berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon, termasuk hormon reproduksi pada perempuan.

Apa Hubungan Tidur dengan Hormon?

Saat tidur, tubuh tidak hanya beristirahat, tetapi juga memperbaiki berbagai fungsi penting, termasuk mengatur produksi hormon. Kurang tidur dapat mengganggu kerja hormon yang mengontrol siklus menstruasi, ovulasi, metabolisme, hingga respons tubuh terhadap stres.

Akibatnya, perempuan yang sering begadang atau memiliki kualitas tidur yang buruk lebih berisiko mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, mudah lelah, perubahan suasana hati, bahkan penurunan kesuburan apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang.

Benarkah Kurang Tidur Bisa Mengganggu Siklus Menstruasi?

Ya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa durasi dan kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja maupun perempuan usia produktif.

Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol (hormon stres). Jika kadar kortisol terus tinggi, keseimbangan hormon reproduksi seperti estrogen, progesteron, serta hormon yang mengatur ovulasi dapat ikut terganggu. Inilah yang menyebabkan sebagian perempuan mengalami menstruasi terlambat atau siklus menjadi tidak teratur.

Sleepmaxxing Boleh, Asalkan Tidak Berlebihan

Banyak konten sleepmaxxing menyarankan penggunaan suplemen, mouth tape, atau berbagai alat bantu tidur. Padahal, belum semua metode tersebut memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas tidur justru dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti:

  1. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
  2. Menghindari penggunaan gawai 30–60 menit sebelum tidur.
  3. Membatasi konsumsi kopi atau minuman berkafein pada malam hari.
  4. Berolahraga secara rutin, tetapi tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.
  5. Menciptakan kamar yang nyaman, gelap, dan tenang.

Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal?

Bagi remaja dan orang dewasa, durasi tidur yang dianjurkan adalah sekitar 7–9 jam setiap malam. Bukan hanya lamanya, kualitas tidur juga penting. Tidur yang sering terbangun atau tidak nyenyak dapat mengurangi manfaat yang diperoleh tubuh.

Tren sleepmaxxing mengingatkan kita bahwa tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Tidur yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan hormon, mendukung keteraturan siklus menstruasi, meningkatkan konsentrasi, serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Daripada mengikuti berbagai trik tidur yang belum terbukti manfaatnya, mulailah dengan memperbaiki kebiasaan tidur setiap hari. Langkah sederhana ini dapat memberikan manfaat besar, termasuk bagi kesehatan reproduksi perempuan.

Di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata (UAA), mahasiswa dididik dengan kurikulum yang dinamis dan berwawasan luas. Kami menyiapkan para calon bidan agar mampu memberikan edukasi preventif-promotif yang relevan dengan tren kesehatan masa kini, termasuk fisiologi tubuh perempuan.

Sebagai prodi dengan akreditasi UNGGUL dan menjadi salah satu yang terbaik di Yogyakarta, D3 Kebidanan UAA berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, komunikatif, dan siap pakai di dunia kerja modern, baik di sektor pemerintahan (ASN/PPPK), klinik swasta, maupun sebagai edupreneur kesehatan.

Referensi

  1. Wang, X., et al. (2023). Association between sleep quality and menstrual health among women: A systematic review and meta-analysis. Sleep Medicine Reviews, 69, 101776.
  2. Al Kindi, R., et al. (2024). Sleep disturbance and female reproductive health: Current evidence and future perspectives. Frontiers in Endocrinology, 15, 1369128.
  3. National Sleep Foundation. (2024). Sleep Duration Recommendations for Adults and Young Adults.
  4. Khosravi, M., et al. (2023). Sleep, circadian rhythm, and reproductive hormones in women: An updated review. Journal of Clinical Medicine, 12(18), 5904.
  5. World Health Organization. (2023). Adolescent health: Healthy lifestyle recommendations.