Penulis: Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb
Dosen Prodi D3 Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata
Matcha dan kopi sama-sama menjadi minuman favorit, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa. Namun, saat sedang menstruasi, banyak perempuan bertanya-tanya lebih baik minum matcha atau kopi? Apakah salah satunya dapat memperparah nyeri haid?
Jawabannya, keduanya sebenarnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Kandungan Kafein, Apa Bedanya?
Secangkir kopi umumnya mengandung sekitar 80–100 mg kafein, sedangkan secangkir matcha mengandung sekitar 20–70 mg, tergantung jenis dan cara penyajiannya. Artinya, matcha biasanya memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi.
Selain kafein, matcha mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang dapat memberikan efek relaksasi dan membantu meningkatkan fokus tanpa menyebabkan lonjakan energi yang berlebihan.
Pengaruh terhadap Menstruasi
Pada sebagian perempuan, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan:
- Nyeri haid terasa lebih intens.
- Payudara lebih sensitif.
- Sulit tidur, sehingga tubuh lebih mudah lelah selama menstruasi.
- Meningkatkan rasa cemas atau mudah gelisah.
Namun, hingga saat ini bukti ilmiah belum menunjukkan bahwa minum kopi secara langsung menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur.
Jadi, Lebih Baik Matcha atau Kopi?
Jika Anda sedang mengalami nyeri haid, sulit tidur, atau mudah cemas saat menstruasi, matcha dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman karena kandungan kafeinnya umumnya lebih rendah dan adanya L-theanine yang memberikan efek menenangkan.
Sebaliknya, bila Anda tetap ingin menikmati kopi, batasi konsumsinya dan hindari minum saat perut kosong agar tidak memicu rasa tidak nyaman pada lambung.
Tips Minum Minuman Berkafein Saat Menstruasi
- Batasi total konsumsi kafein maksimal 400 mg per hari untuk orang dewasa sehat.
- Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
- Konsumsi makanan kaya zat besi, terutama bila perdarahan menstruasi cukup banyak.
- Hindari minuman dengan tambahan gula berlebihan.
- Utamakan tidur yang cukup dan aktivitas fisik ringan untuk membantu mengurangi keluhan menstruasi.
Tidak ada larangan minum kopi maupun matcha saat menstruasi. Yang terpenting adalah mengonsumsinya secara bijak dan memperhatikan respons tubuh masing-masing. Bila setelah minum kopi Anda merasa nyeri haid semakin berat, jantung berdebar, atau sulit tidur, cobalah mengurangi porsinya atau menggantinya dengan matcha maupun minuman lain yang lebih rendah kafein.
Setiap perempuan memiliki respons yang berbeda terhadap kafein. Dengarkan sinyal tubuh Anda dan pilih kebiasaan yang membuat tubuh tetap nyaman selama menstruasi.
Di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata (UAA), mahasiswa dididik dengan kurikulum yang dinamis dan berwawasan luas. Kami menyiapkan para calon bidan agar mampu memberikan edukasi preventif-promotif yang relevan dengan tren kesehatan masa kini, termasuk fisiologi tubuh perempuan.
Sebagai prodi dengan akreditasi UNGGUL dan menjadi salah satu yang terbaik di Yogyakarta, D3 Kebidanan UAA berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, komunikatif, dan siap pakai di dunia kerja modern, baik di sektor pemerintahan (ASN/PPPK), klinik swasta, maupun sebagai edupreneur kesehatan.
Referensi
- Chen, L., et al. (2023). Coffee, caffeine, and risk of dysmenorrhea: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Nutrition, 10, 1229222.
- European Food Safety Authority (EFSA). (2015). Scientific Opinion on the Safety of Caffeine. EFSA Journal, 13(5), 4102.
- Li, Q., et al. (2022). Health benefits of green tea and its bioactive compounds: A review. Food Science and Human Wellness, 11(6), 1347–1364.
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2024). Nutrition During Menstruation and Women’s Health.
- World Health Organization. (2023). Healthy Diet Fact Sheet.