by Admin Kebidanan | Jul 28, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Bantul, 14 Juli 2026 – Program Sarjana Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata kembali melaksanakan kegiatan Sister School di SMAN 1 Bambanglipuro sebagai bagian dari program dosen mengajar yang telah terjalin secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sinergi antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui edukasi yang aplikatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan menjadi lebih istimewa karena tidak hanya melibatkan dosen sebagai narasumber, tetapi juga mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata. Keterlibatan mahasiswa merupakan implementasi Project Mata Kuliah Maternal and Child Health Promotion in Youth Community (MCHP), yaitu mata kuliah yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program promosi kesehatan ibu dan anak di komunitas, termasuk pada kelompok remaja sebagai calon generasi produktif dan calon orang tua di masa mendatang.
Mengangkat tema “Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja”, kegiatan diikuti oleh siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Bambanglipuro. Tema ini dipilih karena masa remaja merupakan periode transisi yang sangat penting dalam siklus kehidupan. Pada fase ini terjadi perubahan yang signifikan, baik dari aspek fisik, psikologis, emosional, sosial, maupun perkembangan reproduksi. Perubahan tersebut sering kali menimbulkan berbagai pertanyaan maupun tantangan yang membutuhkan pendampingan dan edukasi yang tepat agar remaja mampu memahami dirinya, menjaga kesehatan, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, dosen bersama mahasiswa RPL memberikan edukasi mengenai konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan remaja, perubahan fisik selama masa pubertas, perkembangan psikososial, kesehatan reproduksi remaja, pentingnya menjaga kesehatan mental, pembentukan citra tubuh (body image) yang positif, pola hidup sehat, hingga pentingnya membangun keterampilan hidup (life skills) sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Mahasiswa RPL berperan aktif sebagai fasilitator dalam mendampingi diskusi, memandu aktivitas kelompok, sekaligus memberikan edukasi kepada peserta. Pendekatan pembelajaran partisipatif tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai permasalahan yang sering dihadapi selama masa remaja dalam suasana yang terbuka dan menyenangkan.
Selain memperoleh materi mengenai pertumbuhan dan perkembangan remaja, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini, membangun hubungan pertemanan yang positif, mengelola emosi, meningkatkan rasa percaya diri, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk kesadaran bahwa kesehatan remaja tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kesehatan mental, lingkungan sosial, dan kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, seluruh peserta mengikuti pre-test sebelum kegiatan dimulai untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai pertumbuhan dan perkembangan remaja. Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah memperoleh materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, yang juga didukung oleh tingginya antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, keaktifan dalam diskusi kelompok, serta partisipasi siswa dalam berbagai aktivitas edukatif yang diberikan.
Bagi mahasiswa RPL, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang sangat bermakna karena memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata di masyarakat. Melalui Project Mata Kuliah Maternal and Child Health Promotion in Youth Community (MCHP), mahasiswa belajar menyusun media promosi kesehatan, merancang metode edukasi yang sesuai dengan karakteristik sasaran, melaksanakan penyuluhan kesehatan, melakukan evaluasi hasil pembelajaran, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon bidan yang profesional, komunikatif, serta mampu melaksanakan upaya promotif dan preventif di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.
Program Sister School sendiri merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga memperkuat proses pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman nyata di lapangan.
Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berbasis komunitas merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta kompetensi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ke depan, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan Sister School yang terintegrasi dengan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning). Melalui implementasi Project Mata Kuliah Maternal and Child Health Promotion in Youth Community (MCHP), diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang autentik sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja hingga kehidupan dewasa.
by Admin Kebidanan | Jul 21, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Bantul, 14 Juli 2026 – Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan) Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata kembali melaksanakan kegiatan Sister School di SMAN 1 Bambanglipuro sebagai bagian dari program dosen mengajar yang telah terjalin secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian program Dosen Mengajar yang sebelumnya telah diberikan kepada peserta didik, sebagai bentuk komitmen Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan remaja melalui kolaborasi dengan sekolah.
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan menyasar siswa-siswi kelas XI dengan mengangkat tema “Aku Suka Dia, Lalu Harus Bagaimana? Cara Sehat Mengungkapkan Cinta dan Ketertarikan.” Tema tersebut dipilih karena masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik fisik, psikologis, maupun sosial. Salah satu perubahan yang umum dialami adalah munculnya ketertarikan terhadap orang lain sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, remaja dihadapkan pada beragam informasi dan pengaruh mengenai hubungan romantis yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai kesehatan maupun perkembangan psikologis mereka. Kondisi ini menuntut adanya edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membekali remaja dengan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara sehat, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Melalui materi yang disampaikan, dosen Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata mengajak peserta memahami bahwa rasa suka merupakan bagian yang wajar dari perkembangan remaja. Namun, perasaan tersebut perlu diekspresikan secara positif dengan tetap menghormati diri sendiri maupun orang lain. Materi membahas berbagai aspek penting, mulai dari mengenali perbedaan antara rasa kagum, suka, dan cinta, memahami pentingnya komunikasi yang asertif, menghargai batasan pribadi (personal boundaries) dan persetujuan (consent), hingga mengenali karakteristik hubungan yang sehat dan hubungan yang tidak sehat. Selain penyampaian materi, siswa juga diajak berdiskusi mengenai berbagai situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara menyampaikan ketertarikan dengan sopan, menghadapi penolakan secara dewasa, menghindari tekanan dari teman sebaya (peer pressure), serta menjaga jejak digital ketika berinteraksi melalui media sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu peserta menghubungkan materi dengan pengalaman nyata sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal siswa. Setelah sesi edukasi, diskusi, dan tanya jawab selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi serta menyampaikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika hubungan pertemanan dan ketertarikan pada masa remaja.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berharap siswa tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, tetapi juga mampu membangun keterampilan hidup (life skills) yang mendukung pengambilan keputusan secara bijaksana. Kemampuan untuk berkomunikasi secara asertif, menghormati batasan diri dan orang lain, serta menjalin hubungan yang sehat menjadi bekal penting bagi remaja dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kegiatan Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi yang berkelanjutan antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang sehat, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang positif.
Ke depan, Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan remaja. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan dengan sekolah, diharapkan kegiatan Sister School dapat menjadi wadah pembelajaran yang memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mempersiapkan generasi muda yang lebih sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.
Referensi
McCormick, E. M., Qu, Y., & Telzer, E. H. (2024). Experience-dependent neurodevelopment of self-regulation in adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience, 65, 101338.
Willems, Y. E., Li, J. B., Bartels, M., & Finkenauer, C. (2024). Individual differences in adolescent self-control: The role of gene-environment interplay. Current Opinion in Psychology, 60, 101897.https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2024.101897
Thulin, E. J., Kernsmith, P., Fleming, P. J., Heinze, J. E., Temple, J., & Smith-Darden, J. (2023). Coercive-sexting: Predicting adolescent initial exposure to electronic coercive sexual dating violence. Computers in Human Behavior, 141, 107641. https://doi.org/10.1016/j.chb.2022.107641
World Health Organization. (2024). Adolescent health. Geneva: WHO.
United Nations Children’s Fund. (2024). Adolescent development and participation. New York: UNICEF.
by Admin Kebidanan | Jul 14, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Bantul, 14 Juli 2026 – Komitmen Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan remaja kembali diwujudkan melalui kegiatan Sister School bersama SMAN 1 Bambanglipuro. Kolaborasi yang telah terjalin secara berkelanjutan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter serta perilaku hidup sehat pada peserta didik.
Kepercayaan yang kembali diberikan oleh SMAN 1 Bambanglipuro kepada Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menjadi bukti kuat bahwa Program Sister School telah berkembang menjadi kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Melalui program ini, dosen secara konsisten hadir di lingkungan sekolah melalui kegiatan dosen mengajar, dengan menghadirkan berbagai materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik serta tantangan yang dihadapi remaja di era saat ini.
Pada tahun 2026, Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata kembali dipercaya untuk berpartisipasi dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Bambanglipuro. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi keberlanjutan Program Sister School yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan sejak awal kepada peserta didik, sehingga mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial selama menjalani masa remaja.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata dalam penyampaian materi edukasi kesehatan remaja yang dikemas secara interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Metode pembelajaran dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi, tanya jawab, serta berbagai aktivitas yang membantu peserta menghubungkan materi dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari implementasi Program Sister School, dosen menyampaikan materi edukasi kesehatan remaja yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik pada setiap jenjang kelas. Edukasi yang diberikan berfokus pada penguatan pemahaman remaja dalam mengenali perubahan fisik, psikologis, emosional, dan sosial yang terjadi selama masa remaja, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup (life skills) untuk membangun hubungan sosial yang sehat, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan kepada siswa kelas XI dan XII dirancang untuk meningkatkan self-awareness terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan remaja, memperkuat kemampuan komunikasi yang positif, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam berinteraksi dengan orang lain. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami bahwa kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, emosional, dan sosial yang menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan diri menuju masa dewasa.
Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal peserta. Setelah mengikuti sesi edukasi, siswa kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah memperoleh materi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi berlangsung, baik dalam diskusi maupun saat menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai isu-isu kesehatan remaja yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata. Mahasiswa terlibat aktif dalam mendampingi pelaksanaan kegiatan, membantu proses evaluasi pembelajaran, memfasilitasi diskusi kelompok, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas edukasi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memperkuat kompetensi mahasiswa dalam komunikasi, promosi kesehatan, kerja sama tim, serta profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan.
Pelaksanaan Program Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus memperkuat karakter peserta didik agar mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan di masa kini.
Ke depan, Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Sister School melalui berbagai inovasi kegiatan dosen mengajar yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan perkembangan remaja. Sinergi yang telah terjalin diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
by Admin Kebidanan | Jul 9, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Yogyakarta – Sebagai bentuk dukungan dan ikhtiar bersama dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Bidan Tahun 2026, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama yang diikuti oleh mahasiswa peserta UKOMNAS, dosen, dan sivitas akademika.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian persiapan yang dilakukan oleh Program Studi dalam mendampingi mahasiswa menjelang pelaksanaan uji kompetensi. Selain pembekalan akademik dan pendampingan intensif, aspek spiritual juga menjadi perhatian penting untuk membangun kesiapan mental, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memohon keberkahan dan kemudahan kepada Allah SWT.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa agar mahasiswa diberikan kesehatan, ketenangan hati, kemudahan dalam mengerjakan setiap tahapan ujian, serta memperoleh hasil terbaik sesuai dengan usaha dan proses belajar yang telah dijalani selama masa pendidikan profesi.
Uji Kompetensi Nasional merupakan tahapan akhir yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan sebagai salah satu syarat untuk membuktikan pencapaian kompetensi sebagai calon bidan profesional. Oleh karena itu, keberhasilan dalam menghadapi UKOMNAS tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga oleh kesiapan mental, emosional, dan spiritual.
Melalui kegiatan doa bersama ini, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti UKOMNAS dengan penuh keyakinan, ketenangan, dan semangat untuk memberikan performa terbaik. Kebersamaan antara mahasiswa dan dosen dalam memanjatkan doa juga mencerminkan komitmen Program Studi dalam mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan profesinya.
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dosen serta sivitas akademika yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada mahasiswa melalui kegiatan doa bersama ini. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi kekuatan, membawa keberkahan, serta mengantarkan seluruh peserta meraih kelulusan dengan hasil yang membanggakan.
Dengan semangat kebersamaan, ikhtiar yang maksimal, dan doa yang tulus, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata optimis para calon bidan mampu melewati Uji Kompetensi Nasional Tahun 2026 dengan baik dan siap memberikan pelayanan kebidanan yang profesional, kompeten, serta berorientasi pada keselamatan ibu, bayi, dan keluarga.
by Admin Kebidanan | Jul 1, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Dr. Erna Yovi Kurniawati, S.ST., M.Tr.Keb. atas keberhasilannya meraih gelar Doktor pada Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.
Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata dedikasi, kerja keras, dan komitmen beliau dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan dan kebidanan. Gelar doktor yang diraih tidak hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik beliau, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata.
Dengan capaian ini, Dr. Erna Yovi Kurniawati diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keilmuan yang dimiliki diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan kebidanan, pengembangan profesi bidan, serta kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan anak di Indonesia.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Alma Ata dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan budaya akademik yang unggul. Bertambahnya dosen bergelar doktor menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta kolaborasi keilmuan di lingkungan Program Studi Kebidanan.
Segenap sivitas akademika Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata, turut mendoakan agar ilmu, pengalaman, dan prestasi yang telah diraih senantiasa membawa keberkahan, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, serta menginspirasi generasi akademisi dan tenaga kesehatan untuk terus berkarya demi kemajuan dunia kebidanan dan kesehatan Indonesia.
Selamat atas pencapaian yang membanggakan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kemudahan dalam mengemban amanah sebagai akademisi, peneliti, sekaligus pendidik yang terus berkontribusi bagi kemajuan ilmu kebidanan dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
by Admin Kebidanan | Jun 25, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bidan Nasional 2026, Program Studi Kebidanan (Program D3 Kebidanan ,Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata mengajak seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan peran strategis bidan dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan, ibu, bayi, dan anak di Indonesia.
Hari Bidan Nasional bukan hanya menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para bidan yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menyiapkan generasi bidan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.
Belajar, Berlatih, dan Bertumbuh Menjadi Bidan Profesional
Sebagai mahasiswa kebidanan, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga pembentukan karakter, etika profesi, serta kemampuan kepemimpinan. Melalui berbagai kegiatan akademik, praktik laboratorium, praktik klinik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi bidan yang mampu memberikan pelayanan yang berpusat pada perempuan dan anak.
Di Universitas Alma Ata, mahasiswa kebidanan terus didorong untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini dan masa depan. Dengan semangat belajar yang tinggi, mereka dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Peran Bidan dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045
Pembangunan sumber daya manusia yang unggul dimulai sejak masa sebelum kehamilan, kehamilan, persalinan, hingga tumbuh kembang anak. Dalam setiap tahapan tersebut, bidan memiliki peran yang sangat penting sebagai pendidik, pendamping, advokat, sekaligus pemberi layanan kesehatan.
Melalui pelayanan yang berkualitas, bidan berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kesehatan reproduksi, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu, keberadaan bidan yang kompeten dan berintegritas menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
One Million More Midwives
Peringatan Hari Bidan Nasional tahun ini juga sejalan dengan semangat global “One Million More Midwives”, yaitu ajakan untuk memperkuat jumlah, kapasitas, dan kepemimpinan bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berbasis hak.
Semangat ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen kebidanan untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi bidan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap kesehatan perempuan dan anak.
Bersama Menjadi Bagian dari Perubahan
Hari ini kami belajar, berlatih, dan bertumbuh. Esok kami siap menjadi bidan yang kompeten, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan untuk mendampingi perempuan dan anak Indonesia.
Selamat Hari Bidan Nasional 2026.
Mari bersama mengawal kesehatan ibu dan anak menuju Generasi Emas 2045, serta menghadirkan pelayanan kebidanan yang berkualitas, humanis, dan berpusat pada perempuan dan keluarga.
#HariBidanNasional2026 #OneMillionMoreMidwives #KebidananAlmaAta #FKIKAlmaAta #BidanIndonesia #GenerasiEmas2045 #MahasiswaKebidanan #CalonBidanIndonesia #UniversitasAlmaAta 💙