by Admin Kebidanan | Oct 16, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan – Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata melaksanakan Audit Internal Mutu Alma Ata (AIMA) Tahun Akademik 2025/2026 pada 8 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen program studi dalam memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta memastikan penyelenggaraan pendidikan profesi bidan berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan universitas.
Pelaksanaan AIMA melibatkan auditor internal Universitas Alma Ata yang bertugas mengevaluasi pelaksanaan standar mutu, ketercapaian program kerja, serta kesesuaian proses penyelenggaraan pendidikan dengan ketentuan yang berlaku. Melalui proses audit ini, program studi memperoleh masukan dan rekomendasi untuk mengidentifikasi capaian, mengevaluasi kendala, serta menyusun langkah-langkah perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan profesi.
AIMA tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi dan pengendalian mutu, tetapi juga menjadi sarana refleksi untuk meningkatkan efektivitas tata kelola program studi. Proses audit memberikan kesempatan untuk meninjau pelaksanaan kegiatan akademik dan praktik profesi, mengevaluasi pengelolaan program, serta mengidentifikasi peluang pengembangan guna memastikan proses pembelajaran dan praktik klinik mendukung pencapaian kompetensi lulusan.
Melalui pelaksanaan AIMA Tahun Akademik 2025/2026, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Upaya ini diarahkan pada penguatan tata kelola program studi, peningkatan kualitas pembelajaran dan praktik profesi, serta pengembangan pendidikan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada standar mutu pendidikan tinggi. Peningkatan mutu secara berkesinambungan diharapkan dapat mendukung pencapaian visi dan misi program studi serta menghasilkan bidan profesional yang kompeten, bertanggung jawab, dan mampu memberikan pelayanan kebidanan berkualitas bagi perempuan, ibu dan anak, serta masyarakat.
by Admin Kebidanan | Oct 15, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan– Program Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas Alma Ata melaksanakan Audit Internal Mutu Alma Ata (AIMA) Tahun Akademik 2025/2026 pada 2 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan universitas.
Pelaksanaan AIMA melibatkan auditor internal Universitas Alma Ata yang bertugas mengevaluasi pelaksanaan standar mutu, ketercapaian program kerja, serta kesesuaian proses penyelenggaraan pendidikan dengan ketentuan yang berlaku. Melalui proses audit ini, program studi memperoleh masukan dan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi capaian, mengevaluasi kendala, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
AIMA tidak hanya menjadi instrumen evaluasi dan pengendalian mutu, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi program studi untuk terus mengembangkan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel. Proses audit memberikan kesempatan untuk meninjau pelaksanaan kegiatan akademik dan pengelolaan program studi sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Melalui pelaksanaan AIMA Tahun Akademik 2025/2026, Program Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas Alma Ata menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola program studi yang berkualitas serta penyelenggaraan pendidikan kebidanan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian standar mutu pendidikan tinggi. Peningkatan mutu secara berkesinambungan diharapkan dapat mendukung pencapaian visi dan misi program studi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghasilkan lulusan bidan yang kompeten dan profesional dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan ibu dan anak serta masyarakat.
Mari wujudkan masa depan kesehatan ibu dan anak bersama generasi bidan yang kompeten, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. Bersama S1 & Profesi Bidan Alma Ata, kembangkan potensi diri dan raih kesempatan menjadi bidan profesional yang siap menghadapi tantangan dunia kesehatan. Informasi selengkapnya melalui PMB Alma Ata.
by Admin Kebidanan | Oct 13, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan – Profesionalisme bidan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan klinis, tetapi juga oleh integritas, kepatuhan terhadap hukum, dan komitmen dalam menjunjung tinggi kode etik profesi. Pemahaman inilah yang menjadi fokus Kuliah Pakar mata kuliah Professional Issue II yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata (UAA) pada tanggal 6 September 2026 dengan mengangkat tema “Praktik Profesionalisme Kode Etik Bidan dalam Pelayanan Kebidanan.”
Kegiatan ini menghadirkan Nelly Syukriani Zebua, S.H., S.Tr.Keb., Bdn., perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya penerapan etika profesi, pemahaman aspek hukum, serta batas kewenangan bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Dalam pemaparannya, Nelly menekankan bahwa kode etik bukan sekadar aturan tertulis yang harus dihafalkan, melainkan prinsip fundamental yang menjadi pedoman bidan dalam bersikap, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab profesional. Pemahaman terhadap aspek legal dan etika menjadi bekal penting bagi calon bidan untuk menghadapi berbagai situasi dalam praktik pelayanan kesehatan.
“Seorang bidan yang profesional tidak hanya dituntut terampil secara klinis, tetapi juga harus memahami aspek legal dan menjunjung tinggi norma etika dalam setiap pengambilan keputusan,” tegasnya di hadapan mahasiswa.
Materi kuliah pakar juga diperkaya dengan pembahasan studi kasus yang mencerminkan tantangan nyata dalam pelayanan kebidanan, khususnya pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Mahasiswa diajak memahami bagaimana prinsip etika dan ketentuan hukum diterapkan dalam situasi yang membutuhkan ketelitian, pertimbangan profesional, serta penghormatan terhadap hak pasien.
Beberapa isu penting yang dibahas meliputi penerapan informed consent sebagai bentuk penghormatan terhadap hak pasien dalam mengambil keputusan, perlindungan kerahasiaan informasi dan rekam medis, serta strategi menghadapi dilema etis ketika terdapat perbedaan keputusan antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Pembahasan ini memberikan gambaran bahwa setiap tindakan kebidanan harus didasarkan pada kompetensi, kewenangan, standar profesi, dan ketentuan peraturan yang berlaku.
Kuliah pakar ini menjadi bagian dari upaya Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Melalui penguatan pemahaman etika dan hukum sejak bangku kuliah, mahasiswa diharapkan mampu membangun fondasi profesionalisme yang kokoh sebelum memasuki dunia pelayanan kesehatan.
Selain memperdalam pemahaman teoretis dalam mata kuliah Professional Issue II, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan materi perkuliahan dengan dinamika praktik di lapangan, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun Praktik Mandiri Bidan (PMB). Interaksi langsung dengan narasumber dari organisasi profesi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan yang dapat dihadapi bidan sekaligus pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi kebidanan.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pandangan dan mendalami berbagai studi kasus, mulai dari batas kewenangan bidan hingga penerapan etika profesi di era digital. Antusiasme mahasiswa dalam sesi diskusi menunjukkan pentingnya pembelajaran kontekstual untuk membangun kesiapan menghadapi tantangan profesi.
Melalui kuliah pakar ini, Universitas Alma Ata terus mendorong penguatan kualitas pendidikan kebidanan yang mengintegrasikan kompetensi klinis, pemahaman hukum, dan nilai-nilai etika profesi. Dengan bekal tersebut, calon bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, aman, humanis, dan berorientasi pada keselamatan serta hak pasien.
Mari bangun profesionalisme dan integritas sejak bangku kuliah untuk menjadi bidan yang menjunjung tinggi etika, kompeten, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Bersama S1 & Profesi Bidan Alma Ata, wujudkan langkahmu menjadi bidan profesional yang amanah dan berdampak bagi kesehatan ibu, anak, dan masyarakat. Informasi selengkapnya melalui PMB Alma Ata.
by Admin Kebidanan | Oct 9, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Generasi muda yang sehat merupakan salah satu fondasi penting bagi terwujudnya masa depan yang berkualitas. Masa remaja menjadi periode yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan hidup sehat, karena berbagai pola perilaku yang terbentuk sejak dini dapat berpengaruh terhadap kesehatan di masa mendatang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk obesitas dan diabetes.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan, telah dilaksanakan kegiatan Edukasi Kesehatan dengan tema “Membangun Generasi Muda Bebas PTM: Cegah Obesitas dan Diabetes” pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di MAS Asy-Syafi’iyah Jatibarang, Brebes. Kegiatan ini menghadirkan Anggi Wiranti Wahyu Nengsi sebagai pemateri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai Penyakit Tidak Menular serta pentingnya melakukan pencegahan sejak usia remaja. Pembahasan difokuskan pada obesitas dan diabetes, termasuk faktor risiko yang berkaitan dengan pola hidup sehari-hari serta pentingnya membangun kebiasaan sehat sejak dini.
Peserta diajak memahami bahwa pencegahan PTM dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari kebiasaan dan gaya hidup yang berisiko merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan menurunkan risiko PTM.
Edukasi ini juga menekankan pentingnya kesadaran remaja terhadap kondisi kesehatan dirinya. Dengan mengenali faktor risiko dan memahami kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko obesitas maupun diabetes, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih sehat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai PTM, tetapi juga didorong untuk menjadi bagian dari generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungannya. Kebiasaan sehat yang dimulai sejak remaja diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung kualitas hidup dan produktivitas di masa depan.
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam membangun literasi kesehatan di kalangan remaja. Melalui informasi yang tepat dan pendekatan promotif-preventif, remaja diharapkan mampu mencegah, mengenali, dan mengendalikan faktor risiko PTM sejak dini.
Karena generasi yang sehat tidak dibentuk dalam satu hari. Ia tumbuh dari kesadaran, kebiasaan baik, dan pilihan sehat yang dimulai hari ini.
Mari tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kesehatan dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Bersama S1 & Profesi Bidan Alma Ata, wujudkan langkahmu menjadi bidan profesional yang kompeten dan berdampak. Informasi selengkapnya melalui PMB Alma Ata.
by Admin Kebidanan | Oct 8, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
Masa remaja merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang, ketika individu mulai menghadapi berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, remaja juga mulai dihadapkan pada berbagai pilihan dan pengaruh lingkungan yang dapat berdampak terhadap kesehatan serta masa depannya. Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perilaku seksual berisiko, hingga pernikahan dini menjadi beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian melalui edukasi yang tepat.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di MA NU 03 Sunan Katong, Kaliwungu Selatan, Kendal. Kegiatan ini menghadirkan Nur Khayatun Nufus sebagai pemateri dengan fokus pembahasan mengenai kesehatan reproduksi remaja, pencegahan perilaku seksual berisiko, serta edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali perubahan yang terjadi selama masa remaja dan menjaga kesehatan reproduksi secara bertanggung jawab. Edukasi juga membahas berbagai bentuk perilaku seksual berisiko yang perlu dihindari serta faktor lingkungan dan sosial yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan pada masa remaja.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pernikahan dini, termasuk berbagai konsekuensi yang perlu dipertimbangkan dari aspek kesehatan, pendidikan, psikologis, sosial, dan kesiapan dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Melalui edukasi tersebut, remaja didorong untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar yang dapat memengaruhi perjalanan pendidikan dan masa depan mereka.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat memahami berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan remaja. Peserta diajak untuk membangun kesadaran bahwa menjaga diri merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi remaja untuk memahami bahwa memiliki pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi merupakan bagian dari proses mengenali dan menghargai diri sendiri. Dengan bekal informasi yang tepat, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan secara lebih bijak, membangun pergaulan yang sehat, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan masa depan mereka.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Universitas Alma Ata turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menjaga kesehatan, melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
Karena masa depan yang baik tidak hanya dibangun dari mimpi, tetapi juga dari keputusan-keputusan bijak yang dibuat sejak hari ini. Dari edukasi hari ini, lahir generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan dan masa depan. Mari menjadi bagian dari perjalanan untuk menghadirkan tenaga kesehatan yang edukatif, kompeten, dan berdampak bagi masyarakat bersama S1 & Profesi Bidan Alma Ata. Belajar kebidanan, tumbuh menjadi profesional, dan hadir untuk memberikan perubahan.
Yuk, mulai langkahmu bersama PMB Alma Ata dan wujudkan masa depanmu sebagai bidan profesional.
by Admin Kebidanan | Oct 6, 2026 | Berita S1 Profesi Bidan
S1 Profesi Bidan — Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata mengikuti rangkaian KKN Internasional Universitas Alma Ata 2026 melalui kunjungan akademik ke Universitas Malaya (University of Malaya), Malaysia pada 1 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti oleh Hikmatul Latifa dan Aprilia Dwi ini menjadi bagian dari pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Kegiatan diawali dengan campus tour, di mana mahasiswa melihat secara langsung lingkungan kampus, ruang kelas, dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai lingkungan pendidikan dan proses pembelajaran di luar negeri sekaligus memperluas perspektif mahasiswa terhadap perkembangan pendidikan tinggi.
Selanjutnya, mahasiswa mengikuti sesi pengenalan Universitas Malaya yang mencakup sejarah dan perkembangan universitas, profil pimpinan, program studi, serta dosen dan tenaga pengajar. Bagi mahasiswa S1 Kebidanan Alma Ata, sesi ini menjadi kesempatan untuk mengenal sistem pendidikan tinggi dan perkembangan keilmuan dari perspektif internasional.
Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dalam lingkungan internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta mengenal budaya akademik yang berbeda. Hal tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa S1 Kebidanan untuk mengembangkan wawasan global dan beradaptasi dengan perkembangan profesi kebidanan.
Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai peluang melanjutkan studi ke jenjang magister (S2), termasuk program dan persyaratan yang perlu dipersiapkan. Informasi tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam merencanakan studi lanjut dan pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan S1 Kebidanan.
Bagi Hikmatul Latifa dan Aprilia Dwi, kunjungan ini menjadi bagian dari pengalaman KKN Internasional yang memperkaya pemahaman mengenai pendidikan tinggi, pengembangan kompetensi, serta peluang studi dan jejaring akademik di tingkat internasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Melalui KKN Internasional 2026, mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Alma Ata memperoleh pengalaman pembelajaran lintas negara yang dapat mendukung kesiapan akademik, profesional, dan pengembangan karier di masa mendatang. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Alma Ata dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa serta mendorong lahirnya lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan siap berkontribusi dalam pengembangan profesi kebidanan.
Mari bertumbuh dalam pengalaman belajar yang lebih luas, membuka wawasan global, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kompetensi dan jejaring untuk menjadi bidan profesional yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional bersama S1 Profesi Bidan Alma Ata. Segera Daftarkan Dirimu melalui PMB Alma Ata