Masa remaja merupakan periode penting dalam kehidupan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada tahap ini, remaja membutuhkan informasi yang tepat dan sesuai dengan tahap perkembangannya agar mampu memahami perubahan yang terjadi pada dirinya serta menjaga kesehatan secara bertanggung jawab. Salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian adalah kesehatan reproduksi.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Maternal and Child Health Promotion (MCHP) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 12 Magelung Universitas Alma Ata, mahasiswa S1 Kebidanan Fitri Azizaturrahmahmelaksanakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa kelas XII SMK NU 05 Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, pada 8 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan kompetensi mahasiswa dalam melakukan promosi kesehatan melalui pemberian edukasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kelompok sasaran, khususnya remaja.
Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja
Dalam kegiatan MCHP tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi remaja dengan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta.
Materi yang diberikan meliputi perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, kebersihan dan perawatan organ reproduksi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta upaya menjaga diri dalam lingkungan pergaulan.
Selain aspek fisik, siswa juga diberikan pemahaman bahwa kesehatan reproduksi berkaitan dengan kemampuan remaja untuk mengenali dan menghargai dirinya, memahami batasan pribadi, menjaga perilaku, serta mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.
Pemberian informasi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan yang benar sehingga mampu menghadapi berbagai perubahan selama masa remaja dengan lebih percaya diri dan bijak.
MCHP Dikemas secara Interaktif
Sebagai bagian dari strategi promosi kesehatan, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara satu arah. Mahasiswa mengembangkan proses edukasi yang interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pemahaman mengenai berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.
Pendekatan komunikasi dua arah membuat siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi selama penyampaian materi maupun diskusi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga dapat mengidentifikasi kebutuhan informasi peserta dan memberikan klarifikasi terhadap berbagai pemahaman yang masih kurang tepat mengenai kesehatan reproduksi.
Mahasiswa mengajak siswa untuk mulai menerapkan perilaku sederhana yang dapat mendukung kesehatan diri, seperti menjaga kebersihan tubuh dan organ reproduksi, menggunakan pakaian yang bersih, menerapkan pola hidup sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjaga diri dalam lingkungan sosial.
Penerapan Peran Mahasiswa Kebidanan dalam Promosi Kesehatan
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk penerapan peran mahasiswa S1 Kebidanan dalam bidang promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan MCHP, mahasiswa tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi kesehatan, tetapi juga belajar menyesuaikan metode komunikasi dengan karakteristik kelompok sasaran.
Remaja sebagai kelompok sasaran membutuhkan pendekatan edukasi yang komunikatif, tidak menghakimi, dan memberikan ruang untuk bertanya serta berdiskusi. Oleh karena itu, kemampuan mahasiswa dalam membangun komunikasi yang efektif menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan promosi kesehatan.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran di lingkungan akademik ke dalam situasi nyata di masyarakat.
Mendorong Kesadaran Remaja untuk Menjaga Kesehatan
Pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi melalui kegiatan MCHP diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak masa remaja.
Pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih mengenali kondisi dirinya, menjaga kebersihan dan kesehatan, membangun kebiasaan hidup sehat, serta mempertimbangkan berbagai konsekuensi sebelum mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang memperkuat keterampilan dalam melakukan promosi kesehatan, komunikasi edukatif, dan pemberdayaan kelompok sasaran sebagai bagian dari kompetensi calon bidan.
Melalui kegiatan MCHP dalam KKNT 12 Magelung, diharapkan siswa kelas XII SMK NU 05 Kaliwungu Selatan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi dan mampu menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan pada kelompok remaja di masyarakat.