Penulis: Dosen Jurusan D3 Kebidanan Universitas Alma Ata
Ibu Sundari Mulyaningsih, S.SiT., M.Kes.
Sering merasa lelah meskipun tidak melakukan banyak aktivitas? Sulit berkonsentrasi saat belajar? Mudah pusing atau merasa tubuh kurang bertenaga? Jangan langsung menganggap semua keluhan tersebut sebagai akibat kurang tidur atau terlalu banyak tugas.
Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh berkurang.
Anemia dapat dialami siapa saja, termasuk remaja putra dan putri. Namun, remaja putri yang sudah menstruasi memiliki risiko lebih tinggi, terutama jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi melalui makanan.
Mengapa Remaja Putri Rentan Mengalami Anemia?
Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat gizi memadai. Zat besi diperlukan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen.
Pada remaja putri, menstruasi menyebabkan kehilangan darah secara berkala. Jika asupan zat besi tidak mencukupi, risiko kekurangan zat besi dan anemia dapat meningkat.
Pola makan yang kurang beragam, kebiasaan melewatkan makan, pembatasan makanan secara berlebihan, serta perdarahan menstruasi yang banyak juga dapat berkontribusi. Meski kekurangan zat besi merupakan penyebab umum anemia, tidak semua anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Karena itu, keluhan yang menetap perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Kenali Tanda-Tandanya
Anemia dapat menimbulkan beberapa keluhan, seperti:
- Tubuh mudah lelah dan terasa lemah.
- Pusing atau sakit kepala.
- Sulit berkonsentrasi.
- Tampak pucat.
- Mudah terengah-engah saat beraktivitas.
- Jantung terasa berdebar pada kondisi tertentu.
Gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami anemia. Kepastian diagnosis memerlukan penilaian tenaga kesehatan dan, bila diperlukan, pemeriksaan darah.
Jika kamu sering merasa lelah tanpa sebab yang jelas, mengalami pusing berulang, atau menstruasi sangat banyak, jangan hanya mengandalkan suplemen atau saran dari teman. Konsultasikan kondisi tersebut ke puskesmas, klinik, atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Apa Hubungannya dengan Prestasi Belajar?
Tubuh membutuhkan oksigen untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk aktivitas otak dan otot. Ketika anemia terjadi, seseorang dapat merasa lemah, kurang bugar, dan mengalami kesulitan berkonsentrasi.
Akibatnya, kegiatan belajar, olahraga, dan aktivitas sehari-hari dapat terasa lebih berat. Bagi remaja yang sedang mempersiapkan masa depan, menjaga status gizi dan mencegah anemia merupakan bagian penting dari upaya mendukung kesehatan dan produktivitas.
Kesehatan remaja putri juga perlu dipersiapkan sejak dini karena kondisi gizi sebelum kehamilan dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi kelak. Menjaga kesehatan sekarang bukan berarti harus terburu-buru memikirkan pernikahan atau kehamilan, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan diri sendiri.
Cegah Anemia Mulai dari Kebiasaan Sederhana
Pencegahan anemia dapat dimulai melalui pola makan yang beragam dan bergizi seimbang. Pilih makanan sumber zat besi, seperti daging, ikan, ayam, telur, serta kacang-kacangan dan sayuran hijau. Padukan dengan buah atau sayuran sumber vitamin C, misalnya jeruk, jambu biji, atau tomat, untuk membantu penyerapan zat besi dari makanan.
Remaja putri juga dianjurkan mengonsumsi satu tablet tambah darah (TTD) setiap minggu sebagai program pencegahan anemia sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Ikuti petunjuk tenaga kesehatan atau program UKS di sekolah. TTD bukan pengganti pola makan bergizi, dan remaja yang memiliki gejala anemia tetap perlu menjalani pemeriksaan serta mendapatkan penanganan yang sesuai.
Agar lebih mudah, buat pengingat mingguan untuk konsumsi TTD, catat jadwalnya, dan ikuti edukasi kesehatan di sekolah. TTD umumnya dianjurkan diminum dengan air putih; hindari meminumnya bersamaan dengan teh atau kopi karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
Jangan Menunggu Sampai Tubuh Kehilangan Tenaga
Menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika tubuh sudah sakit. Mengenali kebutuhan gizi, memperhatikan perubahan kondisi tubuh, dan memanfaatkan layanan kesehatan merupakan langkah penting untuk mencegah masalah yang lebih berat.
Remaja putri berhak tumbuh sehat, belajar dengan optimal, aktif berkegiatan, dan mengejar cita-cita tanpa mengabaikan kebutuhan tubuhnya.
Ingat, sehat bukan sekadar terlihat bugar. Kenali anemia, penuhi kebutuhan zat gizi, konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran, dan periksakan diri jika mengalami keluhan. Remaja sehat hari ini adalah generasi berkualitas di masa depan!
Temukan artikel edukasi kesehatan lainnya seputar kesehatan perempuan, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, serta gaya hidup sehat di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata, Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja dan terakreditasi UNGGUL.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Anemia pada Remaja Putri: Tantangan Pencegahan Melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/anemia-pada-remaja-putri-tantangan-pencegahan-melalui-konsumsi-tablet-tambah-darah/
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cegah Anemia pada Remaja Putri dengan Tablet Tambah Darah. https://ayosehat.kemkes.go.id/cegah-anemia-pada-remaja-putri-dengan-tablet-tambah-darah
- World Health Organization. (2025). Anaemia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ANAEMIA