Glow Up Tanpa Noda: Menjaga Diri, Menjemput Masa Depan yang Cerah

Glow Up Tanpa Noda: Menjaga Diri, Menjemput Masa Depan yang Cerah

Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

Pada Rabu, 29 April 2026, mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Universitas Alma Ata melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di SMK Kesehatan Sadewa Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Project Based Learning (PjBL) dalam mata kuliah Promosi Kesehatan, yang berfokus pada upaya edukasi kepada remaja sebagai kelompok usia yang sedang berada pada fase penting dalam pembentukan perilaku sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pendamping, yaitu Sundari Mulyaningsih, S.Si.T., M.Kes.

Mengusung tema “Glow Up Tanpa Noda: Menjaga Diri, Menjemput Masa Depan yang Cerah”, penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Konsep “glow up” tidak hanya dimaknai sebagai perubahan penampilan, tetapi juga sebagai proses menjadi pribadi yang lebih sehat, percaya diri, dan bertanggung jawab terhadap masa depan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai metode, seperti presentasi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi perawatan diri remaja, kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta pengaruh gaya hidup terhadap kesehatan jangka panjang. Selain itu, siswa juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga batasan diri dalam pergaulan dan mampu mengambil keputusan yang bijak.

Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat dalam diskusi serta berbagi pengalaman. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa secara lebih efektif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Kesehatan Sadewa Bantul dapat lebih memahami pentingnya menjaga diri sebagai investasi masa depan. Sementara itu, bagi mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Alma Ata, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu promosi kesehatan secara langsung di masyarakat.

Ikuti artikel menarik selanjutnya di Prodi D3 kebidanan yang merupakan salah satu Prodi D3 Terbaik di Jogya dengan akreditasi Unggul. Yuk intip lebih lanjut di website kita: https://kebidanan.almaata.ac.id/d3-kebidanan/ 

Pergaulan Bebas: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda

Pergaulan Bebas: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda

Penulis: Dosen D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

Pada Selasa, 28 April 2026, mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Universitas Alma Ata melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di SMK Kesehatan Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Project Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Promosi Kesehatan yang bertujuan memberikan edukasi kepada remaja mengenai isu-isu kesehatan yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing, yaitu Sundari Mulyaningsih, S.Si.T., M.Kes. dan Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb.

Mengangkat tema “Pergaulan Bebas: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda”, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa tentang dampak negatif pergaulan bebas, baik dari aspek kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial. Remaja sebagai kelompok usia yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Penyuluhan disampaikan secara interaktif melalui metode presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pengertian pergaulan bebas, faktor penyebab, serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti risiko penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta pengaruh terhadap masa depan pendidikan dan karier. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga batasan diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta keberanian untuk menolak hal-hal yang berisiko.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan komunikatif. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan berpartisipasi dalam diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang disampaikan dengan pendekatan yang tepat dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Kesehatan Bantul mampu lebih sadar akan pentingnya menjaga diri dari pengaruh pergaulan bebas serta dapat menerapkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab. Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan edukasi kesehatan di masyarakat.

Ikuti artikel menarik selanjutnya di Prodi D3 kebidanan yang merupakan salah satu Prodi D3 Terbaik di Jogya dengan akreditasi Unggul. Yuk intip lebih lanjut di website kita: https://kebidanan.almaata.ac.id/d3-kebidanan/

Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Alma Ata Sukses Gelar MMD III di Guwosari: Sinergi Mewujudkan Desa Sehat

Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Alma Ata Sukses Gelar MMD III di Guwosari: Sinergi Mewujudkan Desa Sehat

Penulis: Alifah Risda Fadilasari, Bdn., M. Tr.,M.Keb.

GUWOSARI, BANTUL – Mahasiswa semester 6 Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata (UAA) resmi mengakhiri rangkaian Praktik Kebidanan Komunitas melalui acara Musyawarah Masyarakat Desa III (MMD III). Kegiatan yang dibarengi dengan seremoni penarikan mahasiswa ini berlangsung khidmat di Aula Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, pada Rabu (04/03/2026).

Kegiatan MMD III merupakan puncak dari pengabdian mahasiswa di masyarakat, di mana mereka memaparkan hasil evaluasi program kesehatan yang telah dijalankan selama masa praktik. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat Kalurahan Guwosari, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta dosen pembimbing lapangan dari Universitas Alma Ata.

Evaluasi Program dan Keberlanjutan Kesehatan Masyarakat

Dalam musyawarah tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai capaian positif terkait intervensi kesehatan yang dilakukan, mulai dari kesehatan remaja, edukasi pencegahan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga pendampingan lansia. Forum ini menjadi ruang diskusi interaktif antara mahasiswa dan warga untuk memastikan program-program yang telah diinisiasi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh kader desa.

“Kehadiran mahasiswa Universitas Alma Ata memberikan dampak nyata bagi literasi kesehatan warga kami. MMD III ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat desa sangat efektif dalam memetakan serta menyelesaikan masalah kesehatan lokal,” ujar salah satu perwakilan perangkat Kalurahan Guwosari dalam sambutannya.

Sebagai bentuk kontribusi nyata dan warisan edukasi bagi desa, pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan Modul Kesehatan Remaja hasil karya mahasiswa kepada pihak Kalurahan Guwosari. Modul ini disusun khusus untuk menjadi panduan bagi para kader dan remaja di desa dalam memahami kesehatan reproduksi serta pola hidup sehat secara mandiri dan berkelanjutan. 

Penarikan Mahasiswa: Kembali ke Kampus dengan Pengalaman Berharga

Acara diakhiri dengan penarikan secara resmi mahasiswa semester 6 dari lahan praktik oleh pihak prodi. Praktik Kebidanan Komunitas ini bertujuan untuk mengasah soft skill dan hard skill mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia kerja profesional, terutama dalam menghadapi dinamika kesehatan di tingkat akar rumput.

Dosen pembimbing lapangan Prodi D3 Kebidanan UAA menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Guwosari yang telah menerima mahasiswa sebagai bagian dari keluarga selama proses belajar di lapangan. Harapannya, pengalaman ini menjadi modal berharga bagi calon bidan untuk menjadi tenaga kesehatan yang humanis dan kompeten.

Kegiatan komunitas seperti ini menegaskan kualitas pendidikan di Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata. Sebagai prodi terakreditasi UNGGUL dan merupakan salah satu yang terbaik di Yogyakarta, UAA selalu berkomitmen menerjunkan mahasiswanya dalam kegiatan nyata yang berdampak pada masyarakat.Kurikulum yang berbasis bukti (evidence-based) dan fokus pada kesehatan komunitas memastikan lulusan D3 Kebidanan UAA siap bersaing di dunia kerja, baik sebagai ASN (CPNS/PPPK), tenaga profesional di puskesmas, rumah sakit, maupun wirausaha di bidang kesehatan reproduksi dan anak.

Strategi Jitu Menembus Jurnal Internasional Bereputasi Bagi Dosen Kebidanan

Strategi Jitu Menembus Jurnal Internasional Bereputasi Bagi Dosen Kebidanan

Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

Di tengah ketatnya persaingan publikasi ilmiah global, para akademisi dan peneliti kini dituntut untuk menguasai metode riset yang lebih komprehensif dan terukur. Salah satu langkah strategis yang kini tengah naik daun adalah penyelenggaraan workshop intensif mengenai Systematic Literature Review (SLR) dan Analisis Bibliometrik.

Kedua metode ini dianggap sebagai “senjata ampuh” bagi peneliti untuk menembus jurnal bereputasi internasional (Scopus/SJR tinggi) tanpa harus selalu bergantung pada pengambilan data lapangan yang memakan waktu lama.

Dalam dunia riset modern, membanjirnya informasi seringkali membuat peneliti terjebak dalam duplikasi penelitian. Di sinilah peran krusial dari workshop tersebut:

  1. Pemetaan Tren Riset (Bibliometrik): Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti melihat peta sebaran ilmu pengetahuan secara visual. Dengan bantuan perangkat lunak seperti VOSviewer atau Biblio Shiny, peneliti dapat mengidentifikasi topik mana yang sudah jenuh dan topik mana yang masih memiliki peluang besar untuk diteliti (research gap).
  2. Sintesis Data yang Rigorus (SLR): Berbeda dengan tinjauan pustaka biasa, SLR menggunakan protokol yang ketat (seperti standar PRISMA) untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis seluruh penelitian yang relevan. Hal ini memberikan kredibilitas tinggi pada hasil riset karena prosesnya yang transparan dan dapat direplikasi.

Pentingnya workshop ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada performa institusi pendidikan tinggi. Peningkatan jumlah publikasi di jurnal bereputasi secara otomatis akan menaikkan peringkat universitas di kancah internasional. Banyak dosen memiliki data yang bagus, namun lemah dalam melakukan sintesis literatur yang mendalam. Workshop SLR dan Bibliometrik memberikan kerangka kerja logis agar ide-ide brilian tersebut dapat diterima oleh editor jurnal kelas dunia,” ujar salah satu pakar publikasi ilmiah dalam sebuah sesi diskusi.

Pelaksanaan workshop dilakukan oleh Universitas Alma Ata Bidang Riset, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (WR-RPPM) pada hari Senin, 4 Mei 2026 dan Rabu, 6 Mei 2026 mulai jam 08.00-16.30 WIB dengan narasumber yang sangat berpengalaman yaitu dr. Rossi Sanusi, MPA., Ph. D. dari Faculty member FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber pertama dan apt. Danang Prasetyaning Amukti, M. Farm dosen S1 Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata sebagai narasumber kedua serta Dr. Veriani Aprilia, STP., M.Sc dan Muhammad Najib Mubarok, S.Si., M. Sc sebagai moderator. Pelaksanaan workshop dihadiri dosen dari berbagai fakultas di Universitas Alma Ata termasuk Dosen D3 Kebidanan yang merupakan salah satu prodi terbaik di jogja dan terakreditasi Unggul (yaitu Ibu Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes dan Fatimah, S.SiT., M.Kes.). Jumlah dosen yang mengikuti sekitar 56 orang dari berbagai dosen prodi di Universitas Alma Ata. Workshop hari pertama dengan materi” Pendahuluan mengenai integrasi konsep, desain dan protokol SLR serta Bibliometrik” sedangkan hari kedua yaitu ” Praktik: Transformasi Data SLR dan Bibliometrik menjadi Naskah Siap Publikasi pada Jurnal Bereputasi”. Pelaksanaan workshop berjalan lancar sesuai rencana dan diharapkan semua dosen yang mengikuti kegiatan tersebut bisa langsung menghasilkan artikel yang berkualitas. 

Remaja dan Ketakutan Masa Depan: Antara Harapan dan Realita

Remaja dan Ketakutan Masa Depan: Antara Harapan dan Realita

Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

“Nanti Aku Jadi Apa, Ya?”

Pernah tiba-tiba kepikiran masa depan?
Tentang kuliah, pekerjaan, atau bahkan kehidupan nanti?

Kadang muncul pertanyaan seperti:

“Aku bakal sukses nggak ya?”

“Pilihan aku sekarang sudah benar belum?”

“Gimana kalau aku gagal?”

Kalau kamu pernah ngerasa seperti itu..tenang, itu normal banget. Hampir semua remaja pernah mengalami hal yang sama.

Kenapa Remaja Sering Takut Masa Depan?

Masa remaja adalah fase penuh pilihan. Dan pilihan itu sering terasa “menentukan hidup”.

Beberapa penyebab munculnya ketakutan ini antara lain:

  1. Banyak Pilihan, Tapi Bingung Menentukan

Jurusan sekolah, kuliah, karier—semuanya terasa penting dan bikin ragu.

  1. Tekanan dari Lingkungan

Kadang kita merasa harus mengikuti ekspektasi orang tua, menyamai teman yang terlihat lebih “maju”, tidak boleh gagal

  1. Pengaruh Media Sosial

Lihat orang lain sukses di usia muda bisa bikin kita merasa tertinggal. Padahal, setiap orang punya timeline masing-masing.

  1. Overthinking Berlebihan

Terlalu banyak memikirkan “kemungkinan buruk” yang bahkan belum tentu terjadi.

Antara Harapan dan Realita

Setiap remaja pasti punya harapan ingin sukses, ingin membanggakan orang tua, ingin hidup bahagia…Tapi realitanya, hidup nggak selalu berjalan sesuai rencana. Dan itu bukan berarti kamu gagal. Justru di situlah proses belajar terjadi.

Takut Itu Wajar, Tapi Jangan Sampai Menghentikan Langkah

Rasa takut sebenarnya punya sisi positif—itu tanda kamu peduli dengan masa depanmu. Tapi kalau berlebihan, bisa membuat tidak berani mencoba, menunda-nunda, kehilangan kepercayaan diri

Jadi, yang perlu dilakukan bukan menghilangkan rasa takut, tapi mengelolanya.

Cara Menghadapi Ketakutan Masa Depan

  1. Fokus ke Langkah Kecil

Nggak perlu langsung memikirkan 10 tahun ke depan.

Mulai dari belajar lebih baik hari ini, mengembangkan skill sedikit demi sedikit

  1. Kenali Diri Sendiri

Tanya ke diri sendiri tentang Apa yang aku suka?, Apa yang aku kuasai?, Apa yang membuat aku semangat? Ini penting untuk menentukan arah hidup.

  1. Berhenti Membandingkan Diri

Setiap orang punya waktu sukses yang berbeda.
Kamu nggak terlambat—kamu hanya sedang di jalurmu sendiri.

  1. Terima bahwa Gagal Itu Bagian dari Proses

Nggak ada orang sukses tanpa pernah gagal.
Gagal bukan akhir, tapi bagian dari perjalanan.

  1. Cerita dan Minta Pendapat

Ngobrol dengan orang tua, guru, teman atau mentor. Kadang, perspektif orang lain bisa membantu kita lebih tenang.

Kamu Nggak Harus Punya Semua Jawaban Sekarang

Banyak remaja merasa harus sudah tahu “akan jadi apa” sejak sekarang.

Padahal kenyataannya banyak orang dewasa pun masih belajar tentang hidup mereka.

Jadi, nggak apa-apa kalau kamu masih bingung. Yang penting, kamu tetap berjalan.

Penutup

Masa depan memang penuh ketidakpastian, dan itu wajar membuat takut. Tapi jangan sampai rasa takut membuatmu berhenti mencoba.

Ingat:
✨ Kamu tidak harus sempurna hari ini
✨ Kamu tidak harus tahu semua jawaban sekarang
✨ Yang penting, kamu terus melangkah

Karena masa depan tidak ditentukan oleh satu keputusan besar saja,
tapi oleh langkah kecil yang kamu lakukan setiap hari.

Bergabunglah bersama Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang merupakan salah satu prodi terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul yang salah satu pembelajarannya tentang kesehatan remaja.

Daftar Pustaka 

  1. World Health Organization (2021). Adolescent Mental Health
  2. UNICEF (2022). Mental Health of Adolescents
  3. Santrock, J.W. (2017). Adolescence
  4. American Psychological Association (2020). Stress in America
Scroll Tanpa Henti : Dampak Media Sosial pada Kesehatan Remaja

Scroll Tanpa Henti : Dampak Media Sosial pada Kesehatan Remaja

Penulis: Dosen Prodi Kebidanan Universtas Alma Ata

“Cuma 5 Menit”… Tahu-Tahu 2 Jam

Niat awal cuma buka HP sebentar. Eh, tiba-tiba sudah scroll TikTok, Instagram, atau Reels selama berjam-jam. Pernah? Hampir semua remaja pasti pernah ngalamin ini.

Media sosial memang seru—bisa hiburan, cari info, sampai tetap terhubung dengan teman. Tapi kalau sudah “scroll tanpa henti”, ada dampak yang sering nggak kita sadari.

Kenapa Media Sosial Susah Dilepas?

Media sosial dirancang supaya bikin kita betah. Konten yang muncul selalu menarik, sesuai minat kita, terus muncul tanpa henti (infinite scroll). Akibatnya, otak kita terus ingin “satu video lagi… satu video lagi…” Tanpa sadar, waktu habis, energi terkuras, dan pikiran jadi penuh.

Dampak ke Kesehatan Mental Remaja

  1. Overthinking & Cemas

Sering melihat hidup orang lain yang terlihat “sempurna” bisa bikin kita merasa kurang. Padahal, yang ditampilkan itu hanya bagian terbaik mereka.

  1. Rasa Minder & Tidak Percaya Diri

Mulai membandingkan penampilan, prestasi, gaya hidup

Akhirnya muncul pikiran: “Aku kok nggak seperti mereka ya?”

  1. Gangguan Tidur

Scroll sampai larut malam bikin susah tidur, kualitas tidur menurun, bangun jadi nggak segar

  1. Kecanduan Digital

Kalau sudah nggak bisa lepas dari HP, gelisah kalau nggak online, selalu ingin cek notifikasi..Itu tanda kamu mulai ketergantungan.

  1. Mudah Lelah Secara Emosional

Terlalu banyak informasi, drama, dan berita negatif bisa bikin mental capek tanpa sadar.

Media Sosial Nggak Selalu Buruk, Kok

Tenang, media sosial bukan musuh. Kalau digunakan dengan bijak, justru bisa jadi tempat belajar hal baru, mencari inspirasi. menyalurkan kreativitas, menjaga hubungan dengan teman. Kuncinya ada di cara kita menggunakannya.

Tips Biar Nggak Terjebak Scroll Tanpa Henti

  1. Batasi Waktu Main HP

Coba atur screen time, misalnya maksimal 2–3 jam sehari.

  1. Stop Bandingin Diri

Ingat….media sosial = highlight, bukan realita penuh.

  1. Pilih Konten yang Sehat

Follow akun yang memberi motivasi, edukatif, positif

  1. Istirahat dari Media Sosial (Digital Detox)

Sesekali coba sehari tanpa medsos dan fokus ke dunia nyata

  1. Isi Waktu dengan Aktivitas Nyata

Seperti olahraga, ngobrol langsung sama teman, hobi yang kamu suka

Tanda Kamu Perlu “Rem” dari Media Sosial

Coba refleksi, kalau kamu mulai :

  • Mudah cemas
  • Sering membandingkan diri
  • Susah tidur
  • Kehilangan fokus belajar

Mungkin sudah waktunya kamu istirahat sejenak dari layar.

Penutup

Scroll media sosial memang menyenangkan, tapi kalau tanpa batas bisa berdampak ke kesehatan mental.

Ingat, hidup kamu bukan untuk dibandingkan dengan orang lain di layar. Kadang, yang kamu butuhkan bukan “satu video lagi”… tapi istirahat dan kembali ke diri sendiri.

Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang merupakan salah satu prodi terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul menyediakan waktu untuk anda bisa sharing tentang masalah-masalah remaja loh..

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization (2021). Adolescent Mental Health
  2. UNICEF (2022). The State of the World’s Children
  3. American Psychological Association (2020). Stress in America
  4. Kementerian Kesehatan RI (2018). Riskesdas