Dosen Kebidanan Universitas Alma Ata Tingkatkan Kompetensi Digital melalui Gemini Academy ToT 2026

Dosen Kebidanan Universitas Alma Ata Tingkatkan Kompetensi Digital melalui Gemini Academy ToT 2026

Dosen Kebidanan Universitas Alma Ata Tingkatkan Kompetensi Digital melalui Gemini Academy ToT 2026

Jurusan Kebidanan – Dosen Jurusan Kebidanan Universitas Alma Ata mengikuti kegiatan Gemini Academy Training of Trainers (ToT) Tahun 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Alma Ata, Gemini Academy, dan Paideia. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung proses pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Pelatihan Training of Trainers (ToT) ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi AI, khususnya ekosistem Gemini, dalam mendukung aktivitas pendidikan. Melalui kegiatan ini, dosen diharapkan dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif, meningkatkan kreativitas dalam penyusunan materi ajar, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan akademik.

Keikutsertaan dosen Jurusan Kebidanan Universitas Alma Ata dalam pelatihan ini juga sejalan dengan komitmen institusi untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Pemanfaatan AI secara tepat dan bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung dalam pengembangan bahan ajar, penyusunan aktivitas pembelajaran, serta peningkatan pengalaman belajar mahasiswa.

Dalam konteks pendidikan kebidanan, penguasaan teknologi digital menjadi bekal penting bagi dosen untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan tenaga kesehatan masa kini. Namun, pemanfaatan AI tetap perlu disertai dengan kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, perlindungan data, serta penerapan etika akademik agar teknologi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi Universitas Alma Ata, Gemini Academy, dan Paideia dalam kegiatan Gemini Academy Training of Trainers (ToT) Tahun 2026, diharapkan para dosen dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dan menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran maupun berbagi praktik baik dengan rekan sejawat.

Partisipasi ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Jurusan Kebidanan Universitas Alma Ata dalam mendukung inovasi pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

Self-Diagnosis oleh Ibu Hamil berdasarkan informasi Google dan TikTok

Self-Diagnosis oleh Ibu Hamil berdasarkan informasi Google dan TikTok

Penulis: Dr. Restu Pangestuti, S.ST., MKM.

Di era digital, mencari informasi kesehatan semudah mengetik kata kunci di Google atau menonton video di TikTok. Bagi ibu hamil, informasi tersebut dapat membantu memahami perubahan tubuh, nutrisi, tanda bahaya, dan persiapan persalinan. Namun, kemudahan ini juga dapat mendorong self-diagnosis, yaitu menentukan sendiri kondisi kesehatan berdasarkan informasi yang ditemukan tanpa pemeriksaan tenaga kesehatan.

Ketika Gejala Langsung Dicari di Internet

Mual, pusing, sakit kepala, nyeri perut, atau kelelahan merupakan keluhan yang dapat terjadi selama kehamilan. Namun, satu gejala dapat memiliki berbagai penyebab. Misalnya, sakit kepala dapat berkaitan dengan kelelahan atau dehidrasi, tetapi pada kondisi tertentu juga dapat menjadi tanda masalah yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Masalah muncul ketika ibu langsung menyimpulkan, “Saya hanya mengalami keluhan biasa karena hamil,” atau sebaliknya, “Saya pasti mengalami penyakit tertentu,” hanya berdasarkan hasil pencarian internet.

Apa Risikonya?

Pertama, salah memahami gejala. Informasi di internet tidak selalu mempertimbangkan riwayat kesehatan dan kondisi kehamilan setiap individu.

Kedua, terlambat mendapatkan pertolongan. Menganggap gejala sebagai kondisi yang normal dapat menyebabkan ibu menunda pemeriksaan, padahal beberapa tanda kehamilan memerlukan evaluasi segera.

Ketiga, penggunaan obat atau herbal secara sembarangan. Rekomendasi dari influencer atau pengalaman pengguna lain tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan keamanan obat atau suplemen selama kehamilan.

Keempat, meningkatkan kecemasan. Pencarian informasi kesehatan secara berlebihan dapat membuat ibu menemukan berbagai kemungkinan penyakit dan semakin khawatir. Kondisi ini dikenal sebagai cyberchondria.

Tidak Semua Informasi di Media Sosial Salah

Google dan TikTok bukanlah musuh. Media digital justru dapat menjadi sarana edukasi yang bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Ibu hamil dapat memperoleh informasi mengenai nutrisi, aktivitas fisik, kesehatan mental, pemeriksaan kehamilan, hingga tanda bahaya.

Yang perlu diperhatikan adalah sumber dan kualitas informasinya. Jumlah likes, followers, atau penayangan bukan jaminan bahwa informasi kesehatan tersebut benar.

Sebelum mempercayai suatu konten, pastikan:

  1. Siapa yang membuat informasi tersebut?
  2. Apakah sumbernya berasal dari tenaga atau organisasi kesehatan yang kredibel?
  3. Apakah terdapat referensi ilmiah?
  4. Apakah informasi tersebut masih relevan?
  5. Apakah informasi tersebut sesuai dengan kondisi saya?

Jangan Gantikan Pemeriksaan dengan Google

Ibu hamil perlu segera mendapatkan pertolongan apabila mengalami tanda bahaya seperti perdarahan, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, nyeri perut hebat, sesak napas, kejang, demam, atau gerakan janin berkurang.

Peran Bidan di Era Digital

Bidan memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi kesehatan digital ibu hamil. Edukasi tidak hanya tentang kesehatan kehamilan, tetapi juga bagaimana memilih informasi yang benar dan menghindari informasi kesehatan yang menyesatkan. Ibu hamil tidak perlu takut menggunakan internet. Justru, jadikan teknologi sebagai sumber pengetahuan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan dan konsultasi. Google dapat membantu mencari informasi. TikTok dapat memberikan edukasi. Tetapi diagnosis dan keputusan kesehatan selama kehamilan tetap memerlukan penilaian tenaga kesehatan dan bukti ilmiah.

Temukan artikel edukasi kesehatan lainnya seputar kesehatan perempuan, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, serta gaya hidup sehat di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata, Prodi D3 Kebidanan terbaik di Jogja dan terakreditasi UNGGUL.

Referensi

  1. World Health Organization. (2024). Infodemic. WHO.
  2. World Health Organization. (2023). Global strategy on digital health 2020–2025. WHO.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Health Literacy. CDC.
  4. Starcevic, V., & Berle, D. (2013). Cyberchondria: Towards a better understanding of excessive health-related Internet use. Expert Review of Neurotherapeutics, 13(2), 205–213.
  5. Moorhead, S. A., et al. (2013). A new dimension of health care: Systematic review of the uses, benefits, and limitations of social media for health communication. Journal of Medical Internet Research, 15(4), e85.
Tren Silent Puberty pada Anak Generasi Alpha: Ketika Hormon Reproduksi Matang Terlalu Dini Tanpa Disadari Orang Tua

Tren Silent Puberty pada Anak Generasi Alpha: Ketika Hormon Reproduksi Matang Terlalu Dini Tanpa Disadari Orang Tua

Penulis: Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb

Di era serba digital ini, fenomena tumbuh kembang anak dari Generasi Alpha (anak-anak yang lahir setelah tahun 2010) menunjukkan pergeseran biologis yang drastis. Salah satu isu kesehatan reproduksi anak yang kini sedang ramai diperbincangkan di kalangan dokter anak dan ahli kebidanan adalah Silent Puberty atau Pubertas Dini Tersembunyi (Pubertas Prekok).

Banyak orang tua mengira pubertas pada anak perempuan baru dimulai saat ia mengalami menstruasi pertama (menarche), atau pada anak laki-laki saat suaranya memberat. Padahal, akibat paparan lingkungan modern, proses pematangan organ reproduksi ternyata sudah berjalan diam-diam jauh lebih awal bahkan sejak usia 7 atau 8 tahun tanpa menunjukkan tanda-tanda fisik yang mencolok.

Mengapa Silent Puberty Marak Terjadi pada Generasi Alpha?

Pubertas dini yang terjadi secara senyap ini dipicu oleh interaksi kompleks antara nutrisi modern, paparan zat kimia lingkungan, dan stimulasi visual:

  1. Endocrine Disrupting Chemicals (EDC) / Senyawa Pengganggu Hormon Anak-anak modern terpapar zat kimia seperti phthalates dan bisphenol-A (BPA) dari wadah plastik, mainan sintetis, hingga bahan kosmetik anak. Di dalam tubuh, zat kimia ini meniru kerja hormon estrogen (xenoestrogen), yang menipu otak anak untuk mengaktifkan kelenjar reproduksi sebelum waktunya.
  2. Pola Makan Tinggi Lemak Jenuh dan Ultra-Processed Food Konsumsi camilan manis, makanan siap saji, dan minuman berkarbonasi memicu akumulasi lemak tubuh yang cepat pada balita dan anak-anak. Jaringan lemak (adiposa) memproduksi hormon leptin, yang mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh anak “sudah cukup matang” untuk memulai proses reproduksi.
  3. Paparan Layar (Screen-Time) dan Hormon Melatonin Paparan cahaya biru (blue light) dari gawai di malam hari menekan produksi hormon melatonin pada anak. Padahal, melatonin bertindak sebagai “rem alami” yang menahan agar hormon reproduksi (GnRH) tidak keluar terlalu dini. Ketika melatonin anjlok, rem biologis tersebut jebol.

Dampak Buruk yang Sering Terlambat Disadari

Silent Puberty bukan sekadar masalah anak cepat besar. Secara medis dan psikologis, kondisi ini membawa konsekuensi serius:

  1. Pertumbuhan Tinggi Badan Terhenti Lebih Cepat

Hormon estrogen yang melonjak lebih awal membuat lempeng pertumbuhan tulang (epiphyseal plate) menutup lebih cepat. Anak mungkin terlihat paling tinggi di kelas 3 SD, namun pertumbuhannya akan terhenti mendadak sehingga tinggi badannya saat dewasa justru di bawah rata-rata.

  1. Krisis Psikologis dan Risiko Kekerasan Seksual

Perkembangan fisik dan fungsi organ reproduksi yang matang sebelum matangnya perkembangan mental membuat anak bingung mengendalikan emosi dan perubahan tubuhnya. Kondisi ini juga meningkatkan kerentanan anak terhadap isu kekerasan seksual.

Solusi Preventif bagi Orang Tua

Pencegahan harus dilakukan dari lingkungan terdekat anak:

  1. Kurangi Paparan Plastik dan Zat Kimia Sintetis

Gunakan wadah kaca atau BPA-free untuk makanan dan minuman anak, serta hindari penggunaan produk perawatan kulit berpewangi sintetik berlebih.

  1. Kembalikan Pola Makan Real Food

Utamakan gizi seimbang kaya serat dan kurangi konsumsi makanan olahan berminyak tinggi.

  1. Terapkan Batasan Gawai (Digital Detox)

Hentikan penggunaan gawai setidaknya 1,5 hingga 2 jam sebelum waktu tidur anak untuk menjaga kadar melatonin alami.

Penanganan Silent Puberty membuktikan bahwa ruang lingkup pelayanan kebidanan sangat luas. Bidan tidak hanya mendampingi proses persalinan ibu, melainkan bertindak sebagai garda terdepan dalam program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) serta edukator kesehatan reproduksi anak dan remaja di komunitas.

Di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata (UAA) https://kebidanan.almaata.ac.id/d3-kebidanan, para mahasiswa dibekali ilmu kesehatan reproduksi holistik. Kurikulum UAA dirancang adaptif terhadap fenomena kesehatan modern, sehingga para calon bidan terampil memberikan konseling preventif kepada para orang tua dalam menjaga periode tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai prodi yang telah Terakreditasi UNGGUL dan dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan kebidanan Terbaik di Yogyakarta, D3 Kebidanan UAA terus berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang peka, cerdas, inovatif, dan siap menjadi pengawal kesehatan generasi penerus bangsa.

Kesimpulan: 

Masa anak-anak adalah fondasi penting bagi kesehatan reproduksinya di masa dewasa. Peka terhadap perubahan biologis anak sejak dini adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk melindungi tumbuh kembang mereka.

Ingin mempelajari sains kesehatan reproduksi dan menjadi bagian dari tenaga kesehatan berkualitas? Mari bergabung bersama D3 Kebidanan Universitas Alma Ata. Kuliah 3 tahun yang aplikatif, siap kerja, dan berdaya saing global di kampus Unggul!

Referensi Ilmiah:

  1. Akre, O., et al. (2025). Environmental Endocrine Disruptors and the Rising Incidence of Central Precocious Puberty in Digital-Native Generations. Journal of Pediatric Endocrinology & Metabolism.
  2. World Health Organization (WHO). Global Report on Endocrine Disrupting Chemicals and Child Reproductive Development.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pemantauan Tumbuh Kembang Anak dan Pencegahan Pubertas Dini. 
Dosen Prodi Kebidanan FKIK Alma Ata Raih Penghargaan dan Apresiasi Institusi

Dosen Prodi Kebidanan FKIK Alma Ata Raih Penghargaan dan Apresiasi Institusi

Yogyakarta — Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata kembali memberikan apresiasi kepada insan terbaik yang telah menunjukkan dedikasi, inspirasi, dan kontribusi dalam mendukung kemajuan institusi serta memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa.

Apresiasi tersebut diberikan kepada dosen Program Studi Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata yang telah menorehkan prestasi melalui penghargaan Mujahidah Alma Ata XV dan Tenaga Pendidik Terbaik 2025.

Pada ajang Mujahidah Alma Ata XV, penghargaan diberikan kepada Ibu Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes.Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam menjalankan peran sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Alma Ata.

Sementara itu, penghargaan Tenaga Pendidik Terbaik 2025 diraih oleh Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb.Penghargaan tersebut menjadi wujud apresiasi atas komitmen dalam menjalankan tugas pendidikan serta kontribusi dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan mahasiswa.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan karya, inovasi, dan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.

Penghargaan bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas pencapaian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa dedikasi dan kontribusi yang dilakukan dengan penuh komitmen dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik.

Selamat dan sukses kepada Ibu Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes. dan Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb. Semoga penghargaan yang diraih menjadi bagian dari perjalanan untuk terus menginspirasi, berprestasi, dan menghasilkan karya-karya terbaik di masa mendatang.

Dedikasi, inspirasi, dan prestasi untuk terus melangkah bersama Alma Ata. 💙

Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata Perkuat Kurikulum 2026 melalui Review Bersama AIPKIND Regional DIY

Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata Perkuat Kurikulum 2026 melalui Review Bersama AIPKIND Regional DIY

Yogyakarta — Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum 2026pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Dr. Heni Puji Wahyuningsih, S.Si.T., M.Keb., selaku Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) dan Ketua AIPKIND Regional DIY, sebagai reviewer kurikulum. Kegiatan diikuti oleh dosen Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata sebagai bagian dari proses penyempurnaan kurikulum yang akan diterapkan pada tahun akademik mendatang.

Review Kurikulum 2026 merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan kurikulum Program Studi Kebidanan. Kegiatan ini bertujuan memperoleh masukan dari pihak eksternal yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang pendidikan serta praktik kebidanan, sehingga kurikulum yang disusun dapat semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan kompetensi profesi bidan.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Heni Puji Wahyuningsih, S.Si.T., M.Keb. memberikan berbagai masukan dan rekomendasi terhadap rancangan Kurikulum 2026. Review dilakukan secara menyeluruh dengan membahas keterkaitan antara visi dan misi program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), bahan kajian, struktur kurikulum, mata kuliah, bobot SKS, proses pembelajaran, serta sistem asesmen.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam review adalah penguatan penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas dan sistematis antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, metode pembelajaran, dan asesmen. Dengan demikian, setiap mata kuliah dapat memberikan kontribusi yang terukur terhadap pencapaian kompetensi lulusan.

Ketua AIPKIND Regional DIY juga memberikan arahan agar pengembangan kurikulum tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga memastikan keterkaitan dengan kebutuhan kompetensi lulusan dan perkembangan praktik kebidanan. Hal tersebut menjadi bahan penting bagi Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata dalam melakukan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan internal maupun eksternal. Kurikulum 2026 diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan kebidanan yang relevan dan bermutu serta mendukung terbentuknya lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan kebidanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Farewell Party Prodi Kebidanan: Merangkai Kenangan, Melangkah Menuju Masa Depan

Farewell Party Prodi Kebidanan: Merangkai Kenangan, Melangkah Menuju Masa Depan

Yogyakarta, Jumat, 14 Agustus 2026 — Program Studi Kebidanan Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Farewell Party sebagai momen kebersamaan sekaligus perpisahan bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan perjalanan, mengenang berbagai cerita, serta mempererat kebersamaan sebelum para mahasiswa melangkah menuju tahap perjalanan berikutnya.

Farewell Party diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jenjang, yaitu mahasiswa D3 Kebidanan angkatan 2023, mahasiswa S1 Kebidanan angkatan 2022, serta mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan angkatan 2025. Kegiatan ini juga semakin hangat dengan kehadiran dan pendampingan dari Ketua Jurusan Kebidana, Kaprodi, serta seluruh dosen Kebidanan yang turut menjadi bagian dari perjalanan akademik para mahasiswa.

Mengusung suasana penuh keakraban dan kebahagiaan, kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas menarik, seperti games, ramah tamah, dan Berbagi Kenangan dan Kesan. Tawa, cerita, dan interaksi yang tercipta menjadi momen berharga yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan keluarga besar Prodi Kebidanan Alma Ata.

Lebih dari sekadar acara perpisahan, Farewell Party menjadi kesempatan untuk mengapresiasi perjalanan dan proses yang telah dilalui bersama. Bagi mahasiswa tingkat akhir, momen ini menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan, tantangan, dan kebersamaan selama menempuh pendidikan merupakan bagian penting dari perjalanan menuju profesionalisme sebagai tenaga kebidanan.

Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan cerita indah yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersama. Semoga setelah menyelesaikan pendidikan, seluruh mahasiswa dapat melangkah dengan penuh percaya diri, membawa ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Sebuah akhir untuk kenangan indah, sekaligus awal untuk langkah yang lebih baik. 🤍✨