Penulis: Dyah Pradnya Paramita, SST., M.Kes
Masih takut menggunakan IUD atau implan karena mitos? Ketahui fakta ilmiah tentang KB jangka panjang dan peran bidan dalam membantu memilih kontrasepsi yang tepat.

Masih Ragu Menggunakan KB?

“Saya ingin memakai IUD, tapi katanya nanti susah punya anak lagi.”

Kalimat seperti ini masih sering terdengar saat pasangan berkonsultasi mengenai keluarga berencana. Tidak sedikit Pasangan Usia Subur (PUS) yang akhirnya menunda menggunakan kontrasepsi atau memilih metode yang kurang sesuai karena khawatir dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.

Padahal, memilih alat kontrasepsi bukan hanya tentang mencegah kehamilan, tetapi juga merencanakan masa depan keluarga. Dengan informasi yang tepat, pasangan dapat menentukan waktu terbaik untuk memiliki anak, mengatur jarak kehamilan, serta menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Mengapa Perencanaan Kontrasepsi Penting?

Perencanaan kontrasepsi merupakan bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Menurut Dyah, dosen Prodi DIII Kebidanan, Universitas Alma Ata, setiap kehamilan harus direncanakan. Kehamilan yang direncanakan memberi kesempatan bagi tubuh ibu untuk pulih setelah persalinan, mengurangi risiko komplikasi kehamilan, serta membantu keluarga mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan ekonomi sebelum menyambut kehadiran buah hati.

Saat ini tersedia berbagai pilihan metode kontrasepsi. Salah satu yang memiliki efektivitas paling tinggi adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti IUD dan implan. Kedua metode ini dapat mencegah kehamilan selama beberapa tahun, tidak memerlukan penggunaan harian, dan dapat dilepas kapan saja ketika pasangan merencanakan kehamilan kembali.

Mitos dan Fakta tentang KB Jangka Panjang

Sayangnya, masih banyak informasi yang kurang tepat mengenai MKJP sehingga membuat sebagian pasangan ragu menggunakannya.

Mitos: IUD menyebabkan kemandulan.
Fakta: Kesuburan umumnya akan kembali setelah IUD dilepas. Tidak ada bukti ilmiah bahwa IUD menyebabkan perempuan menjadi mandul.

Mitos: Implan pasti membuat tubuh gemuk.
Fakta: Perubahan berat badan tidak dialami semua pengguna. Berat badan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, aktivitas fisik, usia, dan metabolisme.

Mitos: IUD dapat berpindah ke jantung atau otak.
Fakta: Hal tersebut tidak mungkin terjadi. IUD dipasang di dalam rahim oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan tidak dapat berpindah ke organ lain.

Mitos-mitos seperti ini sering kali muncul dari pengalaman pribadi yang belum tentu berlaku bagi semua orang. Oleh karena itu, informasi mengenai kontrasepsi sebaiknya diperoleh dari tenaga kesehatan yang kompeten.

Masih Bingung Memilih KB?

Setiap perempuan memiliki kondisi kesehatan dan kebutuhan yang berbeda. Jangan menentukan pilihan hanya berdasarkan cerita di media sosial atau pengalaman orang lain. Luangkan waktu untuk berkonsultasi dengan bidan agar Anda memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan rencana kehamilan keluarga.

Mengapa Harus ke Bidan?

Bidan merupakan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Peran bidan tidak hanya melakukan pemasangan atau pelepasan alat kontrasepsi, tetapi juga memberikan konseling yang membantu pasangan memahami manfaat, cara kerja, efektivitas, serta kemungkinan efek samping dari setiap metode kontrasepsi.

Dalam sesi konseling, bidan akan mempertimbangkan usia, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan, kondisi menyusui, serta rencana memiliki anak di masa depan sebelum membantu pasangan menentukan metode kontrasepsi yang paling sesuai. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada kebutuhan individu, bukan pada mitos atau informasi yang belum terbukti.

Selain memberikan pelayanan kontrasepsi, bidan juga berperan sebagai edukator yang aktif meluruskan berbagai kesalahpahaman mengenai kesehatan reproduksi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan ibu dan keluarga.

Yuk, Rencanakan Keluarga Bersama Bidan!

Masih memiliki pertanyaan tentang IUD, implan, atau metode kontrasepsi lainnya? Jangan biarkan mitos menentukan keputusan Anda. Berkonsultasilah dengan bidan di puskesmas, klinik, rumah sakit, atau praktik mandiri bidan terdekat untuk mendapatkan rekomendasi kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan rencana kehamilan Anda.

Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata, program studi kebidanan terbaik di Jogja dan terakreditasi UNGGUL, berkomitmen menghadirkan informasi kesehatan reproduksi yang akurat, berbasis bukti ilmiah, dan mudah dipahami. Ikuti terus artikel kesehatan terbaru di website kami untuk memperoleh edukasi seputar kehamilan, persalinan, keluarga berencana, kesehatan ibu, bayi, dan keluarga.

Referensi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana

Kartini, K., Aswita, A., Ngii, Y., Laila, L., Insani, A. A., Hidayati, R. W., …. & Manalor, L. L. (2024). Kontrasepsi dan Keluarga Berencana. CV Eureka Media Aksara. 

World Health Organization. Family Planning/Contraception Methods (2025)

World Health Organization. Contraception – Health Topics

CDC. U.S. Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use, 2024 (U.S. MEC)

CDC. Contraceptive Guidance for Health Care Providers (2024)