Yogyakarta, 7 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata angkatan 2022 mengikuti Pelatihan KKMN (Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal) yang diselenggarakan bersama Sieka Medika pada 3–7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terukur.
Pelatihan KKMN dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini. Tidak hanya memahami tanda dan gejala bahaya, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan penanganan awal, menentukan prioritas tindakan, mengambil keputusan klinis secara cepat dan tepat, serta memahami prinsip sistem rujukan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan.
Kegawatdaruratan maternal dan neonatal merupakan kondisi yang membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan karena perubahan kondisi pasien dapat terjadi dengan cepat. Dalam situasi tersebut, kemampuan untuk mengenali tanda bahaya dan memberikan pertolongan awal secara tepat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi yang lebih berat.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Proses pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan klinis, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kerja sama dalam memberikan pelayanan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan kesiapan profesional mahasiswa sebelum memasuki dunia pelayanan kebidanan. Seorang bidan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif, tetapi juga harus mampu bertindak tanggap ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
“Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan tidak hanya dibangun ketika seorang bidan sudah berada di tempat pelayanan. Kesiapan tersebut perlu dilatih sejak masa pendidikan melalui pembelajaran, simulasi, dan pengalaman praktik yang terarah,” ungkap salah satu pendamping kegiatan.
Pelatihan KKMN bersama Sieka Medika juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya koordinasi dan komunikasi dalam penanganan kegawatdaruratan. Dalam kondisi darurat, keberhasilan pelayanan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemampuan tim dalam bekerja secara terkoordinasi serta memastikan pasien mendapatkan penanganan dan rujukan sesuai kebutuhan.
Bagi mahasiswa Program Sarjana Kebidanan angkatan 2022, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran yang memperkuat kesiapan menghadapi tantangan profesi di masa mendatang. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan pelayanan kebidanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik, Program Sarjana Kebidanan Universitas Alma Ata terus berkomitmen mempersiapkan calon bidan yang kompeten, responsif, dan mampu memberikan pelayanan berbasis bukti (evidence-based midwifery).
Pelatihan KKMN bukan sekadar tentang belajar menghadapi kondisi darurat, tetapi juga tentang membangun kesiapan untuk hadir dan memberikan respons terbaik ketika ibu dan bayi membutuhkan pertolongan.
Learn. Train. Ready to Serve. 🩺🩷