Bantul, 14 Juli 2026 – Komitmen Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan remaja kembali diwujudkan melalui kegiatan Sister School bersama SMAN 1 Bambanglipuro. Kolaborasi yang telah terjalin secara berkelanjutan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter serta perilaku hidup sehat pada peserta didik.

Kepercayaan yang kembali diberikan oleh SMAN 1 Bambanglipuro kepada Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata menjadi bukti kuat bahwa Program Sister School telah berkembang menjadi kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Melalui program ini, dosen secara konsisten hadir di lingkungan sekolah melalui kegiatan dosen mengajar, dengan menghadirkan berbagai materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik serta tantangan yang dihadapi remaja di era saat ini.

Pada tahun 2026, Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata kembali dipercaya untuk berpartisipasi dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Bambanglipuro. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi keberlanjutan Program Sister School yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan sejak awal kepada peserta didik, sehingga mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial selama menjalani masa remaja.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa  Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata dalam penyampaian materi edukasi kesehatan remaja yang dikemas secara interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Metode pembelajaran dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi, tanya jawab, serta berbagai aktivitas yang membantu peserta menghubungkan materi dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari implementasi Program Sister School, dosen menyampaikan materi edukasi kesehatan remaja yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik pada setiap jenjang kelas. Edukasi yang diberikan berfokus pada penguatan pemahaman remaja dalam mengenali perubahan fisik, psikologis, emosional, dan sosial yang terjadi selama masa remaja, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup (life skills) untuk membangun hubungan sosial yang sehat, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan kepada siswa kelas XI dan XII dirancang untuk meningkatkan self-awareness terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan remaja, memperkuat kemampuan komunikasi yang positif, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam berinteraksi dengan orang lain. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami bahwa kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, emosional, dan sosial yang menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan diri menuju masa dewasa.

Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal peserta. Setelah mengikuti sesi edukasi, siswa kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah memperoleh materi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi berlangsung, baik dalam diskusi maupun saat menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai isu-isu kesehatan remaja yang dekat dengan kehidupan mereka.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata. Mahasiswa terlibat aktif dalam mendampingi pelaksanaan kegiatan, membantu proses evaluasi pembelajaran, memfasilitasi diskusi kelompok, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas edukasi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memperkuat kompetensi mahasiswa dalam komunikasi, promosi kesehatan, kerja sama tim, serta profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan.

Pelaksanaan Program Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara Universitas Alma Ata dan SMAN 1 Bambanglipuro, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus memperkuat karakter peserta didik agar mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan di masa kini.

Ke depan,  Program Sarjana Kebidanan, dan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Sister School melalui berbagai inovasi kegiatan dosen mengajar yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan perkembangan remaja. Sinergi yang telah terjalin diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.