Sleman, 17 Juli 2026 – Program Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Alma Ata kembali menyelenggarakan kegiatan Sister School di SMAN 1 Ngemplak sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui program dosen mengajar yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, sehingga mereka memiliki bekal dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Juli 2026 tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Ngemplak dengan mengangkat tema “Aku Suka Dia, Lalu Harus Bagaimana? Cara Sehat Mengungkapkan Cinta dan Ketertarikan.” Tema ini dipilih karena menjelang akhir masa remaja, peserta didik mulai dihadapkan pada dinamika hubungan sosial yang semakin kompleks. Ketertarikan terhadap lawan jenis maupun orang yang disukai merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, remaja berpotensi terpengaruh oleh informasi yang kurang sesuai, terutama melalui media sosial dan lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, edukasi mengenai hubungan yang sehat menjadi bekal penting agar remaja mampu membangun relasi yang positif, saling menghargai, dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan ini, dosen Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata, Fatimatasari, M.Keb., Bdn. dan Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb., Bdn., mengajak peserta memahami bahwa rasa suka merupakan bagian yang wajar dari perkembangan emosional remaja. Namun, perasaan tersebut perlu disampaikan dengan cara yang sehat, menghargai diri sendiri maupun orang lain, serta tidak melanggar batasan pribadi. Materi yang diberikan mengulas berbagai topik penting, seperti perbedaan antara rasa kagum, suka, dan cinta, pentingnya komunikasi yang asertif, memahami konsep personal boundaries dan consent, serta mengenali ciri-ciri hubungan yang sehat maupun hubungan yang berisiko.

Agar suasana pembelajaran lebih menarik, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Peserta diajak menganalisis berbagai situasi yang sering terjadi dalam kehidupan remaja, seperti cara mengungkapkan perasaan dengan sopan, menyikapi penolakan secara dewasa, menghadapi tekanan dari teman sebaya (peer pressure), serta menjaga etika dan jejak digital ketika berkomunikasi melalui media sosial. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis sekaligus merefleksikan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal siswa mengenai hubungan sehat pada masa remaja. Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi, menyampaikan pendapat, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai dinamika hubungan pertemanan, ketertarikan, dan cara membangun komunikasi yang sehat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat berdasarkan rasa saling menghormati, komunikasi yang terbuka, dan tanggung jawab. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, edukasi ini juga diharapkan mampu membentuk keterampilan hidup (life skills) yang mendukung kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana, mengelola emosi, serta menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Kegiatan Sister School merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan sekolah, Universitas Alma Ata berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan remaja. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan secara positif.

Ke depan, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata akan terus mengembangkan berbagai kegiatan edukatif melalui Program Sister School dengan tema-tema yang relevan bagi remaja. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan sekolah, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus membentuk generasi muda yang lebih sehat, tangguh, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan di masa depan.

Referensi

McCormick, E. M., Qu, Y., & Telzer, E. H. (2024). Experience-dependent neurodevelopment of self-regulation in adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience, 65, 101338.

Willems, Y. E., Li, J. B., Bartels, M., & Finkenauer, C. (2024). Individual differences in adolescent self-control: The role of gene-environment interplay. Current Opinion in Psychology, 60, 101897.

Thulin, E. J., Kernsmith, P., Fleming, P. J., Heinze, J. E., Temple, J., & Smith-Darden, J. (2023). Coercive-sexting: Predicting adolescent initial exposure to electronic coercive sexual dating violence. Computers in Human Behavior, 141, 107641.

World Health Organization. (2024). Adolescent Health. Geneva: WHO.

United Nations Children’s Fund. (2024). Adolescent Development and Participation. New York: UNICEF.