by Admin Kebidanan | Apr 7, 2026 | Artikel
written by Bdn. Rani Ayu Hapsari, S.ST.,S.K.M.,M.K.M
Kesibukan akademik dan organisasi sering kali memaksa mahasiswi modern menjadikan begadang sebagai gaya hidup demi mengejar target. Padahal, identitas ‘pejuang deadline‘ ini menyimpan risiko besar. Dalam Penelitian di Indonesia menegaskan bahwa tanpa pengelolaan waktu yang baik, pola hidup tersebut akan berdampak buruk pada kualitas tidur serta stabilitas kesehatan mental di masa depan.
Lantas, bagaimana cara tetap bugar tanpa harus mengorbankan indeks prestasi? Berikut adalah beberapa hacks hidup sehat berbasis sains yang bisa diterapkan mahasiswi di tengah jadwal padat.
- Power Nap: Investasi 20 Menit untuk Fokus Maksimal
Kunci produktivitas mahasiswi bukan terletak pada berapa lama kamu terjaga, tapi seberapa segar pikiranmu. Saat lelah melanda, cobalah teknik power nap selama 20-30 menit. Dalam studi Penelitian menunjukkan bahwa tidur singkat ini secara ajaib mampu memulihkan kemampuan memecahkan masalah dan mempertajam fokus. Ini adalah cara paling efisien untuk kembali segar tanpa harus mengorbankan waktu berjam-jam.
Durasi yang Presisi: Berbeda dengan tidur siang biasa yang bisa berjam-jam, power nap sengaja dibatasi maksimal 20-30 menit agar tubuh tidak masuk ke fase tidur dalam (deep sleep). Jika terlalu lama, Anda justru akan merasa pening saat bangun (sleep inertia)
Manfaat Kognitif: Secara ilmiah, durasi singkat ini sudah cukup untuk meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki suasana hati (mood), dan mempertajam daya ingat serta kemampuan memecahkan masalah
- Micro-Workout: Bergerak di Sela-sela Tugas
Keterbatasan waktu bukan lagi alasan untuk absen berolahraga. Konsep micro-workout hadir sebagai solusi praktis bagi mahasiswi yang sibuk. Aktivitas sederhana seperti jalan cepat selama 10 menit terbukti efektif mendongkrak stamina sekaligus mereduksi stres secara instan. Selain itu, berjalan kaki secara rutin menjadi strategi jitu untuk menjaga kejernihan mental di bawah tekanan akademik yang tinggi.
Gunakan Teknik 50-10 : Terapkan manajemen waktu belajar: 50 menit fokus mengerjakan tugas, dan 10 menit khusus untuk bergerak. Jangan gunakan waktu 10 menit ini untuk main HP, tapi gunakan untuk stretching atau berjalan di dalam ruangan guna melancarkan sirkulasi darah ke otak
Stretching di Kursi Belajar (Desk Exercise)
- Neck Rolls: Memutar leher perlahan untuk meredakan tegang.
- Shoulder Shrugs: Mengangkat dan menurunkan bahu untuk melemaskan otot pundak yang kaku karena mengetik.
- Seated Leg Raises: Meluruskan kaki di bawah meja sambil tetap membaca materi.
- Smart Hydration & “Isi Piringku
Menjaga tubuh tetap ternutrisi adalah bentuk self-love di tengah padatnya kuliah. Alih-alih melulu makan instan, cobalah sajikan porsi protein dan sayur yang seimbang sesuai panduan ‘Isi Piringku’. Ingat, otakmu butuh hidrasi yang cukup untuk bekerja maksimal. Jangan sampai dehidrasi bikin pikiran buntu dan tugas makin menumpuk. Stay hydrated, stay focused!
Smart Hydration (Hidrasi Pintar) Ini adalah teknik mengelola asupan air putih secara konsisten sepanjang hari, bukan hanya minum saat merasa haus.
- Fokus Kognitif: Dehidrasi ringan (kurang cairan sedikit saja) dapat menyebabkan penurunan fokus, sakit kepala, dan rasa kantuk yang sering disalahartikan sebagai efek kelelahan tugas
- Sistem Pengingat: Bagi mahasiswi, ini berarti meletakkan botol minum sebagai “pengingat visual” di meja belajar agar hidrasi dilakukan secara mandiri dan berkala (misal: satu gelas setiap satu bab tugas selesai)
Konsep “Isi Piringku” : ini adalah panduan gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI yang menggantikan konsep “4 Sehat 5 Sempurna” dengan pembagian porsi yang lebih detail dalam satu piring sekali makan.
- Komposisi Seimbang: Setengah piring diisi oleh sayur dan buah, sedangkan setengah piring lainnya diisi oleh makanan pokok (karbohidrat) dan lauk-pauk (protein).
- Bahan Bakar Otak: Protein dan serat yang cukup membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini mencegah food coma (rasa kantuk berat setelah makan) yang sering terjadi jika mahasiswi hanya makan karbohidrat berlebih (seperti nasi putih porsi besar atau mi instan).
- Manajemen Stres dan Ruang Tidur
Menciptakan batasan antara dunia kuliah dan waktu istirahat dimulai dari tempat tidurmu. Dengan tidak belajar di atas kasur, kamu membantu otak mengenali kapan waktunya benar-benar berhenti berpikir dan mulai beristirahat. Jika rasa panik karena tugas datang tiba-tiba, ambil napas dalam dan perlahan untuk menenangkan diri. Ingat, dirimu butuh ruang aman untuk pulih dari lelahnya aktivitas harian.
Aturan “No Laptop on Bed”
- Biasakan mengerjakan tugas hanya di meja belajar atau area duduk lainnya.
- Jika kamar kos Anda sempit, gunakan karpet atau meja lipat di lantai untuk belajar, sehingga kasur tetap terjaga fungsinya hanya untuk tidur.
Ritual “Brain Dump” Sebelum Tidur
- Stres sering muncul karena pikiran penuh dengan deadline. Sebelum pindah ke kasur, tuliskan semua daftar tugas (to-do list) untuk besok di sebuah buku. Ini membantu otak “melepaskan” beban pikiran sehingga Anda bisa tidur lebih tenang.
Sumber :
Sudung Simatupang. Dkk,(2026), Power Nap: The Secret Of A Simple 20-Minute Investment That Supports Employee Work Productivity, International Journal of Economics, Business and Innovation Research( IJEBIR) https://doi.org/10.63922/ijebir.v5i02.3056
Afra Fitri Aulia Khair, Usiono (2025), Pengaruh Pola Hidup Terhadap Kesehatan Mahasiswa,Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v2i2.3536
Yashvant Sathe, Dr Akshata Abhishek Nayak (2025), Impact of Power Naps on Cognitive Performance and Learning Efficiency: A Data-Driven Study, The Voice of Creative Research DOI:10.53032/tvcr/2025.v7n2.48
Ahmad Nafa Aminuddin, Atika Wijaya, Persepsi dan Praktik Gaya Hidup Sehat Pada Mahasiswa UNNES, DOI: https://doi.org/10.15294/bsb.v1i1.437
by Admin Kebidanan | Mar 31, 2026 | Artikel
(Written by Bdn. Adenia Dwi Ristanti, M.Tr.Keb)
Masa postpartum atau masa nifas merupakan periode penting dalam siklus reproduksi perempuan yang dimulai setelah proses persalinan hingga sekitar enam minggu kemudian. Pada periode ini tubuh ibu mengalami berbagai proses pemulihan fisiologis setelah melalui kehamilan dan persalinan. Perubahan yang terjadi meliputi involusi uterus, penyesuaian hormon, pemulihan luka persalinan, serta adaptasi sistem tubuh lainnya. Selain itu, otot dan jaringan pada area abdomen mengalami peregangan yang cukup besar selama kehamilan sehingga memerlukan waktu untuk kembali ke kondisi semula. Oleh karena itu, berbagai metode perawatan postpartum dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan tubuh ibu, salah satunya adalah belly binding postpartum.
Belly binding postpartum merupakan teknik membungkus atau mengikat area perut menggunakan kain panjang atau alat khusus yang bertujuan memberikan dukungan pada otot abdomen setelah persalinan. Praktik ini telah lama dikenal dalam berbagai budaya di dunia sebagai bagian dari perawatan tradisional ibu setelah melahirkan. Di beberapa negara Asia seperti Malaysia dan Indonesia, teknik ini dikenal dengan istilah bengkung, yaitu penggunaan kain panjang yang dililitkan secara bertahap dari bagian panggul hingga bawah dada. Dalam perkembangan praktik kesehatan modern, belly binding juga tersedia dalam bentuk alat khusus seperti belly wrap atau abdominal binder yang lebih praktis digunakan oleh ibu postpartum.
Selama masa kehamilan, rahim yang membesar menyebabkan peregangan pada otot perut dan jaringan ikat di sekitarnya. Kondisi ini sering menyebabkan kelemahan otot abdomen setelah persalinan sehingga ibu merasa kurang stabil saat melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunaan belly binding dapat memberikan kompresi ringan pada area perut sehingga membantu menopang otot abdomen dan memberikan rasa stabilitas pada tubuh ibu. Dengan adanya dukungan tersebut, ibu dapat merasa lebih nyaman saat berjalan, duduk, atau melakukan aktivitas lainnya selama masa pemulihan setelah melahirkan.
Selain memberikan dukungan pada otot perut, belly binding juga dilaporkan dapat membantu mengurangi rasa nyeri setelah persalinan, terutama pada ibu yang menjalani operasi caesar. Tekanan ringan yang diberikan oleh abdominal binder dapat membantu menstabilkan area luka operasi sehingga ibu merasa lebih nyaman saat bergerak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan abdominal binder setelah operasi caesar dapat membantu mengurangi tingkat nyeri dan meningkatkan mobilitas ibu pada hari-hari pertama setelah persalinan. Dengan mobilitas yang lebih baik, proses pemulihan ibu dapat berlangsung lebih optimal.
Manfaat lain dari belly binding adalah membantu memperbaiki postur tubuh ibu setelah melahirkan. Pada masa postpartum, otot inti tubuh masih dalam kondisi lemah sehingga ibu sering mengalami keluhan nyeri punggung atau cenderung membungkuk saat menyusui dan merawat bayi. Belly binding dapat membantu menjaga posisi tubuh agar tetap stabil dan tegak sehingga mengurangi tekanan pada punggung. Selain itu, penggunaan belly binding juga sering dikaitkan dengan dukungan dalam proses pemulihan kondisi diastasis recti, yaitu pemisahan otot perut yang sering terjadi setelah kehamilan.
Meskipun demikian, penggunaan belly binding harus dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak terlalu ketat. Tekanan yang berlebihan pada area perut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bahkan berpotensi mengganggu pernapasan atau memberikan tekanan berlebih pada dasar panggul. Oleh karena itu, penggunaan belly binding sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu serta dilakukan dengan teknik yang benar. Tenaga kesehatan, khususnya bidan, memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada ibu mengenai cara penggunaan belly binding yang aman selama masa nifas.
Selain itu, penting untuk dipahami bahwa belly binding bukanlah metode utama untuk menurunkan berat badan atau mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil secara instan. Pemulihan tubuh setelah kehamilan merupakan proses alami yang membutuhkan waktu. Faktor seperti nutrisi yang adekuat, aktivitas fisik yang sesuai, istirahat yang cukup, serta dukungan keluarga juga memiliki peran penting dalam membantu pemulihan ibu postpartum secara optimal.
Secara keseluruhan, belly binding postpartum merupakan salah satu metode perawatan nonfarmakologis yang dapat memberikan dukungan pada proses pemulihan fisik ibu setelah persalinan. Dengan penggunaan yang tepat, belly binding dapat membantu meningkatkan kenyamanan, memberikan stabilitas pada otot abdomen, serta mendukung mobilitas ibu selama masa nifas. Oleh karena itu, praktik ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi pendukung dalam perawatan ibu postpartum, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan rekomendasi dari tenaga kesehatan.
Referensi:
- Lin, S. L., Lee, Y. H., & Chen, Y. C. (2024). Effectiveness of abdominal binder after cesarean section: A systematic review and meta-analysis. Midwifery, 131, 103933.
Studi ini menemukan bahwa penggunaan abdominal binder dapat meningkatkan kenyamanan serta membantu pemulihan mobilitas ibu setelah persalinan operasi.
- Sophia, S., Nurhayati, N., & Rahmawati, D. (2023). The effect of belly binding and abdominal exercise on reducing diastasis recti in postpartum mothers. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 9(1), 1–8.
Penelitian ini menjelaskan bahwa belly binding yang dikombinasikan dengan latihan abdomen dapat membantu menurunkan derajat diastasis recti pada ibu postpartum.
- Healthline Editorial Team. (2020). Postpartum belly binding: Types, benefits, and how-to. Healthline.
Artikel ini menjelaskan konsep belly binding postpartum, manfaat, jenis belly wrap, serta cara penggunaan yang aman bagi ibu setelah melahirkan.
by Admin Kebidanan | Mar 12, 2026 | Artikel
Created by Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb
Menjelang Hari Raya Idulfitri, berbagai aktivitas biasanya mulai meningkat. Mulai dari membantu persiapan di rumah, berbelanja kebutuhan Lebaran, hingga berkumpul dengan keluarga dan teman. Bagi remaja, momen ini tentu menjadi waktu yang menyenangkan. Namun di sisi lain, perubahan rutinitas menjelang Lebaran sering kali memengaruhi pola makan, waktu tidur, serta kebiasaan sehari-hari.
Secara ilmiah, masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Pada fase ini, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, aktivitas fisik yang seimbang, serta waktu istirahat yang memadai untuk mendukung perkembangan fisik dan mental. Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan bahwa kesehatan remaja sangat dipengaruhi oleh kebiasaan hidup sehari-hari, termasuk pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat tetap penting meskipun aktivitas menjelang Lebaran meningkat.
Salah satu perubahan yang sering terjadi menjelang Lebaran adalah pola makan. Berbagai makanan khas seperti kue kering, makanan manis, dan makanan tinggi lemak biasanya tersedia dalam jumlah banyak. Konsumsi makanan tersebut sebenarnya tidak dilarang, tetapi perlu diperhatikan jumlah dan frekuensinya. Asupan gula dan lemak yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, meningkatkan risiko gangguan pencernaan, serta memengaruhi keseimbangan energi dalam tubuh. Oleh karena itu, remaja dianjurkan untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta serat dari sayur dan buah.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan remaja. Saat libur menjelang Lebaran, banyak remaja lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan aktivitas pasif seperti bermain gawai atau menonton. Padahal, aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan metabolisme, serta membantu menjaga kesehatan mental. Rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan anak dan remaja untuk melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari dengan intensitas sedang hingga tinggi. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, olahraga ringan, atau membantu pekerjaan rumah dapat menjadi cara efektif untuk tetap aktif selama masa persiapan Lebaran.
Kualitas tidur juga sering mengalami perubahan menjelang Lebaran. Kesibukan mempersiapkan berbagai kebutuhan atau meningkatnya penggunaan gawai dapat membuat waktu tidur menjadi tidak teratur. Padahal remaja membutuhkan waktu tidur sekitar 8–10 jam setiap malam untuk mendukung fungsi otak, konsentrasi belajar, serta sistem kekebalan tubuh. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, menurunkan daya tahan tubuh, serta memengaruhi suasana hati.
Di sisi lain, penggunaan gawai yang berlebihan juga menjadi salah satu kebiasaan yang sering terjadi pada remaja saat masa libur. Gawai digunakan untuk berbagai aktivitas seperti bermain media sosial, menonton video, atau bermain gim. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa durasi screen time yang terlalu lama dapat memengaruhi kesehatan mata, kualitas tidur, serta menurunkan aktivitas fisik pada remaja. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mengatur waktu penggunaan gawai agar tetap seimbang dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial.
Menjelang Lebaran merupakan momen yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Namun menjaga kesehatan tetap menjadi hal yang penting, terutama bagi remaja yang sedang berada pada masa pertumbuhan. Dengan menjaga pola makan yang seimbang, tetap aktif bergerak, cukup istirahat, serta menggunakan gawai secara bijak, remaja dapat menikmati suasana Lebaran dengan tubuh yang sehat dan bugar.
Kesehatan yang baik tidak hanya mendukung aktivitas sehari-hari, tetapi juga membantu remaja menjalani masa pertumbuhan secara optimal serta mempersiapkan masa depan yang lebih sehat.
Referensi
World Health Organization. Adolescent health. Geneva: World Health Organization; 2024.
World Health Organization. Guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: World Health Organization; 2020.
Sawyer SM, Azzopardi PS, Wickremarathne D, Patton GC. The age of adolescence. Lancet Child & Adolescent Health. 2018;2(3):223–228.
Chaput JP, Willumsen J, Bull F, et al. WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour for children and adolescents. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity. 2020;17:141.
Stiglic N, Viner RM. Effects of screentime on the health and well-being of children and adolescents: a systematic review of reviews. BMJ Open. 2019;9:e023191.
by Admin Kebidanan | Mar 10, 2026 | Berita
Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Universitas Alma Ata, Elvia Putri Romanov, berkesempatan mengikuti kegiatan International Field Trip ke Singapura dan Malaysia sebagai bagian dari penguatan pengalaman belajar global serta pengembangan wawasan akademik di tingkat internasional.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan akademik dan layanan kesehatan internasional. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami berbagai praktik, sistem, serta pengelolaan institusi pendidikan dan kesehatan di luar negeri.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta melakukan kunjungan akademik ke beberapa institusi pendidikan dan layanan kesehatan terkemuka, yaitu:
- Rumah Sakit Canselor Tuanku Muhriz – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
- International Islamic University Malaysia (IIUM)
- Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)
Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat mempelajari secara langsung sistem layanan kesehatan yang diterapkan di rumah sakit pendidikan, sekaligus melihat bagaimana integrasi antara pendidikan, penelitian, dan praktik klinis dilakukan di tingkat internasional. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring akademik serta bertukar wawasan dengan lingkungan pendidikan global.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan International Field Trip diharapkan dapat memperkaya perspektif keilmuan, meningkatkan kemampuan adaptasi dalam lingkungan internasional, serta memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi diri.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Alma Ata dalam mendukung student mobility dan pembelajaran berbasis pengalaman global. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman lintas budaya yang penting dalam menghadapi tantangan dunia profesional di masa depan.
Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat membawa pengalaman dan wawasan baru yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masa mendatang. 🌏✨
by Admin Kebidanan | Mar 3, 2026 | Berita
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata. Tim Volly Putri berhasil meraih Juara II pada ajang kompetisi Volly Tingkat Universitas dalam rangka ALMA ATA Fest 2025.
Kejuaraan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Alma Ata sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta sportivitas mahasiswa di bidang olahraga. Kompetisi berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh berbagai program studi di lingkungan universitas.
Perjalanan Menuju Prestasi
Tim Volly S1 Kebidanan menunjukkan performa yang luar biasa sejak babak penyisihan. Dengan kerja sama tim yang solid, strategi permainan yang matang, serta semangat pantang menyerah, mereka mampu melewati setiap pertandingan dengan hasil yang membanggakan hingga berhasil melaju ke babak final.
Dukungan dari dosen, teman sejawat, dan civitas akademika turut menjadi motivasi besar bagi tim untuk memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.
Makna Prestasi bagi Mahasiswa Kebidanan
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar S1 Kebidanan FKIK Universitas Alma Ata. Prestasi di bidang olahraga ini membuktikan bahwa mahasiswa kebidanan mampu berprestasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan soft skills, seperti:
- Kerja sama tim
- Kepemimpinan
- Disiplin
- Sportivitas
- Manajemen waktu
Nilai-nilai tersebut selaras dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh calon tenaga kesehatan profesional.
Komitmen Universitas dalam Mendukung Potensi Mahasiswa
Universitas Alma Ata terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara holistik melalui berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Ajang seperti ALMA ATA Fest menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan karakter unggul, sehat, kompetitif, dan berprestasi.
Harapan ke Depan
Keberhasilan meraih Juara II ini diharapkan dapat:
- Menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi
- Meningkatkan semangat berkompetisi secara sehat
- Mengharumkan nama Program Studi dan Universitas di berbagai bidang
Selamat kepada Tim Volly S1 Kebidanan atas prestasi yang telah diraih. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi gemilang berikutnya.