by Admin Kebidanan | Feb 27, 2026 | Artikel D3
Penulis: Dosen Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata
Berbuka puasa dengan gorengan sudah menjadi tradisi yang sulit dipisahkan di Indonesia. Sensasi gurih dan renyah memang terasa sangat nikmat setelah seharian menahan lapar. Namun, dibalik kenikmatan tersebut, ada ancaman serius yang mengintai kesehatan jantung Anda.
Berikut adalah tinjauan medis mengenai dampak gorengan saat berbuka dan bagaimana cara menyiasatinya berdasarkan riset terbaru.
Saat berpuasa, tubuh mengalami fase istirahat metabolik. Mengonsumsi gorengan dalam keadaan perut kosong memberikan kejutan negatif bagi sistem kardiovaskular karena beberapa alasan utama:
1. Lemak Trans dan Peradangan Pembuluh Darah
Gorengan, terutama yang dijual di pinggir jalan, sering kali dimasak dengan minyak yang digunakan berulang kali (minyak jelantah). Proses ini meningkatkan kadar Lemak Trans secara drastis. Lemak trans dikenal sebagai musuh utama jantung karena meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
2. Lonjakan Stres Oksidatif
Berbuka dengan makanan tinggi lemak jenuh memicu lonjakan radikal bebas di dalam darah. Hal ini menyebabkan disfungsi endotel (lapisan dalam pembuluh darah), yang merupakan langkah awal terjadinya aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah jantung.
3. Beban Kerja Jantung Meningkat
Makanan berminyak memerlukan energi besar untuk dicerna. Hal ini memaksa jantung memompa darah lebih kuat ke saluran pencernaan secara mendadak, yang bagi penderita gangguan jantung, bisa memicu rasa sesak atau ketidaknyamanan dada.
Strategi Berbuka yang Lebih Aman (Heart-Friendly)
Jika Anda belum bisa sepenuhnya meninggalkan gorengan, berikut adalah langkah mitigasi yang disarankan oleh para ahli nutrisi:
- Aturan “Satu Saja”: Batasi konsumsi maksimal satu buah gorengan dan imbangi dengan buah tinggi serat seperti kurma atau pepaya untuk mengikat lemak.
- Ganti Metode Memasak: Gunakan minyak yang lebih stabil seperti minyak zaitun (khusus suhu rendah) atau minyak kelapa sawit baru (sekali pakai).
- Hidrasi Dulu: Minumlah air putih atau air kelapa sebelum menyentuh gorengan untuk memberikan rasa kenyang lebih awal dan mengencerkan darah.
Menjaga jantung adalah investasi jangka panjang. Berbuka dengan yang manis memang disarankan, tapi pastikan “manisnya” berasal dari sumber alami, bukan dari lemak jenuh yang membahayakan nadi. Temukan artikel menarik lainnya di website Prodi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Alma Ata. Prodi D3 Kebidanan yang merupakan salah satu prodi terbaik di Jogja dan terakreditasi UNGGUL.
Referensi
- Pie Qin, dkk, 2021. Fried-food consumption and risk of cardiovascular disease and all-cause mortality: a meta-analysis of observational studies. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33468573/
- The American Journal of Clinical Nutrition, 2025. Postprandial Lipidemia and Endothelial Function during Ramadan Fasting: The Impact of Saturated Fat Intake.
- Zahra Dadaei, dkk, 2023. Dietary inflammatory index in relation to severe coronary artery disease in Iranian adults. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10570611/
- Musaab Ahmed, dkk. 2025. The Impact of Ramadan Fasting on Endothelial Function, Cardiovascular Risk Factors, and Cardiovascular Disease. J Clin Med. 2025 Sep 2;14(17):6191. doi: 10.3390/jcm14176191. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12429300/
by Admin Kebidanan | Feb 26, 2026 | Artikel
Created by Ratih Devi Alfiana, S.ST., M.Keb
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Menstruasi atau haid menjadi tanda seorang perempuan mengalami pubertas atau baligh. Sehingga ia harus mengenali sifat-sifat, apa yang tidak boleh dikerjakan selama haid, dan hal lainnya.
Usia menarche atau pertama kali mendapatkan haid berbeda-beda setiap perempuan. Rata-rata usia menarche di Indonesia adalah 13 tahun dengan usia menarche termuda 9 tahun dan usia tertua 20 tahun. Sependapat dengan jumhur ulama tentang umur haid bahwa umur minimal permulaan haid yaitu umur 9 tahun.
Perlu diketahui, bahwa sifat-sifat darah haid yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu ada 4 sifat:
- Pertama, warna dari darah haid hitam pekat.
- Kedua, darahnya itu mempunyai tekstur yang kental dan pada saat keluar dari kemauluan sedikit seperti terbakar/panas.
- Ketiga, karena teksturnya yang kental maka darah haid ini ke luarnya secara perlahan dari kemaluan perempuan dan tidak mengalir deras seperti cairan yang dituang.
- Keempat, darah haid mempunyai bau yang tidak sedap dengan warna darah yang pekat hitam dan sangat merah. Bau tidak sedap tersebut merupakan akibat dari busuknya sel-sel telur yang tidak mengalami pembuahan.
Siklus menstruasi merupakan waktu dari hari pertama mengalami menstruasi sampai pada hari pertama di periode selanjutnya. Rata-rata lamanya siklus menstruasi adalah 28 hari. Namun adapula yang lebih pendek yaitu 21 hari, atau justru lebih panjang sampai 35 hari. Sedangkan untuk lama hari menstruasi rata-rata adalah 2 sampai 7 hari. Apabila melebihi 15 hari, maka darah yang keluar setelah 15 hari tersebut tidak dianggap sebagai darah haid melainkan istihadhoh.
Larangan-larangan bagi perempuan yang sedang haid antara lain:
- Melaksanakan ibadah Shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah. Hal tersebut berlaku, karena syarat sah shalat yaitu suci dari hadas besar maupun hadas kecil, haid masuk dalam kategori hadas besar.
- Berwudhu’ atau mandi janabah. Melaksanakan wudhu dan mandi janabah sah ketika sudahselesai masa haidnya dan darah sudah tidak mengalir lagi.
- Puasa, puasa yang dilaksanakan oleh perempuan yang mengalami masa haid hukumnya adalah haram. Karena salah satu syarat sah puasa yaitu suci dari hadas haid.
- Thawaf, thawaf haram dilaksanakan oleh perempuan haid karena salah satu syarat dari thawaf yaitu suci dari hadas besar.
- Menyentuh mushaf dan membawanya.
- Melafalkan Ayat-ayat Al-Qur’an. Mengenai hukum ini ada dua pendapat,
- pertama, menurut jumhur ulama, yang dimaksud jumhur ulama disini yaitu Syafi’i, Hanafi dan Hanbali. Beliau-beliau berpendapat bahwa melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an merupakan haram bagi perempuan yang sedang dalam kondisi haid.
- Pendapat kedua yaitu dari madzhab Maliki dan Azh-Zhahiri. Kedua, madzhab memperbolehkan perempuan yang dalam kondisi haid untuk melafazkan ayat-ayat Al-Qur’an. Tetapi ada pengecualian untuk madzhab Maliki, dibolehkan dengan syarat atau alas takut lupa akan hafalannya atau adanya tujuan ta’lim.
- Memasuki masjid dan menetap. Madzhab yang mutlak mengharamkan yaitu Madzhab Hanafi. Mutlak mengharamkan perempuan yang haid untuk masuk kedalam masjid, baik sekedar lewat atau menetap.
- Bersetubuh. Perempuan haid haram hukumnya bersetubuh dengan suaminya. Sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 222.
- Menceraikan istri. Suami dilarang dan hukumnya pun haram menceraikan istri dalam keadaan haid. Apabila tetap menceraikannya maka status dari thalaqnya adalah thalaq bid’ah.
Sedangkan hukum untuk perempuan yang istihadhah, yaitu:
- Ketika akan melaksanakan segala bentuk ibadah baik shalat atau pun yang lain. Maka tidak diwajibkan untuk mandi. Mandi dilaksanakan hanya sekali saja pada waktu suci dari haid. Ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf (terdahulu) maupun Khalaf (kemudian).
- Sebelum melaksanakan shalat wajib wudhu, seperti biasanya. Hal ini mengacu pada hadis riwayat Al-Bukhari: “kemudian berwudhu lah setiap ingin melaksanakan shalat”. Namun dalam hal lain, Imam Malik berpendapat bahwa wudhu setiap hendak melaksanakan shalat bagi perempuan yang mengalami istihadhah hukumnya hanya Sunnah dan tidak diwajibkan kecuali ada Hadas lain.
- Sebelum wudhu sebaiknya membasuh kemaluan dan membalutnya dengan kain atau pun kapas agar najisnya tidak terlalu banyak kalau bisa sampai najis tersebut hilang. Jika darah tidak dapat disumbat dengan kapas, maka kemaluannya harus dibalut dengan sesuatu yang dapat menghentikan darah yang mengalir tersebut. Tetapi, hal tersebut tidak diwajibkan, melainkan lebih diutamakan.
- Mayoritas ulama berpendapat bahwasanya, janganlah wudhu sebelum waktu shalat tiba, karena kondisi suci itu darurat. Jadi, jika waktu shalat belum tiba maka janganlah wudhu dan berwudhulah pada saat waktu shalat tiba dan kemudian segeralah melaksanakan shalat.
- Berdasarkan pandangan mayoritas ulama, suami boleh berhubungan atau jima’ dengan istrinya bukan pada masa haid, walaupun ada darah yang ke luar dari kemaluannya yang terpenting darah tersebut bukan darah haid.
- Seorang perempuan yang sedang mengalami istihadhah, karena status dari perempuan istihadhah adalah suci, maka mereka yang istihadhah wajib yang namanya menjalankan ibadah wajib dan boleh menjalankan segala ibadah dalam Islam. Contohnya yaitu shalat, puasa, i’tikaf di masjid, membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Wallahu a’lam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
by Admin Kebidanan | Feb 25, 2026 | Artikel D3
Penulis: Dosen Prodi Kebidanan Universitas Alma Ata
Bulan Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga kesempatan membangun pola hidup sehat. Dalam perspektif kebidanan, menjaga aktivitas fisik selama puasa memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan reproduksi wanita, keseimbangan hormon, dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Olahraga dan Kesehatan Reproduksi Wanita
1. Menjaga Keseimbangan Hormon
Perubahan pola makan dan tidur selama Ramadhan dapat mempengaruhi sistem endokrin. Aktivitas fisik membantu menstabilkan hormon estrogen dan progesteron, serta menurunkan kadar hormon stres (kortisol). Keseimbangan ini penting untuk menjaga keteraturan siklus menstruasi dan mengurangi keluhan seperti nyeri haid (dismenore) (Basso & Suzuki, 2017).
2. Mengurangi Nyeri Haid dan Keluhan Pra Menstruasi
Olahraga ringan–sedang terbukti meningkatkan aliran darah ke area pelvis dan merangsang pelepasan endorfin yang bekerja sebagai analgesik alami. Bagi wanita usia reproduktif, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi gejala PMS dan dismenore (Armour et al., 2019).
3. Mendukung Kesehatan Calon Ibu
Wanita usia produktif yang menjaga kebugaran memiliki resiko lebih rendah terhadap obesitas, sindrom metabolik, dan gangguan kardiovaskular. Kondisi fisik yang baik menjadi modal penting dalam perencanaan kehamilan yang sehat (Piercy et al., 2018).
4. Menjaga Kesehatan Mental
Kesehatan reproduksi tidak terlepas dari kesehatan mental. Olahraga meningkatkan serotonin dan dopamin yang membantu mengurangi kecemasan dan mood swing selama perubahan hormonal maupun adaptasi puasa (Bull et al., 2020).
Waktu Ideal Berolahraga Saat Ramadhan
- 30–60 menit sebelum berbuka (intensitas ringan)
- 1–2 jam setelah berbuka
- Setelah tarawih jika tubuh masih bertenaga
Hindari olahraga berat di siang hari untuk mencegah dehidrasi.
Rekomendasi Olahraga untuk Wanita
Jenis olahraga yang aman dan mendukung kesehatan reproduksi:
- Jalan cepat
- Yoga (termasuk yoga untuk kesehatan panggul)
- Senam aerobik ringan
- Latihan kekuatan ringan
Durasi 20–40 menit dengan intensitas ringan–sedang sudah cukup memberikan manfaat.
Tips Aman dan Sehat
- Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka (6–8 gelas/hari).
- Konsumsi protein dan zat besi untuk mendukung kesehatan wanita.
- Hindari olahraga jika merasa pusing atau lemas berlebihan.
- Dengarkan sinyal tubuh dan sesuaikan intensitas latihan.
Penutup
Dalam pendekatan promotif dan preventif kebidanan, olahraga selama Ramadhan bukan sekadar menjaga bentuk tubuh, tetapi juga investasi bagi kesehatan reproduksi wanita. Dengan pengaturan yang tepat, wanita tetap dapat aktif, sehat, dan bugar tanpa mengganggu ibadah puasa.
Temukan artikel kesehatan menarik lainnya di Website Prodi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Alma Ata. Prodi D3 Kebidanan Terbaik di Jogja dan Terakreditasi UNGGUL
Daftar Pustaka
- Armour M, et al. Exercise for dysmenorrhea: systematic review and meta-analysis. Evid Based Complement Alternat Med. 2019.
- Basso JC, Suzuki WA. The effects of acute exercise on mood and well-being. Brain Plast. 2017.
- Bull FC, et al. WHO guidelines on physical activity. Br J Sports Med. 2020.
- Piercy KL, et al. Physical Activity Guidelines for Americans. JAMA. 2018.
- Jahrami HA, et al. Physical activity and Ramadan fasting. J Fasting Health. 2019.
by Admin Kebidanan | Feb 24, 2026 | Berita
Universitas Alma Ata kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu mahasiswinya. Citra Diumi Irawan (2023) resmi terpilih sebagai Duta Kampus Berbakat Putri Universitas Alma Ata dalam ajang Alma Ata Fest.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Alma Ata tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki talenta, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi yang baik untuk menjadi representasi kampus di berbagai kegiatan.
Perjalanan Menuju Duta Kampus
Pemilihan Duta Kampus Berbakat merupakan ajang yang diikuti oleh mahasiswa terbaik dari berbagai program studi. Setiap peserta melalui serangkaian proses seleksi yang meliputi:
- Penilaian bakat dan minat
- Public speaking
- Kepribadian dan wawasan kebangsaan
- Kemampuan menjadi role model mahasiswa
Melalui proses tersebut, Citra Diumi Irawan berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya hingga meraih gelar Duta Kampus Berbakat Putri.
Peran Duta Kampus
Sebagai Duta Kampus, Citra memiliki peran penting, di antaranya:
- Menjadi representasi mahasiswa Universitas Alma Ata dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik
- Menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi
- Berkontribusi dalam kegiatan promosi kampus
- Mengembangkan program kreatif yang berdampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat
Inspirasi bagi Mahasiswa
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Keberhasilan Citra membuktikan bahwa mahasiswa bidan dan kesehatan juga mampu tampil percaya diri, berprestasi, dan menjadi figur inspiratif.
by Admin Kebidanan | Feb 23, 2026 | Artikel D3
Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata
Dismenore, atau nyeri kram perut saat haid, merupakan keluhan yang paling umum dialami oleh perempuan usia reproduktif. Seringkali, respons alami tubuh saat merasakan nyeri haid adalah beristirahat total atau bed rest. Namun, tahukah Anda bahwa aktivitas fisik atau olahraga ringan justru merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang paling efektif untuk meredakan nyeri tersebut?
Meskipun terdengar kontradiktif, bergerak saat sedang nyeri memiliki landasan ilmiah yang kuat dalam fisiologi tubuh manusia. Berikut adalah penjelasan mengapa olahraga dapat menjadi “obat” alami bagi nyeri haid.
Mekanisme Biologis: Mengapa Olahraga dapat Meredakan Dismenore?
Secara fisiologis, nyeri haid (dismenore primer) disebabkan oleh kontraksi dinding rahim yang dipicu oleh zat kimia bernama prostaglandin. Kontraksi yang kuat ini menekan pembuluh darah di rahim, menyebabkan iskemia (kekurangan suplai oksigen) sementara pada jaringan otot rahim, yang kemudian dipersepsikan otak sebagai rasa sakit.
Olahraga bekerja melawan mekanisme ini melalui dua jalur utama:
- Pelepasan Beta-Endorfin: Olahraga, terutama latihan aerobik, memicu otak untuk melepaskan beta-endorfin. Ini adalah opioid alami tubuh yang bekerja seperti obat pereda nyeri (analgesik). Endorfin berikatan dengan reseptor nyeri di otak dan sumsum tulang belakang, sehingga ambang batas rasa sakit meningkat dan persepsi nyeri berkurang.
- Melancarkan Sirkulasi Darah: Gerakan aktif meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk area panggul (pelvis). Aliran darah yang lancar membantu mengurangi kemacetan (kongesti) di area rahim dan mengurangi efek iskemia penyebab nyeri. Selain itu, sirkulasi yang baik mempercepat metabolisme prostaglandin agar segera terurai.
Jenis Olahraga yang Disarankan
Tidak semua olahraga cocok dilakukan saat menstruasi. Kuncinya adalah intensitas ringan hingga sedang. Beberapa jenis latihan yang terbukti efektif dalam berbagai jurnal kesehatan antara lain:
- Yoga: Pose-pose tertentu seperti Cat-Cow, Child’s Pose, dan Cobra membantu meregangkan otot punggung bawah dan perut, serta memberikan efek relaksasi psikologis. Paling efektif yoga dilakukan setiap hari di sore hari selama 20 menit.
- Jalan Santai (Brisk Walking): Berjalan kaki selama 30 menit dapat memacu jantung cukup untuk melepaskan endorfin tanpa memberikan tekanan berlebih pada perut.
- Senam Dismenore: Gerakan spesifik yang dirancang untuk melatih otot dasar panggul dan relaksasi otot abdomen. Rekomendasi waktu yang tepat untuk melakukan senam dismenore yaitu 7 hari sebelum haid dan selama haid berlangsung.
Kesimpulan
Sebelum mengkonsumsi obat pereda nyeri, wanita yang mengalami dismenore dapat mencoba pendekatan aktif melalui berolahraga. Olahraga teratur tidak hanya mengurangi intensitas dismenore saat kejadian berlangsung, tetapi juga dapat mencegah keparahan dismenore di bulan-bulan berikutnya. Mulailah mendengarkan tubuh Anda, dan bergeraklah dengan nyaman.
Bagaimana gerakan senam dismenore atau pose yoga yang efektif untuk mengatasi dismenore? Temukan informasi selanjutnya di artikel kesehatan Prodi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Alma Ata. Prodi D3 Kebidanan Terbaik di Jogja dan terakreditasi UNGGUL.
Daftar Pustaka
1. Armour, M., Ee, C. C., Naidoo, D., et al. (2019). Exercise for dysmenorrhoea. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 9. Art. No.: CD004142.
2. Daley, A. (2008). Exercise and primary dysmenorrhoea: a comprehensive and critical review of the literature. Sports Medicine, 38(8), 659-670.
3. Kannan, P., Claydon, L. S., & Miller, D. (2015). Effectiveness of home-based physiotherapy on pain and disability in women with primary dysmenorrhea. Physiotherapy Theory and Practice, 31(7), 496-501.
4. Motahari-Tabari, N., Shirvani, M. A., & Alipour, A. (2017). Comparison of the Effect of Stretching Exercises and Mefenamic Acid on the Reduction of Pain and Menstruation Characteristics in Primary Dysmenorrhea: A Randomized Clinical Trial. Oman Medical Journal, 32(1), 47–53.