by Admin Kebidanan | May 22, 2026 | Artikel D3
Penulis: Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M. Tr.,M.Keb.
Pernahkah Anda merasa sudah diet ketat dan olahraga rutin, tapi lemak di area perut tetap sulit hilang? Atau Anda sering merasa lelah sepanjang hari, namun mata justru terjaga saat malam tiba? Jika iya, Anda mungkin sedang terjebak dalam tren gangguan kesehatan yang dikenal sebagai “Cortisol Belly”.
Di tengah tekanan hidup yang serba cepat, hormon kortisol (hormon stres) menjadi kunci yang sering diabaikan dalam kesehatan perempuan. Mari kita bedah mengapa fenomena ini sedang menjadi perbincangan hangat di dunia kesehatan.
Kortisol sebenarnya berfungsi membantu tubuh merespons stres. Namun, stres kronis akibat pekerjaan, kurang tidur, hingga terlalu banyak menatap layar gawai membuat kadar kortisol tetap tinggi sepanjang waktu. Bagi perempuan, hal ini berdampak domino:
- Penumpukan Lemak Perut: Kortisol tinggi memerintahkan tubuh untuk menyimpan energi di area perut sebagai cadangan “darurat”.
- Kekacauan Siklus Haid: Hormon stres yang dominan akan mengganggu keseimbangan estrogen dan progesteron, menyebabkan haid tidak teratur hingga memperparah gejala PMS.
- Wajah “Puffy” (Moon Face): Kadar kortisol yang berlebih menyebabkan retensi air yang membuat wajah tampak bengkak dan kurang segar.
Tren wellness tahun 2026 tidak lagi berfokus pada olahraga berat yang menyiksa, melainkan pada regulasi sistem saraf:
- Low-Intensity Movement: Ganti lari maraton dengan jalan cepat di pagi hari. Ini menurunkan kortisol sekaligus memberikan asupan Vitamin D.
- Protein-Rich Breakfast: Mengonsumsi protein saat sarapan membantu menstabilkan gula darah dan mencegah lonjakan kortisol di siang hari.
- Digital Sunset: Matikan semua layar 60 menit sebelum tidur untuk mengembalikan ritme sirkadian tubuh.
Bidan masa kini bukan hanya soal membantu persalinan. Bidan adalah garda terdepan kesehatan perempuan yang memahami bahwa keseimbangan hormonal adalah fondasi dari kesehatan reproduksi.
Di Program Studi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata, kami membekali mahasiswa dengan pemahaman kesehatan holistik. Mahasiswa tidak hanya belajar aspek medis klinis, tetapi juga diajarkan bagaimana menjadi konselor gaya hidup sehat bagi perempuan. Sebagai prodi terakreditasi UNGGUL dan merupakan salah satu yang terbaik di Jogja, kami mencetak bidan yang mampu memberikan asuhan menyeluruh.
Kesehatan perempuan adalah hal yang kompleks namun indah. Dengan memahami cara kerja hormon sendiri, kita bisa hidup lebih berkualitas dan bertenaga.
Ingin menjadi ahli kesehatan yang memahami kebutuhan perempuan di era modern? Bergabunglah bersama kami di D3 Kebidanan Universitas Alma Ata. Mari kita bertransformasi menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berwawasan luas, dan siap menjaga masa depan perempuan Indonesia.
Ikuti artikel menarik selanjutnya di Prodi D3 kebidanan yang merupakan salah satu Prodi D3 Terbaik di Jogya dengan akreditasi Unggul. Yuk intip lebih lanjut di website kita: https://kebidanan.almaata.ac.id/d3-kebidanan/
Referensi:
- Lynch, V. (2026). The Cortisol Connection: Women’s Hormonal Health in the Digital Age. Journal of Endocrine Wellness.
- World Health Organization (WHO). Stress Management and Reproductive Health Guidelines.
- Journal of Women’s Health. Lifestyle Interventions for Hormonal Balance in Young Women.
by Admin Kebidanan | May 22, 2026 | Artikel
Mahasiswa Profesi Bidan Alma Ata melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 2 di Padukuhan Payaman Utara dan Dronco, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan, khususnya pada bidang kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan MMD 2 dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan kalurahan, dukuh (Bpk Mindarto (Dukuh Payaman Utara) dan Bpk Bowo Priyanto (Dukuh Dronco)), dosen pembimbing (Ibu Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb, Indah Wijayanti, S.ST., M.Keb, Prasetya Lestari, S.ST., M.Kes dan Isti Chana Zuliyati, S.ST., M.Keb), Perwakilan dari Puskesmas Imogiri 1(Bidan Ari Wahyu Utami, A.Md.Keb., Bidan Etik Susmiyatun Widayati, A.Md.Keb., serta nutrisionis Ibu Ismiranti, A.Md.Gizi), hingga seluruh mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan hasil Survei Mawas Diri (SMD) yang sebelumnya telah dilakukan di masyarakat sebagai dasar penyusunan program kesehatan yang akan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan. Melalui hasil SMD, mahasiswa menemukan beberapa permasalahan kesehatan yang masih perlu mendapatkan perhatian bersama, terutama terkait kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat keluarga, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak di masyarakat.
Dosen pembimbing lapangan menjelaskan bahwa kegiatan MMD merupakan sarana untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengenali permasalahan kesehatan di lingkungannya sekaligus menyusun solusi bersama yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat untuk menyusun program kesehatan yang tepat sasaran. Tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar lebih sadar terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Dalam forum musyawarah tersebut, mahasiswa bersama masyarakat menyusun beberapa rencana kegiatan kesehatan yang akan dilaksanakan selama dua minggu mendatang. Program tersebut meliputi edukasi kesehatan ibu hamil, pendampingan tumbuh kembang anak, penyuluhan gizi keluarga, hingga edukasi pola hidup bersih dan sehat.
Perwakilan dari Puskesmas Imogiri 1 juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program yang telah direncanakan. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah kalurahan, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan masalah kesehatan sejak dini.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak kalurahan dan tokoh masyarakat. Dukuh setempat menyampaikan harapannya agar program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga.
Mahasiswa Profesi Bidan Alma Ata menilai kegiatan MMD 2 menjadi pengalaman penting dalam memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung. Selain meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja sama lintas sektor, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi peran bidan sebagai edukator, fasilitator, dan pendamping kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan MMD 2 ini, diharapkan tercipta sinergi antara tenaga kesehatan, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah Kalurahan Girirejo, Imogiri, Bantul.
by Admin Kebidanan | May 20, 2026 | Artikel D3
Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata
Pada Rabu, 29 April 2026, mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Universitas Alma Ata melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di SMK Kesehatan Sadewa Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Project Based Learning (PjBL) dalam mata kuliah Promosi Kesehatan, yang berfokus pada upaya edukasi kepada remaja sebagai kelompok usia yang sedang berada pada fase penting dalam pembentukan perilaku sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pendamping, yaitu Sundari Mulyaningsih, S.Si.T., M.Kes.
Mengusung tema “Glow Up Tanpa Noda: Menjaga Diri, Menjemput Masa Depan yang Cerah”, penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Konsep “glow up” tidak hanya dimaknai sebagai perubahan penampilan, tetapi juga sebagai proses menjadi pribadi yang lebih sehat, percaya diri, dan bertanggung jawab terhadap masa depan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai metode, seperti presentasi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi perawatan diri remaja, kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta pengaruh gaya hidup terhadap kesehatan jangka panjang. Selain itu, siswa juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga batasan diri dalam pergaulan dan mampu mengambil keputusan yang bijak.
Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat dalam diskusi serta berbagi pengalaman. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa secara lebih efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Kesehatan Sadewa Bantul dapat lebih memahami pentingnya menjaga diri sebagai investasi masa depan. Sementara itu, bagi mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Alma Ata, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu promosi kesehatan secara langsung di masyarakat.
Ikuti artikel menarik selanjutnya di Prodi D3 kebidanan yang merupakan salah satu Prodi D3 Terbaik di Jogya dengan akreditasi Unggul. Yuk intip lebih lanjut di website kita: https://kebidanan.almaata.ac.id/d3-kebidanan/
by Admin Kebidanan | May 19, 2026 | Artikel
Obesitas pada anak merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di abad ke-21. Masalah ini bersifat global dan terus memengaruhi banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di lingkungan perkotaan. Prevalensinya meningkat dengan laju yang mengkhawatirkan. Secara global pada tahun 2024, jumlah anak yang kelebihan berat badan di bawah usia 5 tahun diperkirakan mencapai lebih dari 35 juta. Hampir setengah dari semua anak yang kelebihan berat badan di bawah usia 5 tahun tinggal di Asia dan seperempatnya tinggal di Afrika. Anak-anak yang kelebihan berat badan dan obesitas cenderung tetap obesitas hingga dewasa dan lebih mungkin mengembangkan penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular pada usia yang lebih muda. Kelebihan berat badan dan obesitas, serta penyakit terkaitnya, sebagian besar dapat dicegah. Oleh karena itu, pencegahan obesitas pada anak perlu menjadi prioritas utama.
Apa itu overweigth dan obesitas ?
Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas didefinisikan sebagai “penumpukan lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan”. Ukuran yang paling umum digunakan untuk mengukur kelebihan berat badan dan obesitas adalah rasio berat badan terhadap tinggi badan pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Indeks Massa Tubuh (BMI) adalah indeks sederhana untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada anak usia sekolah, remaja, dan orang dewasa. Indeks ini didefinisikan sebagai berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2).
Mengapa mengetahui overweigth dan obesitas pada anak-anak penting?
Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga semakin banyak ditemukan di kawasan perkotaan negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk di Asia. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena anak yang mengalami overweight dan obesitas berisiko tinggi tetap mengalami obesitas hingga dewasa dan lebih rentan terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung di usia muda.
Apa penyebab overweigth dan obesitas pada anak-anak?
Menurut Dosen S1 Kebidanan Alma Ata, Arantika Meidya Pratiwi, M.Kes., yang memiliki fokus kajian pada anak prasekolah, obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius sejak dini.
“Banyak orang tua menganggap anak gemuk adalah tanda anak sehat, padahal jika berlebihan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Masa prasekolah merupakan periode penting untuk membentuk pola makan dan aktivitas fisik yang sehat,” ungkapnya.
Menurutnya, obesitas pada anak terjadi akibat ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dikeluarkan tubuh. Pola konsumsi makanan tinggi gula, tinggi lemak, minim serat, serta rendahnya aktivitas fisik menjadi faktor utama meningkatnya kasus obesitas anak saat ini.
Selain itu, perkembangan teknologi juga turut memengaruhi gaya hidup anak. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan bermain aktif di luar rumah.
Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mencegah obesitas pada anak?
Arantika menambahkan bahwa pencegahan obesitas pada anak memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk tenaga kesehatan, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, bidan memiliki peran penting dalam edukasi kesehatan keluarga sejak dini.
“Peran bidan tidak hanya mendampingi ibu saat kehamilan dan persalinan, tetapi juga berperan dalam pemantauan tumbuh kembang anak, memberikan edukasi gizi seimbang, mendukung pemberian ASI eksklusif, serta mengedukasi orang tua mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat pada anak,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa edukasi kepada orang tua sangat penting, terutama pada keluarga dengan anak usia prasekolah. Menurutnya, kebiasaan makan sehat perlu dibentuk sejak dini agar anak tidak mengalami masalah kesehatan di kemudian hari.
WHO sendiri merekomendasikan beberapa langkah pencegahan obesitas pada anak, di antaranya membatasi ukuran porsi makan, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, mengurangi asupan gula dan lemak jenuh, serta memastikan anak melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari.
Dengan meningkatnya angka obesitas anak secara global, Arantika berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan dilakukan sedini mungkin.
“Anak yang sehat bukan hanya dilihat dari berat badannya, tetapi juga dari pola hidup, tumbuh kembang, dan kualitas kesehatannya secara menyeluruh. Karena itu, pendampingan orang tua dan tenaga kesehatan, termasuk bidan, sangat dibutuhkan,” tutupnya.
Referensi:
- WHO. 2025. Noncommunicable diseases: Childhood overweight and obesity.
- GBD 2021 Risk Factor Collaborators. “Global Burden of 88 Risk Factors in 204 Countries and Territories, 1990–2021: a systematic analysis for the Global Burden of Disease study 2021”. Lancet. 2024; 403:2162-2203.
by Admin Kebidanan | May 18, 2026 | Artikel D3
Penulis: Dosen D3 Kebidanan Universitas Alma Ata
Pada Selasa, 28 April 2026, mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Universitas Alma Ata melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di SMK Kesehatan Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Project Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Promosi Kesehatan yang bertujuan memberikan edukasi kepada remaja mengenai isu-isu kesehatan yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing, yaitu Sundari Mulyaningsih, S.Si.T., M.Kes. dan Alifa Risda Fadilasari, Bdn., M.Tr.Keb.
Mengangkat tema “Pergaulan Bebas: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda”, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa tentang dampak negatif pergaulan bebas, baik dari aspek kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial. Remaja sebagai kelompok usia yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengambil keputusan yang tepat.
Penyuluhan disampaikan secara interaktif melalui metode presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pengertian pergaulan bebas, faktor penyebab, serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti risiko penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta pengaruh terhadap masa depan pendidikan dan karier. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga batasan diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta keberanian untuk menolak hal-hal yang berisiko.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan komunikatif. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan berpartisipasi dalam diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang disampaikan dengan pendekatan yang tepat dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Kesehatan Bantul mampu lebih sadar akan pentingnya menjaga diri dari pengaruh pergaulan bebas serta dapat menerapkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab. Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan edukasi kesehatan di masyarakat.
Ikuti artikel menarik selanjutnya di Prodi D3 kebidanan yang merupakan salah satu Prodi D3 Terbaik di Jogya dengan akreditasi Unggul. Yuk intip lebih lanjut di website kita: https://kebidanan.almaata.ac.id/d3-kebidanan/