Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Alma Ata Sukses Gelar MMD III di Guwosari: Sinergi Mewujudkan Desa Sehat

Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Alma Ata Sukses Gelar MMD III di Guwosari: Sinergi Mewujudkan Desa Sehat

Penulis: Alifah Risda Fadilasari, Bdn., M. Tr.,M.Keb.

GUWOSARI, BANTUL – Mahasiswa semester 6 Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata (UAA) resmi mengakhiri rangkaian Praktik Kebidanan Komunitas melalui acara Musyawarah Masyarakat Desa III (MMD III). Kegiatan yang dibarengi dengan seremoni penarikan mahasiswa ini berlangsung khidmat di Aula Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, pada Rabu (04/03/2026).

Kegiatan MMD III merupakan puncak dari pengabdian mahasiswa di masyarakat, di mana mereka memaparkan hasil evaluasi program kesehatan yang telah dijalankan selama masa praktik. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat Kalurahan Guwosari, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta dosen pembimbing lapangan dari Universitas Alma Ata.

Evaluasi Program dan Keberlanjutan Kesehatan Masyarakat

Dalam musyawarah tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai capaian positif terkait intervensi kesehatan yang dilakukan, mulai dari kesehatan remaja, edukasi pencegahan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga pendampingan lansia. Forum ini menjadi ruang diskusi interaktif antara mahasiswa dan warga untuk memastikan program-program yang telah diinisiasi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh kader desa.

“Kehadiran mahasiswa Universitas Alma Ata memberikan dampak nyata bagi literasi kesehatan warga kami. MMD III ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat desa sangat efektif dalam memetakan serta menyelesaikan masalah kesehatan lokal,” ujar salah satu perwakilan perangkat Kalurahan Guwosari dalam sambutannya.

Sebagai bentuk kontribusi nyata dan warisan edukasi bagi desa, pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan Modul Kesehatan Remaja hasil karya mahasiswa kepada pihak Kalurahan Guwosari. Modul ini disusun khusus untuk menjadi panduan bagi para kader dan remaja di desa dalam memahami kesehatan reproduksi serta pola hidup sehat secara mandiri dan berkelanjutan. 

Penarikan Mahasiswa: Kembali ke Kampus dengan Pengalaman Berharga

Acara diakhiri dengan penarikan secara resmi mahasiswa semester 6 dari lahan praktik oleh pihak prodi. Praktik Kebidanan Komunitas ini bertujuan untuk mengasah soft skill dan hard skill mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia kerja profesional, terutama dalam menghadapi dinamika kesehatan di tingkat akar rumput.

Dosen pembimbing lapangan Prodi D3 Kebidanan UAA menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Guwosari yang telah menerima mahasiswa sebagai bagian dari keluarga selama proses belajar di lapangan. Harapannya, pengalaman ini menjadi modal berharga bagi calon bidan untuk menjadi tenaga kesehatan yang humanis dan kompeten.

Kegiatan komunitas seperti ini menegaskan kualitas pendidikan di Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata. Sebagai prodi terakreditasi UNGGUL dan merupakan salah satu yang terbaik di Yogyakarta, UAA selalu berkomitmen menerjunkan mahasiswanya dalam kegiatan nyata yang berdampak pada masyarakat.Kurikulum yang berbasis bukti (evidence-based) dan fokus pada kesehatan komunitas memastikan lulusan D3 Kebidanan UAA siap bersaing di dunia kerja, baik sebagai ASN (CPNS/PPPK), tenaga profesional di puskesmas, rumah sakit, maupun wirausaha di bidang kesehatan reproduksi dan anak.

One Million More Midwives dan Masa Depan Kesehatan Perempuan Dunia

One Million More Midwives dan Masa Depan Kesehatan Perempuan Dunia

written by: Adenia Dwi Ristanti

Kesehatan perempuan menjadi salah satu indikator penting dalam kualitas pembangunan kesehatan suatu negara. Namun hingga saat ini, angka kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan di berbagai belahan dunia. Kurangnya akses pelayanan kesehatan, keterbatasan tenaga kesehatan, dan rendahnya edukasi kesehatan reproduksi menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Di tengah tantangan itu, gerakan One Million More Midwives hadir sebagai seruan global untuk menambah satu juta bidan demi memperkuat pelayanan kesehatan perempuan dan anak.

Bidan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan perempuan. Tidak hanya membantu proses persalinan, bidan juga berperan dalam pemeriksaan kehamilan, edukasi kesehatan reproduksi, pelayanan keluarga berencana, hingga deteksi dini komplikasi kehamilan. Kehadiran bidan yang kompeten dapat membantu perempuan menjalani masa kehamilan dan persalinan dengan lebih aman dan sehat.

Menurut World Health Organization, sebagian besar kematian ibu dan bayi sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas. Namun, masih banyak wilayah terutama daerah terpencil yang mengalami kekurangan tenaga bidan. Kondisi ini menyebabkan banyak perempuan tidak memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal selama kehamilan maupun persalinan.

Gerakan One Million More Midwives menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan global. Penambahan jumlah bidan bukan hanya tentang meningkatkan pelayanan persalinan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat. Semakin baik pelayanan kebidanan, semakin besar peluang ibu dan bayi untuk hidup sehat dan berkualitas.

Di era modern, tantangan kesehatan perempuan semakin kompleks. Selain risiko kehamilan, perempuan juga menghadapi masalah kesehatan mental, anemia, penyakit tidak menular, hingga kekerasan berbasis gender. Oleh karena itu, bidan masa kini dituntut memiliki kompetensi yang lebih luas agar mampu memberikan pelayanan yang holistik dan berpusat pada kebutuhan perempuan sepanjang siklus kehidupannya.

Bidan juga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas. Dedikasi bidan dalam mendampingi perempuan sejak masa kehamilan hingga nifas menunjukkan bahwa profesi ini memiliki peran besar dalam menjaga kualitas kehidupan masyarakat. Dukungan terhadap pendidikan, kesejahteraan, dan perlindungan tenaga bidan menjadi hal yang sangat penting untuk masa depan pelayanan kesehatan.

Pada akhirnya, One Million More Midwives bukan sekadar slogan, tetapi sebuah harapan besar bagi masa depan kesehatan perempuan dunia. Kehadiran lebih banyak bidan berarti lebih banyak ibu dan bayi yang dapat diselamatkan, lebih banyak perempuan yang mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, dan lebih banyak generasi sehat yang akan lahir di masa depan.

Referensi

  1. World Health Organization. State of the World’s Midwifery Report.
  2. United Nations Population Fund. The State of the World’s Midwifery 2021.
  3. International Confederation of Midwives. Global Midwifery Advocacy and Workforce Report.
Strategi Jitu Menembus Jurnal Internasional Bereputasi Bagi Dosen Kebidanan

Strategi Jitu Menembus Jurnal Internasional Bereputasi Bagi Dosen Kebidanan

Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

Di tengah ketatnya persaingan publikasi ilmiah global, para akademisi dan peneliti kini dituntut untuk menguasai metode riset yang lebih komprehensif dan terukur. Salah satu langkah strategis yang kini tengah naik daun adalah penyelenggaraan workshop intensif mengenai Systematic Literature Review (SLR) dan Analisis Bibliometrik.

Kedua metode ini dianggap sebagai “senjata ampuh” bagi peneliti untuk menembus jurnal bereputasi internasional (Scopus/SJR tinggi) tanpa harus selalu bergantung pada pengambilan data lapangan yang memakan waktu lama.

Dalam dunia riset modern, membanjirnya informasi seringkali membuat peneliti terjebak dalam duplikasi penelitian. Di sinilah peran krusial dari workshop tersebut:

  1. Pemetaan Tren Riset (Bibliometrik): Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti melihat peta sebaran ilmu pengetahuan secara visual. Dengan bantuan perangkat lunak seperti VOSviewer atau Biblio Shiny, peneliti dapat mengidentifikasi topik mana yang sudah jenuh dan topik mana yang masih memiliki peluang besar untuk diteliti (research gap).
  2. Sintesis Data yang Rigorus (SLR): Berbeda dengan tinjauan pustaka biasa, SLR menggunakan protokol yang ketat (seperti standar PRISMA) untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis seluruh penelitian yang relevan. Hal ini memberikan kredibilitas tinggi pada hasil riset karena prosesnya yang transparan dan dapat direplikasi.

Pentingnya workshop ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada performa institusi pendidikan tinggi. Peningkatan jumlah publikasi di jurnal bereputasi secara otomatis akan menaikkan peringkat universitas di kancah internasional. Banyak dosen memiliki data yang bagus, namun lemah dalam melakukan sintesis literatur yang mendalam. Workshop SLR dan Bibliometrik memberikan kerangka kerja logis agar ide-ide brilian tersebut dapat diterima oleh editor jurnal kelas dunia,” ujar salah satu pakar publikasi ilmiah dalam sebuah sesi diskusi.

Pelaksanaan workshop dilakukan oleh Universitas Alma Ata Bidang Riset, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (WR-RPPM) pada hari Senin, 4 Mei 2026 dan Rabu, 6 Mei 2026 mulai jam 08.00-16.30 WIB dengan narasumber yang sangat berpengalaman yaitu dr. Rossi Sanusi, MPA., Ph. D. dari Faculty member FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber pertama dan apt. Danang Prasetyaning Amukti, M. Farm dosen S1 Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata sebagai narasumber kedua serta Dr. Veriani Aprilia, STP., M.Sc dan Muhammad Najib Mubarok, S.Si., M. Sc sebagai moderator. Pelaksanaan workshop dihadiri dosen dari berbagai fakultas di Universitas Alma Ata termasuk Dosen D3 Kebidanan yang merupakan salah satu prodi terbaik di jogja dan terakreditasi Unggul (yaitu Ibu Dyah Pradnya Paramita, S.ST., M.Kes dan Fatimah, S.SiT., M.Kes.). Jumlah dosen yang mengikuti sekitar 56 orang dari berbagai dosen prodi di Universitas Alma Ata. Workshop hari pertama dengan materi” Pendahuluan mengenai integrasi konsep, desain dan protokol SLR serta Bibliometrik” sedangkan hari kedua yaitu ” Praktik: Transformasi Data SLR dan Bibliometrik menjadi Naskah Siap Publikasi pada Jurnal Bereputasi”. Pelaksanaan workshop berjalan lancar sesuai rencana dan diharapkan semua dosen yang mengikuti kegiatan tersebut bisa langsung menghasilkan artikel yang berkualitas. 

Mahasiswa Profesi Bidan Universitas Alma Ata Resmi Memulai Stase Community Midwifery Practice di Kalurahan Girirejo, Imogiri, Bantul

Mahasiswa Profesi Bidan Universitas Alma Ata Resmi Memulai Stase Community Midwifery Practice di Kalurahan Girirejo, Imogiri, Bantul

Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD 1) menjadi agenda pembukaan sekaligus penyerahan mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan Universitas Alma Ata dalam pelaksanaan Stase Community Midwifery Practice yang dilaksanakan di Kalurahan Girirejo. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam rangkaian praktik kebidanan komunitas yang akan berlangsung selama empat minggu, mulai tanggal 11 Mei hingga 6 Juni 2026, sebagai bentuk implementasi pembelajaran profesi bidan berbasis komunitas dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara MMD 1 berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga civitas akademika. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan Kebidanan Dr. Siti Nurunniyah, S.ST., M.Kes menyampaikan sambutan sekaligus pesan kepada mahasiswa agar mampu menjalankan praktik profesi dengan menjunjung tinggi etika, komunikasi yang baik, serta kepekaan terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat. Beliau juga menegaskan bahwa stase komunitas menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung bersama masyarakat serta mengembangkan keterampilan promotif, preventif, dan kolaboratif dalam pelayanan kebidanan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Jaka Purnama yang mewakili pemerintah kalurahan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa profesi bidan di wilayah Girirejo dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesadaran dan pelayanan kesehatan ibu, anak, serta keluarga. Selain itu, hadir pula Bidan dari Puskesmas Imogiri 1 yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program komunitas dan kolaborasi lintas sektor selama kegiatan berlangsung.

Selama pelaksanaan Stase Community Midwifery Practice, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kebidanan komunitas yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, meliputi edukasi kesehatan, pendampingan ibu hamil, pelayanan kesehatan reproduksi, promosi gizi keluarga, pemberdayaan kader kesehatan, serta kegiatan preventif dan promotif lainnya. Mahasiswa juga diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif bersama perangkat desa, tenaga kesehatan, kader, maupun tokoh masyarakat setempat.

Melalui kegiatan MMD 1 ini diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara institusi pendidikan, pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa profesi bidan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Universitas Alma Ata dalam menghasilkan lulusan bidan profesional yang adaptif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Remaja dan Ketakutan Masa Depan: Antara Harapan dan Realita

Remaja dan Ketakutan Masa Depan: Antara Harapan dan Realita

Penulis: Dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata

“Nanti Aku Jadi Apa, Ya?”

Pernah tiba-tiba kepikiran masa depan?
Tentang kuliah, pekerjaan, atau bahkan kehidupan nanti?

Kadang muncul pertanyaan seperti:

“Aku bakal sukses nggak ya?”

“Pilihan aku sekarang sudah benar belum?”

“Gimana kalau aku gagal?”

Kalau kamu pernah ngerasa seperti itu..tenang, itu normal banget. Hampir semua remaja pernah mengalami hal yang sama.

Kenapa Remaja Sering Takut Masa Depan?

Masa remaja adalah fase penuh pilihan. Dan pilihan itu sering terasa “menentukan hidup”.

Beberapa penyebab munculnya ketakutan ini antara lain:

  1. Banyak Pilihan, Tapi Bingung Menentukan

Jurusan sekolah, kuliah, karier—semuanya terasa penting dan bikin ragu.

  1. Tekanan dari Lingkungan

Kadang kita merasa harus mengikuti ekspektasi orang tua, menyamai teman yang terlihat lebih “maju”, tidak boleh gagal

  1. Pengaruh Media Sosial

Lihat orang lain sukses di usia muda bisa bikin kita merasa tertinggal. Padahal, setiap orang punya timeline masing-masing.

  1. Overthinking Berlebihan

Terlalu banyak memikirkan “kemungkinan buruk” yang bahkan belum tentu terjadi.

Antara Harapan dan Realita

Setiap remaja pasti punya harapan ingin sukses, ingin membanggakan orang tua, ingin hidup bahagia…Tapi realitanya, hidup nggak selalu berjalan sesuai rencana. Dan itu bukan berarti kamu gagal. Justru di situlah proses belajar terjadi.

Takut Itu Wajar, Tapi Jangan Sampai Menghentikan Langkah

Rasa takut sebenarnya punya sisi positif—itu tanda kamu peduli dengan masa depanmu. Tapi kalau berlebihan, bisa membuat tidak berani mencoba, menunda-nunda, kehilangan kepercayaan diri

Jadi, yang perlu dilakukan bukan menghilangkan rasa takut, tapi mengelolanya.

Cara Menghadapi Ketakutan Masa Depan

  1. Fokus ke Langkah Kecil

Nggak perlu langsung memikirkan 10 tahun ke depan.

Mulai dari belajar lebih baik hari ini, mengembangkan skill sedikit demi sedikit

  1. Kenali Diri Sendiri

Tanya ke diri sendiri tentang Apa yang aku suka?, Apa yang aku kuasai?, Apa yang membuat aku semangat? Ini penting untuk menentukan arah hidup.

  1. Berhenti Membandingkan Diri

Setiap orang punya waktu sukses yang berbeda.
Kamu nggak terlambat—kamu hanya sedang di jalurmu sendiri.

  1. Terima bahwa Gagal Itu Bagian dari Proses

Nggak ada orang sukses tanpa pernah gagal.
Gagal bukan akhir, tapi bagian dari perjalanan.

  1. Cerita dan Minta Pendapat

Ngobrol dengan orang tua, guru, teman atau mentor. Kadang, perspektif orang lain bisa membantu kita lebih tenang.

Kamu Nggak Harus Punya Semua Jawaban Sekarang

Banyak remaja merasa harus sudah tahu “akan jadi apa” sejak sekarang.

Padahal kenyataannya banyak orang dewasa pun masih belajar tentang hidup mereka.

Jadi, nggak apa-apa kalau kamu masih bingung. Yang penting, kamu tetap berjalan.

Penutup

Masa depan memang penuh ketidakpastian, dan itu wajar membuat takut. Tapi jangan sampai rasa takut membuatmu berhenti mencoba.

Ingat:
✨ Kamu tidak harus sempurna hari ini
✨ Kamu tidak harus tahu semua jawaban sekarang
✨ Yang penting, kamu terus melangkah

Karena masa depan tidak ditentukan oleh satu keputusan besar saja,
tapi oleh langkah kecil yang kamu lakukan setiap hari.

Bergabunglah bersama Prodi D3 Kebidanan Universitas Alma Ata yang merupakan salah satu prodi terbaik di Jogja dan terakreditasi Unggul yang salah satu pembelajarannya tentang kesehatan remaja.

Daftar Pustaka 

  1. World Health Organization (2021). Adolescent Mental Health
  2. UNICEF (2022). Mental Health of Adolescents
  3. Santrock, J.W. (2017). Adolescence
  4. American Psychological Association (2020). Stress in America